Daerah

Proyek Dinas PUTR pengadaan Lampu Hias Bagansiapiapi Perlu dipertanyakan

Foto Lampu hias Bagansiapiapi

BAGANSIAPIAPI ( PANTAURIAU.COM)  Proyek pengadaan lampu hias yang menggunakan APBD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Tahun 2017 dinilai banyak kejanggalan. 

Dimana, proyek pengadaan lampu hias yang menelan biaya sebesar Rp.1 Milyar tersebut pengerjaan dilakukan dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUTR) Rohil dan di kerjakan oleh CV Annur Jaya Mandiri dengan alamat Jalan Perum Rezki Permai Blok A No. 32 Pekan Baru.

Proyek Pengadaan Lampu Hias Bagansiapiapi tahun 2017 ini, menurut data yang ada dari aplikasi LPSE LKPP, Ditemukan adanya dugaan kejanggalan proses pengadaan barang dan jasa tersebut.

Dimana, proses lelang dilakukan pada bulan oktober 2017 dan tertuang pada aplikasi penandatangan kontrak dilakukan bulan oktober 2017. Sedangkan pekerjaan tersebut baru dilakukan pada januari 2018 , 

Saat ditelusuri tim media Pantauriau.com bulan Februari 2019, di Bagansiapiapi, salah seorang pekerja berinisial RZ saat ditemui mengatakan bahwa, pihaknya hanya  melanjutkan pekerjaan pemasangan lampu Hias Kota Bagansiapiapi tersebut dari Kontraktor pertama yang meninggalkan Pekerjaan tersebut.

"Waktu itu salah satu dari seorang ASN dinas PUTR meyuruh melanjutkan pekerjaan itu  , dan kami mulai bekerja sekitar bulan Maret 2018 , dan fisik dari pekerjaan tersebut baru sekitar 30 persen,"katanya. 

Dia juga menjelaskan bahwa, pemasangan lampu hias Bagansiapiapi tersebut yang tertuang didalam kontrak sebamyak sembilan titik. Namun dijadikan tujuh titik dengan alasan permintaan Bupati untuk dipasangkan di depan SDN 01 Bagan Kota. 

Dan ada satu hal yang menarik dari keterangan yang diterima media ini bahwa, pemasangan lampu hias yang terdapat di depan rumah dinas eks Inspektor jalan tugu serta disamping RSUD Pratomo hanya bisa di operasikan saat pengambilan dokumentasi saja. 

Namun usai pengambilan dokumentasi hingga saat ini lampu tersebut tidak bisa menyala dikarenakan tidak memiliki titik api. 

Bahkan, dari hasil pantauan awak media baru baru ini, keadaan lampu tersebut rata-rata sudah mengalami kerusakan parah dan ada assesoris yang sudah hilang dan tidak menyala. 

Kejanggalan dalam proses penujukan langsung tersebut juga ada kejanggalan, pertama dari proses evaluasi hingga kontrak. Diamana, kontraktor bekerja dimulai dari tahun 2018 sedangkan proyek tersebut penandatangan  pada bulan oktober 2017.

Kedua, proses revisi adedeum tambah kurang yang dikerjakan oleh konsultan pengawas hanya bersifat formalitas dan dari investigasi awak media mendapatkan bahwa konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana hanya ada diatas kertas .tanpa dilakukan proses seharusnya.(prc"01) Bersambung 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan