Daerah

WOW !!! Baru dibangun Proyek Pembangunan Pelabuhan sudah Mengalami keretakan

Bagansiapiapi ( pantauriau.com) Proyek KSOP Bagansiapiapi  Pembangunan Pelabuhan Bagansiapiapi Tahun Angaran 2018 yang menelan biaya puluhan Miliar tersebut diduga dikerjakan asal jadi , Kontraktor pelaksana PT.Multi karaya Pratama sebagai kontraktor, patut dipertanyakan kridilibitasnya , dengan Angaran sebesar Rp22 Miliar faktanya sekarang pelabuhan tersebut belum di fungsikan keadaan pelabuhan sudah mengalami kerusakan 

Hasil investigasi  awak media pantauriau.com kelokasi pelabuhan Bagansiapiapi tersebut didapati bahwa banyak disisi bangunan yang mengalami kerusakan dan keretakan sehingga diragukan bahwa nasib pelabuhan Bagansiapiapi yang dibangun melalui dana APBN tersebut tidak jauh beda dengan pelabuhan yang dibangun oleh pemda Rokan Hilir 

Sementara itu ketua Forum masyarakat peduli pembangunan saat dimintai tanggapannya terkait Isu yang begitu santer dimasyarakat baru baru ini mengenai pembangunan pelabuhan bagansiapiapi tersebut mengatakan "bahwa ada indikasi dugaan  proyek tersebut dikerjakan asal asalan ini dibuktikan dengan salah satu rilisan media online " bahwaPPK pembangunan pelabuhan Bagansiapiapi tersebut dinilai tidak kooperatif memberikan data dan informasi tentang pembangunan pelabuhan. Apakah pelabuhan sudah selesai dibangun tepat waktu dan sudah serah terima atau penjelasan lainnya itu tidak ada. Kuat dugaan bahwa  oknum KSOP Bagansiapiapi sengaja dan bersekongkol dengan pihak perusahaan untuk meraib keuntungan yang berlipat sehinga fungsi dan kontrol PPK sengaja diam dan bungkam untuk melindungi rekanan 

Berlanjut dikutip perkataan dimedia online, Kementrian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut, Â M Syafrizal, SE, mengemukakan, setelah beroperasi, pelabuhan umum Bagansiapiapi diproyeksikan bisa untuk bersandarnya kapal dengan berat 1000 Gross Ton (GT) karena mengingat endapan laut di Bagansiapiapi cukup tinggi. Sedangkan panjang kapal berkisar 70 meter (sumber ojc.news) Tapi faktanya Fander yang seharusnya dipasang diarea tempat bersandarnya  kapal gross 1000 ton  tidak didapati sama sekali tutupnya 

Sementara Dimintai Tanggapannya Kejari Rokan hilir Gaos wijaksono SH,MH melalui ketua tim TP4D Farhan junaidi SH,MH dan dampingi kasipidsus Mukthar aripin mengatakan kita selaku TP4D telah melakukan penghentian pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut dan tembusan kita kirim kepada inspektorat jenderal perhubungan laut kementerian perhubungan.

karena selaku pengawal dan pendamping terhadap proyek strategis nasional dalam pembangunan lanjutan pelabuhan ini," pada saat melakukan monitoring dan evaluasi didapati adanya ketidaksesuaian pekerjaan sesuai kontrak dan hal ini TP4D juga telah bersurat kepada pihak PPK terkait hasil monitoring dan evaluasi di lapangan namun tidak ada tindak lanjut. PPK juga krg berkoordinasi kepada pihaknya selaku TP4D dalam menyampaikan berbagai kendala yang di alami.(syafry)



[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan