Daerah

Triwulan l Tahun 2019 PAD Dari Terminal Barang Tidak Sesuai Target di Duga Terjadi Kebocoran Keuangan

DUMAI (PRC) - Salah satu primadona yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemko) Dumai adalah kegiatan pemungutan retribusi kendaraan masuk dan membawa muatan ke Kota Dumai dengan tarif yang telah di tentukan. Dasar hukum kegiatan yang memberikan pemasukan lumayan besar untuk PAD tersebut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 24 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Terminal dan Retribusi Terminal, dan untuk saat ini pengelolaan di laksanakan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Terminal Barang Dinas Perhubungan - Kota Dumai.

Sebagaimana di ketahui Terminal Barang milik Pemko Dumai berlokasi di Jalan Soekarno - Hatta Bukit Jin sebelunnya pernah dikelola pihak ketiga PT.Melja Sukses Bersama dengan masa kontrak selama enam bulan terhitung 01 Juli 2018 s/d 30 Desember 2018. Dengan segala kontroversi dan menjadi atensi publik saat itu namun yang pasti pengelola di wajibkan menyetor sebesar Rp 1,6 miliar dan dipotong 10% dari jumlah kontrak sebagai keuntungan perusahaan.

Berdasarkan uraian tadi sangat jelas berapa PAD diperolah untuk di setor ke Kas Daerah oleh pihak ketiga, tentu publik juga perlu tahu berapa pula realisasi perolehan ketika pengelolaan di lakukan oleh UPT Terminal Barang yang notabene Internal Dinas Perhubungan itu sendiri.Tentu jadi perbandingan dan selayaknya masyarakat harus tahu, apalagi ada informasi dari sumber layak di percaya bahwa PAD Terminal Barang Triwulan l Tahun 2019 sangat jauh dari target yang di canangkan, informan yang tidak ingin di sebut identitasnya menambahkan adanya indikasi terjadi kebocoran keuangan.

Apabila informasi itu benar adanya tentu layak untuk di pertanyakan oleh masyarakat dan seharusnya menjadi perhatian penegak hukum di Dumai, baru baru ini juga ada mutasi dan pergeseran pegawai di UPT Terminal Barang apakah itu bagian dari persoalan yang sedang ada atau hanya mutasi biasa. Guna kejelasan data dan akurasi konkrit terkait besaran PAD Terminal Barang,  sekaligus sebagai konfirmasi dan klarifikasi awak media mendatangi Kantor Dishub Kota Dumai Jum'at pagi, (12/04/19) namun Asnar selaku Kadisub tidak ada di tempat.

Selanjutnya awak media mencoba untuk menghubungi via telepon seluler namun tidak ada jawaban, terlepas dari apa jawaban kelak namun yang pasti Terminal Barang tempat mengiurkan, ada istilah sebagai lahan basah sehingga terjadinya kebocoran keuangan sangat memungkinkan. Sejarah telah membuktikan tercatat mulai dari Kepala Dinas, Kepala UPT ,Bendaharawan dan staf melakukan perbuatan melawan hukum berkaitan retribusi dan akhirnya berujung kepada proses hukum yang menjadikan mereka pesakitan, bahkan saat ini ada yang masih mendekam di hotel prodeo,semoga bisa menjadi pembelajaran.
Apalagi di tahun politik tentu banyak pihak berkepentingan, jangan coba coba hasil retribusi Terminal Barang di jadikan sebagai bahan bancakan, satu masa dahulu pernah terdengar istilah Bunda Ratu apakah akan ada menyusul sebutan baru semua serba berkemungkinan.

Penulis : Tim Sekber
Editor    : n'dri 



[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan