Daerah

Mengeluh saat BAB pasca habis lahiran, Bidan Cecen di Tasik serai bentak suami pasien

Poskesdes Tasik Serai

TALANG MUANDAU (PRC) – Nurma Sari (17) harus merasakan rasa sakit pasca habis melahirkan anak pertamanya pada awal desember 2018 lalu akibat adanya kebocoran dari jahitan saat melakukan Buang Air Besar (BAB).

Menurut keterangan suami dari Nurma Sari yakni, Ariono (25) warga jalan Kampung Kisaran KM 28 dalam desa Tasik Serai kecamatan Talang Muandau kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, kepada wartawan masalah kebocoran  yang dialami istrinya sejak habis melahirkan anak pertamanya di Poskesdes yang berada di KM 28 Tasik Serai Barat dan proses lahiran anaknya secara normal.

“Pada awal bulan Desember kemarin istri saya melahirkan anak pertama kami di Poskesdes yang berada di KM 28 secara normal. Setelah berjalan beberapa hari, istri saya mengalami sakit karena jahitannya lepas pasca habis melahirkan, dan langsung kami bawa keposkesdes untuk dijahit kembali,” ujarnya.

Masih kata Ariono, awal bulan Januari yang lalu jahitannya lepas kembali, lalu dilaporkan kembali kepada bidan yang menangani persalinan istrinya untuk diminta diobati kembali. 

“Sebelum istri saya ditangani oleh bidan itu, kami disuruh untuk menandatangani pernyataan, tanpa pikir panjang kami langsung menandatangani agar istri saya segera diobati kemudia dilakukan penjahitan kembali. Nah, kemarin saat istri saya BAB, kotoran tidak hanya keluar dari anus, tapi keluar juga dari jahitan yang ada, ini yang membuat kami bingung, dan hal itu sudah saya sampaikan kepada bidan, tapi belum juga ditangani,” tuturnya.

Dijelaskan Ariono, Kalau memang bidan itu tidak mau dan tidak mampu untuk mengobati kembali, seharusnya terus terang saja. Itu lah makanya saya menyampaikan hal ini kepada orang  wartawan.

Terkait hal tersebut, bidan yang menangani pasien yakni bernama Cencen Ningrum saat dikonfirmasi beberapa wartawan terkait kebocoran yang dialami pasien yang ditanganinya, tampak arogan dan tidak terima atas kedatangan wartawan yang mendapingi Ariono (suami pasien).

Bahkan bidan tersebut tampak memaki-maki dan membentak suami pasien lantaran melapor dan membawa wartawan.

Bidan Cecen Ningrum mengatakan Dia lahir tanggal  5 yang lalu, bayinya seberat 3,5 Kg, itu seharusnya, saya tu tak suka bawa bawa media kek gini kamu tu tak sopan, saya tolong istri kamu ya, nyawa istri kamu saya tolong tapi kamu kurang ajar,  kurang ajar kamu," ujar bidan dengan nada emosi sembari menunjuk nunjuk suami pasien.

Nada emosi dari bidan tersebut juga semakin menjadi jadi dan tak henti hentinya memaki suami korban. Bahkan bidan tampak keberatan dengan kedatangan wartawan.

“Kurang ajar kamu ini, kamu gak sopan. Saya sudah bagus-bagus sama kamu, tapi kamu membuat saya emosi, kenapa kamu bawa-bawa media, apa urusannya bawa media,” tantang Bidan Cecen.  

Bidan tersebut juga tampak sangat keberatan dengan para awak media dengan melontatkan kalimat ‘tak suka bawa-bawa media’ secara berulang ulang.

“Abang juga, untuk apa bawa-bawa media, saya bukan tidak ada keluarga media, ada saya keluarga media, silahkan rekam, silahkan rekam,  apa salah sama saya, saya gak suka dibawa bawa media. kenapa, saya tidak bersalah, saya menjalankan tugas dengan baik, saya sudah bertanggung jawab, saya gak suka pak dibawa bawa media,” tegasnya dengan muka geram.

Ditambahkan Bidan Cencen, Saya sudah bagus-bagus menjalankan tugas, saya sudah tolong dia anak istrinya, saya tolong nyawanya besar anaknya 3,5 karena sempit jalannya, da saya hekting. Da bagus semuanya. Saya tanggung jawabkan sampai selesai sampai bagus.

“mau dituntut-tuntut lah lalu dia juga sudah tanda tangan pakai materai. Jarak tanggal 2 sampai tanggal 6 tidak ada keluhan, semuanya normal dan tidak ada kebocoran, kalau ada kebocoran lagi, itu sudah diluar tanggung jawab saya, bisa saja dia berhubungan, bisa aja ada yang lain-lain lagi. 12 tahun saya kerja, bagus semua, kenapa tiba dia kek gitu, cara dia pun tidak enak sama saya, cara komunikasi sikap dia, sombongnya dia, tak tau berterimakasih,” tutupnya dengan nada menantang.***



[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan