Advetorial Pemerintah Kabupaten Bengkalis

Wujudkan Peserta Didik berkrakter, Disidik Bengkalis Taja Program One Day One Ayat

Banner program One Day One Ayat (Odoa) Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis

BENGKALIS (PRC) – Abad ke - 21 terus bergerak, Abad Sains ini ditandai dengan berbagai kemajuan, Kemajuan diberbagai bidang terus saja mengalami perecepatan (akselerasi) yang luarbiasa. Percepepatan kemajuan ini terus melesat karena didukung oleh kemajuan teknologi, terutama pada perangkat lunak.

Sistem komputerisasi digital sangat mempengaruhi percepatan kemajuan tersebut. Semuanya serba cepat dan canggih seisi Dunia terkini dan massa depan bergerak menuju sistem komputerisasi digital.

Percepatan kemajuan tidak bisa kita hentikan, Kemajuan itu suatu perubahan suatu kepastian dari Allah Taala, Tuhan Semesta Alam. Untuk masa terkini kemajuan tersebut selain berdampak positif juga berdampak negatif, Dampak-dampak inilah yang akan memberikan pengaruh kepada penerus bangsa.

Pengaruh positif dan negatif tersebut akan berdampak besar pada kemajuan bangsa dan negara kedepan, Karena itu mutu Pendidikan tidak henti-hentinya digalakkan Pemerintah, khususnya Pemerintah kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bengkalis Edi Sakura, M. Pd mengatakan Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 50 Ayat 2 menegaskan bahwa Pemerintah menentukan kebijakan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin mutu Pendidikan Nasional.

“Sementara itu Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Bab XV tentang penjaminan mutu, Pasal 91 menyebutkan bahwa (1) Setiap satuan Pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan, (2) Penjaminan mutu Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 bertujuan untuk memenuhi atau melampaui standar Nasional Pendidikan (SNP),” kata Kadisdik Kabupaten Bengkalis Edi Sakura,M.Pd.

Acuan mutu Pendidikan bukan semata-mata berkaitan dengan aspek kecerdasan otak, Dalam beberapa kajian, kecerdasan otak tidak menjadi penentu utama dalam mengukur kesuksesan seseorang. Nilai-nilai dalam bentuk angka (kuantitatif) hanya suatu bagian yang berkaitan dengan kecerdasan otak.

“Sementara disisi lain kehidupan ini, ada nilai-nilai yang tidak bisa kita tentukan dengan angka, Namun harus melalui kecerdasan sosial dan Spiritual. Kecerdasan ini merupakan kecerdasan tertinggi yang patut terus digerakkan dalam melakukan revolusi karakter,” terangnya.

Revolusi Karakter

Melakukan revolusi karakter bangsa merupakan satu program prioritas Pemerintah, Revolusi Karakter hanya bisa dilakukan melalui Pendidikan, baik jalur formal maupun non formal. Revolusi Karakter tidak semata bisa dilakukan melalui kecerdasan otak dan kecerdasan otot. 

Yang sangat penting Revolusi Karakter bisa terwujud melalui kecerdasan spiritual, Melalui kecerdasan spiritual yang diajarkan dilembaga Pendidikan Revolusi karakter akan semakin kuat secara bertahap. Untuk memperkuat revolusi karakter ini sangat diperlukan melakukan gerak-gerakan inovatif dijenjang Pendidikan.

Karena itu Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Disdik melakukan gerakan One Day One Ayat (ODOA) pada satuan Pendidikan Dasar. Gerakan Odoa ini merupakan satu diantara sekian gerakan literasi sekolah yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.

“Agar gerakan mulia ini bisa terlaksana sesuai dengan harapan, kami perlu menyusun petunjuk teknis (juknis). Juknis ini pada umumnya berisi konsep-konsep, langkah-langkah dan target yang dituju. Juknis ini ditujukan kepada Kepala Sekolah, Majelis Guru, Tenaga Pendidikan, dan Komite Sekolah,” tuturnya.

Tujuan Penuyusunan Juknis

– Untuk menginformasikan kepada pengguna Juknis tentang gerakan Odoa pasa satu dasar Pendidikan di Kabupaten Bengkalis.

– Untuk dijadikan panduan tentang pelaksanaan Gerakan Odoa pada satuan Pendidikan Dasar di Kabupaten Bengkalis.

One day One Ayat (Odoa) adalah suatu gerakan menghafal ayat-ayat dalam kitab suci sesuai dengan agama yang dianut oleh masing-masing warga sekolah pada Pendidikan dasar SD dan SMP sederajat.

“Penghafalan ayat-ayat dalam kitab suci ini dilaksanakan setiap hari selama 15 Menit sebelum pelajaran dimulai. Target per hari gerakan Odoa ini adalah menghafal satu ayat dan artinya. Gerakan ini pada Tahun Pertama dilaksanakan oleh pemuka agama atau ustaz-ustazah. Tahun selanjutnya gerakan ini akan dibimbing oleh guru Pendidikan Agama,” jelas Kadisdik Bengkalis Edi Sakura.

Gerakan Odoa bukanlah gerakan seremonial namun gerakan ini harus dilaksanakan oleh pihak sekolah secara rutin dan Maksimal. Gerakan ini juga bukan gerakan rutin biasa dengan pelaksanaan secara rutin diharapkan gerakan Odoa ini melahirkan generasi yang berkarakter sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

Karena itu ketercapaian gerakan Odoa ini sangat bergantung pada pelaksaannya pada satuan Pendidikan. Tentu saja peran Kepala Sekolah sebagai Manajer sangat diperlukan dalam kelangsungan gerakan ini. Ketercapaian gerakan Odoa Kabupaten Bengkalis sangat bergantung pada ketercapaian gerakan pada setiap satuan Pendidikan.

Adapun indikator ketercapaian Gerakan Odoa yaitu minimal sebanyak 75 Persen peserta didik setiap kelas hafal satu ayat setiap hari seperti dikatakan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mandau Dra. Derita.

Program One Day One Ayat (Odoa) ini juga diperlombakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis seperti pada Tanggal 25 April 2017 siswa SMPN 2 Mandau meraih juara 1 untuk putra dan putri dalam kegiatan Musabaqah Hifzil Al Quran Program One Day One Ayat. Kegiatan ini dilaksanakan di Mesjid Arafah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

“Selain melahirkan sikap yang terdidik secara agama dan karakter anak juga lahir dengan baik dengan talenta dan bakat sebagai seorang pembelajar,penurut dan patuh belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan besar dari seluruh guru bidang studi,” ujarnya.

Ditambahkan Derita, Harapan kita program ini akan terus-menerus menjadi bagian yang prioritas dalam kebijakan pemerintah daerah yang diberikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Program one day one ayat itu mampu membuka ruang pintar anak didik hingga berprestasi di dalam belajar dan bukan tidak mungkin kekuatan hafalan ini akan menjadi kesempatan mendapatkan nilai terbaik bahkan ketika lulus nanti akan berpeluang masuk seklah yang favorit.

“One Day One Ayat bagi anak didik sebuah ruang untuk melakukan penghafalan surat-surat pendek dengan lebel satu ayat satu hari memberikan dorongan kuat bagi anak didik untuk ngebut dan mendapatkan hafalan kuatnya,” tukas Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mandau Dra. Derita.

Sementara itu Wakil ketua komisi IV DPRD Bengkalis Nanang Hariyanto, SH mengatakan Pada dasarnya apapun yang berkaitan dengan pendidikan, komisi IV DPRD Bengkalis medukung penuh, selagi program yang dilaksanakan untuk kemajuan dunia pendidikan. Majunya suatu daerah tidak lepas dari kemajuan pendidikan.

“Kemajuan suatu daerah tidak lepas dari tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang unggul, untuk itu disamping pembangunan fisik, pembangunan sumber daya manusa (SDM) sangat penting, untuk itulah DPRD  Bengkalis  mendukung penuh untuk kemajuan pendidikan di negeri junjungan,” terangnya. 

Komisi IV DPRD Bengkalis mendukung penuh  kemajuan pendidikan di kabupaten bengkalis, dukungan yang diberikan selain memberikan dukungan dari program  yang dilaksanakan, hingga mengesahkan anggaran untuk keperluan di sektor pendidikan. 

“Komisi IV DPRD Kabupaten bengkalis, juga meminta pemerintah provinsi riau, agar terus bersinergi dengan pemerintah  kabupaten bengkalis, untuk terus meningkatkan kemajuan pendidikan, melalui program-program unggulan yang  dilaksanakan selama ini, maupun yang dilaksanakan kedepanya,” tutup Nanang. 

Bupati Bengkalis Amril Mukminin,SE.MM juga sangat mendukung Program Odoa ini yang bertujuan agar peserta didik dapat bimbingan rohani apalagi dengan perkembangan kemajuan Dunia digital yang begitu pesat tentu perlu gerakan seperti yang dicanangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis.

“Gagasan gerakan Odoa ini patut kita dukung. Dukungan yang diberikan bukan hanya dari kalangan instansi dan praktisi pendidikan, tetapi juga lintas sektoral. Bahkan gerakan ini akan disambut baik oleh masyarakat sebagai orang tua peserta didik,” ucap Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin menuturkan Gerakan Odoa bukan hanya harus mendapat dukungan namun Gerakan mulia ini harus memperoleh apresiasi positif sebagai penghargaan (Reward).

“Kita perlu mengetahui bahwa gerakan Odoa bukan khusus untuk agama tertentu, Gerakan hafalan ayat ini berlaku untuk semua agama khususnya bagi peserta didik yang berada pada satuan Pendidikan Dasar. Semua Kepala Sekolah harus melaksanakan Gerakan Odoa lalu Guru Pendidikan agama yang ditunjuk sebagai pembimbing juga harus membimbing peserta didik yang berada pada satuan Pendidikan selama 15 menit sebelum pembelajaran,” pungkas Bupati Amril.(adv).



[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan