DATUK ISKANDAR, SE "MASYARAKAT HARUS BERANI LAPORKAN PENGEDAR NARKOBA".

Ahad, 04 Juli 2021

Panglima Muda LLMB Rohil Riau Datuk Iskandar, SE

PantauRiau.com- Panglima Muda Datuk Iskandar, SE mengapresiasi aksi unjuk rasa yang dilakukan Masyarakat, Ormas dan Mahasiswa di Kecamatan Simpang Kanan kabupaten Rohil propinsi Riau pada Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, memberantas peredaran Narkoba tidak bisa dilakukan oleh Aparat penegak Hukum saja. Di butuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Karena masyarakat paling kenal dengan lingkungan tempat tinggalnya. 

"Makanya saya apresiasi masyarakat Simpang kanan. Mereka membangkitkan kesadaran untuk lebih peduli. Keberanian mereka musti kita dukung bersama." Tegasnya.

​​​​​​

Datuk Iskandar, SE adalah tokoh pemuda yang kukuh memperjuangkan Marwah masyarakat Melayu di Negeri seribu Kubah Rohil. Pantang baginya hanya diam saat masyarakat bersuara. Apalagi masyarakat sedang bergerak dalam pemberantasan Narkoba yang sangat meresahkan.

Sejatinya, Selaku Panglima Laskar Melayu Bersatu (LMB) Rohil yang membawahi ratusan Laskar di 18 kecamatan, Datuk Iskandar, SE memiliki daya besar membantu pergerakan masyarakat. 

"Dicubit satu sakit semua, tergores satu luka semua". Semboyan ini jadi pedoman kami membela masyarakat. Artinya, yang dilakukan masyarakat simpang kanan saat ini harus kami dukung." Jelas Iskandar, SE melalui chat whatsapp Ahad (4/7/2021).

Selanjutnya Datuk Iskandar, SE mengajak seluruh masyarakat Rohil untuk bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum yakni pihak Kepolisian.

"Saya menghimbau seluruh laskar yang tergabung dengan LMB dan masyarakat Rohil untuk tingkatkan kepedulian. Jangan beri peluang pengedar beroperasi. Jika ada informasi segera laporkan. Narkoba harus kita basmi." Tegasnya.

Terakhir Panglima Muda LMB ini menjelaskan. "Jika perlu usir mereka dari kampung kita. Masyarakat tak boleh lagi membiarkan mereka merusak generasi dan kehidupan kita. Pengedar dan oknum yang terlibat adalah perusak. Mereka berjualan dan dapat untung, masyarakat juga yang rugi dan sengsara karena barang haram tersebut." Pungkasnya. (AlieSN).