Advetorial Pemerintah Kabupaten Bengkalis

Bentuk Karakter Iman Masyarakat, Pemkab Bengkalis Bangun DIC

Cover : Perencanaan Bangunan DIC

DURI (PRC) – Untuk mewujudkan karakter iman masyarakat yang agamais terkhususnya Islam Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membangun Duri Islamic Center (DIC)

Kehadiran Duri Islamic Center (DIC) yang dibangun di Jalan Siak Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, bakal menjadi termegah di kawasan Pesisir Riau.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetio saat berbincang dengan Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

 

Jika DIC sudah selesai dibangun akan menjadi salah satu icon pusat wisata religi di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau, bahkan kawasan Sumatera.

Sesuai pembangunan DIC ini menelan biaya sebesar Rp400 milyar yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis.

Setelah hampir 17 tahun, setelah lahan dibebaskan, rencana besar untuk mewujudkan DIC akhirnya dapat direalisasi pada tahun 2019. Hal ini ditandai dengan pemancangan tiang pembangunan DIC.

Sesuai rencana DIC mampu menampung 10.000, Jemaah. Selain untuk tempat beribadah, juga akan akan digunakan kegiatan keagamaan.

Adapun fasilitas yang bakal tersedia di DIC, yakni bangunan masjid dilengkapi 4 menara dan menara besar.

Kemudian Plaza masjid, museum, area parkir, shofa, gedung serbaguna, kios komersial, parkir bus ,toilet umum, mini market, multimedia dan perpustakaan,

Kemudian sekolah terpadu, terdiri TK/Paud, Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.

Kantor pengelolan, pusat kajian Islam dan perpustakaan, guest house putra dan putri.

Kemudian, fasilitas penunjang diluar Bangunan, yakni gerbang masuk, Taman iqro/syariah, maniatur Kabah dan kolam hias, kebun dan pembibitan ikan, serta menara air.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang Hadi Prasetio, pekerjaan pembangunan ini dilakukan dengan tiga tahap. Yakni, tahap pertama ini dilaksanakan oleh PT. Luxindo Putra Mandiri selama 240 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 38.41 miliar.

Anggota DPRD Bengkalis Rianto (baju biru) saat berbincang dengan Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

​​​​

“Adapun  dengan kegiatan awal, meliputi pekerjaan land clearing dan cut in fill pembersihan lahan, pekerjaan struktur bawah terdiri dari tiang pancang, pondasi, sloof dan kolom, tanah timbun dan pekerjaan jalan masuk menggunakan material best sepanjang ±  400 m.," kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetio.

Ditambahkan Hadi, Tahap kedua diperkirakan menelan biaya sebesar Rp150 miliar, yaitu penyelesaian struktur balok dan lantai, atap serta penyelesaian secara arsitektur dari bentuk bangunan masjid, Untuk tahap ketiga meliputi penyelesaian arsitektur dan kaligrafi serta fasilitas penunjang lainnya.

Bangunan DIC terdiri dari dua lantai. Yakni lantai Il, lantai satu difungsikan untuk kegiatan pengelola dan fasilitas umum lainnya. Sedangkan lantai dua untuk kegiatan ibadah dan fasilitas pengajian dan ruang pengelola kecil untuk fasilitas penunjang.

“Kita juga menyediakan open space ruangan terbuka untuk menunjang kegiatan di luar kegiatan masjid itu sendiri dengan ketinggian Menara induk mencapai ± 99 meter,” ungkap Hadi

Impian masyarakat Duri, Kabupaten Bengkalis untuk memiliki pusat wisata religi kini terwujud selama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dipimpin oleh Bupati ke-empat belas, Amril Mukminin mencanangkan pembangunan Duri Islamic Center (DIC).

Pemancangan tiang pancang pembangunan DIC dilakukan, Jumat (12/4/19) yang disaksikan oleh ribuan masyarakat di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan datang berbondong hanya untuk melihat jalannya Pemancangan tiang DIC.

“Kita sangat bangga akhirnya Duri Islamic Center bisa dibangun karena perencanaan pembangunan DIC ini sudah cukup lama baru dimasa Kabupaten Bengkalis dipimpin oleh Bupati Bapak Amril Mukminin mimpi kami terwujud,” ujar Rahmat Yusuf.

Tentu bangunan DIC ini sudah jadi menjadi ikon baru untuk Negeri Junjungan memiliki Masjid megah dan akan banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.

“Kita berharap bangunan DIC ini berjalan dengan baik dan kami juga akan mengontrol jalannya pembangunan agar sesuai harapan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu anggota DPRD Bengkalis dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Rianto menyambut baik Pembangunan DIC ini dan berharap bangunan tersebut berjalan dengan lancar.

“Tentu dengan adanya DIC ini akan menjadi manfaat besar bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan menjadikan DIC tempat pariwisata tentu akan menambah PAD Kabupaten Bengkalis,” ucapnya.

Diterangkan Rianto, Kami selaku anggota DPRD Bengkalis sesuai fungsi kami akan mengontrol jalannya bangunan DIC agar masyarakat tidak kecewa karena DIC ini akan menjadi Masjid kebanggaan khususnya masyarakat di Kota Duri dan umumnya masyarakat se Kabupaten Bengkalis.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin sudah melakukan pemancangan pertama Tiang DIC dan berharap pembangunan DIC ini akan menimbulkan banyak peluang investasi untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat memegang tiang pancang DIC.

 

“Implementasi program yang relevan demi perwujudan negeri makmur yang juga sejalan dengan Nawacita Presiden Joko Widodo utk kesejahtraan rakyat,” terang Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Masjid yang digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di Provinsi Riau ini memakan lahan seluas 40 hektar dengan anggaran ratusan miliar. Fasilitas yang akan dibangun berupa menara induk setinggi 99 meter, plaza masjid, museum, gedung serbaguna, perpustakaan, taman Iqra, kolam, tembok raksasa, menara air bahkan juga lembaga pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah hingga tingkat Madrasah Aliyah.

“Masjid Duri Islamic Center ini nantinya akan menjadi pusat kajian dan kegiatan keagamaan serta pelestarian budaya bagi masyarakat,” katanya.

Banyak ide dan referensi yang baru setelah kunjungan tersebut, baik itu dari segi desain, insfrastruktur dan penataan ruang.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mempercayai pembangunan DIC ini kepada Konsultan Service PT. Perentjana Djaja asal Jakarta.

Adapun model pembangunan DIC akan menggunakan energi terbarukan sollar cells dan wind enegy. Kemudian juga menerapkan zero waste, konsep persampahan, pengolahan sampah, yang bertujuan sebagai pemilihan antara sampah organik dan an organik, lalu sampah organik tersebut akan diubah menjadi kompos.

Kemudian seluruh air buangan akan diolah untuk penggunaan penyiraman tanaman, dan pembuangan air septitank model resapan.

“Otomatis itu bisa menambahkan pendapatan daerah. Kami berharap DIC bisa lebih baik  atau minimal sama dengan MAIC. Jika MAIC dapat menampung 10.000 orang, DIC harus bisa lebih dari itu,” ungkap Bupati.

Selain itu, DIC direncanakan akan dilengkapi dengan menara dengan ketinggian 110 meter, tempat manasik haji, ruang serba guna, pusat pendidikan Islami, perpustakaan, musium, kios UMKM   yang akan menjual berbagai kebutuhan harian masyarakat, taman, kolam hias, miniatur Ka’bah, kebun dan peternakan ikan.

“Kita akan jadikan DIC sebagai pusat wisata religi untuk masyarakat. Mohon doa dan dukungannya agar terlaksana dengan baik tanpa hambatan,” pungkasnya.(advetorial Pemkab Bengkalis)



[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan