Indonesia Termasuk Pasar ketiga Di Asia fasifik

Selasa, 15 November 2016

PANTAU RIAU.COM JAKARTA- Indonesia dianggap sebagai pasar cat terbesar di Asia Pasifik.

Managing Director AkzoNobel Decorative Paints South East & South Asia, Jeremy Rowe mengatakan hal tersebut menjawab pertanyaan Kompas.com saat temu media Dulux Designer Awards 2016 di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Kendati tidak bersedia mengungkapkan persentase dan volume kontribusi terhadap pendapatan AkzoNobel, Jeremy menegaskan Indonesia hanya kalah dari China, dan India, namun di atas Vietnam.

"Kami salah satu pemain cat terbesar dunia atau nomor dua secara global untuk tahun ini. Tahun 2014 nomor satu. Indonesia berkontribusi signifikan terhadap perolehan perusahaan," jelas Jeremy.

Tahun 2015, dia menuturkan, AkzoNobel mencatat pendapatan senilai 3 miliar Euro. Kontribusi Asia Pasifik paling besar, disusul Amerika, dan Eropa.

Pada tahun yang sama juga AkzoNobel menginvestasikan dana sebesar 346 juta euro untuk melakukan riset dan inovasi guna kepentingan menghasilkan produk berkelanjutan.

Apresiasi

Melalui anak usahanya di Indonesia, PT ICI Paints Indonesia, menggelar Dulux Designer Awards 2016 sebagai apresiasi terhadap karya arsitek dan desainer, tokoh keberlanjutan serta industri terkait.

Perhelatan ini, menurut Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia Jun de Dios untuk kali pertama digelar.

"Inovasi dan keberlanjutan menjadi faktor utama dalam kriteria penilaian dewan juri," kata de Dios.

Selain dua kriteria tersebut, yang lainnya adalah desain, inovatif, dan estetik. Untuk desain, proyek yang dinilai harus mengandung tiga aspek yakni fungsional, kokoh, dan menarik.

Sementara kriteria inovatif adalah proyek yang bersangkutan memberikan solusi dengan konsep pendekatan baru, membuat perbaikan atay meningkatkan kualitas bangunan yang ada.

Terakhir warna, harus sesuai dengan konsep bangunan, menekankan pengertian darinwarna yang digunakan, dan dapat diterima secara umu (kompas)