RESES HUSAIMI HAMIDI DI BAGANSIAPIAPI, ADA APA LAM DAN BLOK ROKAN

Ahad, 28 Maret 2021

Husaimi Hamidi ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau saat memimpin rapat komisi.

PantauRiau.com- Husaimi Hamidi, SE,.MH Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau sekaligus Plt. Ketua DPC PPP Rohil  dan masyarakat berbaur dalam acara Reses di Bagansiapiapi Rohil. Perjuangan Husaimi Hamidi menggali PAD dari PLTA dan sosok Wakil Rakyat Viral dalam polemik Blok Rokan jadi pembahasan. Minggu (28/3/2021).

Reses atau istirahat dari masa sidang DPRD bagi Husaimi Hamidi, SE,.MH adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Reses yang juga dimaknai "balik kampung" menurutnya jadi moment berharga untuk meluangkan waktu bersilaturrahmi dengan masyarakat pendukungnya. Terutama kader-kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Reses kali ini Husaimi Hamidi, SE,.MH benar-benar berbahagia. Setibanya di kota Bagansiapiapi. Kader-kader PPP antusias menemui dan mendampinginya hingga pada saat melakukan kunjungan ditiga lokasi reses. Adapun titik lokasi yang beliau kunjungi adalah jalan masjid kelurahan Bagan Punak, jalan inpres Kelurahan Bagan Hulu, kampung Baru (KPL) kelurahan Bagan Hulu.

"Alhamdulillah, ini adalah momen yang paling saya senangi. Bisa bertemu orang kampung saya. Bersilaturrahmi dengan keluarga besar PPP. Sesuai dengan tugas dan fungsi saya menjemput aspirasi. Menjadi Wakil Rakyat harus bekerja selaras dengan kepentingan masyarakat, bukan individu atau golongan." Jelasnya.

Adapun pembahasan yang menarik pada saat sesi tanya jawab. Irwan perwakilan masyarakat mempertanyakan tentang keberhasilan Husaimi Hamidi dalam memperjuangkan PAD Riau dari sektor PLTA Koto Panjang.

"Awalnya, saya pelajari betul dokumen-dokumen tentang PLTA. Setelah itu kami rapatkan barisan di Komisi III. Selanjutnya kami kunjungi PLTA. Kita tak terima ada pembagian pajak untuk daerah tetangga. Waktu itu 50% untuk Sumbar, 50% nya lagi untuk Riau. Hal ini bertentangan dengan UU. Enak saja, mereka untung. Perusahaan beroperasi di Riau ya harus ke Riau semua pembayarannya. Alhamdulillah berkat perjuangan saya dan kawan-kawan saat itu bolak balik jakarta-medan-pekanbaru. Riau akhirnya  memperoleh 100% dari PLTA. Total deviden 3.5 M /tahunnya masuk ke kas daerah." Beber Husaimi.

Pernyataan tersebut disambut hangat oleh Al Syafira alias Ulung AAl Alumni Fakultas Ekonomi UIR.

"Saya bangga dengan prestasi orang Rohil seperti bapak. Gigih dan optimis dalam berjuang. Terbukti bapak bisa dipercaya masyarakat sampai 2 Periode saat ini. Dan saya berharap bapak tetap menjadi orang terdepan membela hak-hak masyarakat. Namun, kenapa bapak bersebrangan dengan LAM dan sempat Viral mempermasalahkan tentang Proses penetapan Direksi BUMD SPR?" Tanya Al syafira

        .

"Begini, banyak orang terlanjur salah paham. Harusnya lihat secara utuh. Saya wakil rakyat. Jangan kan BUMD, Gubernur pun saya kritisi. Ini bagian dari  pengawasan. Kemudian desas desus Blok Rokan dengan LAM. Saya ditugaskan untuk bicara, bukan untuk diam selaku Wakil Rakyat. Hendaknya meletakkan sesuatu sesuai peruntukannya. Dan negeri ini negeri beradat. Saya dewan ya saya bicara." Pungkasnya. (AlieSN).