DISDIKBUD ROHIL SUKSES MENGELOLA DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)

Jumat, 22 Januari 2021

Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir

PantauRiau.com- Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir tahun 2021 tidak lagi berwenang melakukan Kerjasama Perguruan Tinggi dan terkait Anggaran Disdikbud Rohil sukses sebagai Pengelola Dana Alokasi Khusus (DAK). Prihal ini di kemukakan khusus oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Rokan Hilir di Bagansiapiapi Kamis (21 Januari 2021).

HM. Nur Hidayat, M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir menyampaikan bahwa adanya perubahan pada kewenangan Disdikbud kabupaten. Dimana Dinas Kabupaten pada tahun 2021 tidak berwenang lagi memberikan dukungan kerjasama bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Disdikbud Rohil hanya berfokus pada Penyelenggaraan Pendidikan Dasar.

"Kewenangan kami di kabupaten hanya menyelenggarakan pendidikan dasar diantaranya Paud, SD dan SMP sedangkan untuk SMA seutuhnya di kelola oleh Dinas Provinsi." Jelas Nur Hidayat.

Hal ini tentunya sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang pernah dilakukan Disdikbud Rohil sebelumnya. Sebagaimana pada bulan April tahun 2020 lalu, Pemda Rohil melalui DisDikBud Rohil telah melakukan kerjasama dan penandatanganan MOU diantaranya dengan UGM yogyakarta dan IPB Bogor. 

Selain itu Bupati Rohil H. Suyatno di awal tahun 2020 juga melakukan agenda khusus bersama Kadis, Kabid dan kasubag Disdukbud Rohil. Agenda tersebut di lakukan untuk silaturrahmi sekaligus evaluasi terhadap kerjasama yang telah terjalin selama ini. Rombongan berkeliling dari kampus ke kampus. Hingga pada saat di IPB Bogor H. Suyatno sempat menyapa mahasiswa Rohil di sana. 

Pada saat yang sama HM. Nur Hidayat juga menguraikan, bahwa telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan ITB dalam bidang pendidikan dan penelitian pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Wakil Bupati Rohil Drs. Jamiludin bersama Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan ITB.

"Benar, bukan hanya IPB Bogor dan UGM Yogyakarta dan ITB. Jauh sebelumnya, Disdikbud Rohil telah lama menjembatani siswa melalui kerjasama serupa. Misalnya Kedokteran UNRI, PCR, Batam dan banyak lagi. Bahkan kami bersama bapak Bupati pada awal 2020 melakukan agenda keliling. Mengunjungi kampus-kampus yang terlah terjalin kerjasama. Mendatangi kampus yang belum ada kesepahaman kerjasama. Malah dalam setiap kunjungan Bupati Suyatno sempatkan menyapa dan melihat langsung kondisi mahasiswa kita disana. Namun mau bagaimana ini terkait aturan yang berlaku saat ini." Ulas Nur Hidayat.

Kemudian terkait dengan APBD Tahun 2021 kabupaten Rohil yang berkurang dari tahun 2020. Pihaknya pun terdampak imbasnya pada pembangunan Sarana dan prasarana. Namun persoalan ini tak menjadikan Disdikbud Rohil berpangku tangan. Menurut HM. Nur Hidayat, pihaknya akan memaksimalkan upaya perolehan dana DAK dari Pusat.

Sifat dari Dana Alokasi Khusus Bidang Pembangunan Pendidikan mengacu pada kesuksesan pelaksanaan dan akuntabel. Mulai dari melaksanakan persiapan Usulan Rencana Kerja (URK). Tahapan berikutnya ditinjau dari hasil pelaksanaan di lapangan. Keuntungannya adalah setiap penerima ada peluang akan mendapatkan bantuan secara berkala. Jika sukses dilaksanakan maka tahun berikutnya berpeluang mendapatkan bantuan yang sama. 

Sejatinya pembangunan melibatkan berbagai pihak. Perlu adanya partisipasi sekolah. Dalam hal ini sekolah penerima bantuan hendaknya menyampaikan informasi yang jujur terhadap kondisi yang ada disekolah tersebut guna mendapatkan bantuan secara berkala.

Kemudian HM. Nur Hidayat menjelaskan lebih jauh bahwa Kabupaten Rokan Hilir termasuk sangat baik dalam pelaksanaan. Predikat itu terbukti bahwa Kabupaten Rohil masuk dalam peringkat Rangking 3 besar seluruh Indonesia. Selain itu, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. Awalnya Rohil menerima sebesar 8 milyar, bertambah ke angka 15 milyar, pada tahun 2020 sebesar 32 milyar hingga pada Tahun 2021 ini sebesar 52 Milyar.

"Terkait APBD Rohil tahun 2021, sebenarnya perlu kita sampaikan. Dua tahun belakangan ini. Biaya Pembangunan di DisdikBud tak terlalu besar menguras keuangan APBD Rohil. Pembangunan banyak terlaksana melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pembangunan Pendidikan. Hal ini berkat kesungguhan kita melaksanakan dan memberikan informasi dapodik yang benar. Rohil terhitung sangat baik. Bahkan untuk Pembangunan SMP masuk dalam rangking 3 besar Indonesia dan setiap tahun mengalami peningkatan." Tutup Nur Hidayat. 

✍ AlieSN