Pemerintah

Bakamla Gandeng Stakeholder Perkuat Sistem Penanganan Insiden di Laut dengan US Coast Guard

Jakarta (PRC) - Rabu, 10 Juli 2019 Bakamla selaku Indonesian Coast Guardmenggandeng beberapa stakeholderinstansi bidang kemaritiman untuk memperkuat sistem penanganan insiden di laut yang diwujudkan dalam sebuah latihan bersama Incident Command System(ICS) dengan Mobile Training Team (MTT) jajaran US Coast Guard di Jakarta, Senin (08/07/2019).

 

Incident Command System (ICS) atau Sistem Komando Penanganan Darurat merupakan suatu standar sistem penanganan kejadian yang dugunakan oleh semua disiplin penanganan kedaruratan. Struktur dan manajemen penanganan darurat yang memiliki keahlian atau kompetensi spesifik teknis dipadukan dalam sistem ICS. Memberikan informasi yang akurat, tegas, akuntabel tinggi, terencana dan kegiatan operasi yang efektif serta dukungan logistik untuk semua kejadian.

 

Bakamla mempunyai Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML). Dalam pengintegrasian dan kolaborasi antara pengawasan dan perairan melalui sistem peringatan dini, serta pertukaran atau sharing data dan informasi antar lembaga negara ini makin diintensifkan guna menunjang tugas pokok masing-masing dalam menjaga keselamatan, keamanan dan pertahanan perairan yurisdiksi nasional.

 

Pelatihan antara Bakamla selaku Indonesian Coast Guard bersama Stakeholder bidang Kemaritiman dengan US Coast Guard ini menyajikan konsep, prinsip dan protokol bagian perencanaan yang ditetapkan dalam ICS dan akan membiasakan peserta dengan mekanisme kegiatan perencanaan yang ditetapkan dalam Incident Command System dan akan membiasakan peserta dengan mekanisme kegiatan perencanaan.

 

Dalam sambutannya pada saat pembukaan acara pembukaan pelatihan tersebutm Kepala Bakamla Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R., yang dibacakan oleh Kasubditgarlat Kolonel Bakamla Jukiman Situmorang menyampaikan beberapa hal antara lain perairan Indonesia yang kaya akan sumber alam hayati dan mineral serta memiliki letak geografis yang strategis, menyebabkan tingginya aktivitas di perairan Indonesia baik dari kegiatan lalu lintas kapal, penangkapan ikan serta kegiatan eksplorasi dan eksploitasi lainnya di lepas pantai.

 

Aktivitas di perairan Indonesia yang tinggi berpotensi terjadinya insiden di laut seperti kapal karam, kapal tenggelam, tabrakan kapal dan kapal terbakar, juga insiden yang terjadi akibat kegiatan di pelabuhan, kebocoran atau kerusakan pada pipa gas, minyak, serta dari kegiatan eksplorasi atau eksploitasi minyak dan gas di lepas pantai.

 

Untuk menghadapi situasi tersebut di atas, diperlukan suatu sistem komando untuk mengkoordinasikan, mengendalikan, memantau serta mengevaluasi kegiatan penanganan insiden di laut. Saat insiden atau bencana terjadi, komando penanggulangan bencana harus segera dibentuk didukung oleh komandan dan staf yang handal. Untuk memberikan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Incident Commanderyang efektif melalui diskusi dan latihan – latihan.

 

Sebagai bentuk peningkatan hubungan kerja sama antara indonesia dan USCG sekaligus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia instansi yang bertugas di laut, bakamla bekerja sama dengan Mobile Training Team (MTT) – US Coast Guard (USCG) akan memberikan pelatihan teknis bagi Bakamla dan stakeholders-nya salah satunya pelatihan Incident Command System – ICS.

 

Kegiatan pelatihan Incident Command System – ICS ini merupakan sarana untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang ICS sebagai referensi dalam menjalankan tugas sehari-hari di bidang keamanan dan keselamatan laut. Pelatihan ini menjelaskan metodologi bagaimana membangun sistem untuk mengelola insiden atau krisis yang direncanakan secara efektif.

 

Secara garis besar, ICS adalah suatu sistem penanganan insiden yang digunakan untuk mensinergikan dan mengintegrasikan pemanfaatan semua sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia, peralatan maupun dana atau anggaran.

 

Kegiatan diikuti sebanyak 22 orang personel Indonesian Coast Guard dan instansi terkait dan USCG, dilaksanakan selama sepuluh hari kerja mulai tanggal 8 sampai dengan 19 Juli 2019, di Jakarta. Adapun materi yang dikembangkan antara lain Basic Principles of ICS, Incident Commander & Command Stan“ Functions General Staff Functions, ICS Facilities, Command Responsibilities dan beberapa materi lainnya.

 

Autentikasi : Kasubbag Humas Bakamla Letkol Bakamla Mardiono.

 



[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan