Daerah

Ir.M Hasbi:Pengguna Jasa Ro Ro Dumai-Rupat Jangan di Jadikan'Tumbal'

DUMAI (PRC) -Masyarakat Propinsi Riau kususnya Kota Dumai-Kabupaten Bengkalis mempertanyakan model pelayanan yang dilakulkan Dinas Perhubungan Prop Riau dalam melakukan pelayanan publik penyemberangan RO-RO Kota Dumai-Tanjung Kapal Kecamatan Rupat.

Sangat memprihatikan dan menyedihkan sekali,Masyarakat menilai dalam proses penyemberangan melalui Ro-Ro penyebrangan laut Dumai-Rupat,jangan dijadikan masyarakat tumbal baik Nyawa,harta benda,anak anak karena konsep pelayanannya tak jelas sama sekali.

Menurut Ketua Koaliasi Lsm Pelayanan Publik dan Ketum DPP YLBHN bahwa pelanggaran hukum mulai terjadi,ketika pembelian tiket penyemberangan, baik yang datang dan pergi,karena pencatatan yang dilakukan diatas kapal penyemberangan sehingga dalam manifes tidak jelas berapa orang dibawa dalam angkutan penumpang.barang barang,kendaran bermotor roda dua dan empat.

Menurut aturan yang benar, setiap orang dan kendaran berangkat harus didata dan dicatat pada awal pembelian tiket pada administasi Dinas perhubungan mulai jumlah penguna jasa mau berangkat orang dewasa,anak anak.kendaranya pada pencatat sebagai tanda bukti pencatatan didarat.

Ternyata pola dilakukan Dishub Propinsi Riau dalam menjual tiket Ro Ro penyemberangan seperti menjual tiket bioskop, tidak mencatat penumpang.barang barang,kendaran dll.ini dilakukan dilaut bila terjadi kecelakaan seperti yang  dialami kecelakaan di Danau Toba.dll kita tidak tahu jumlah penumpang yang pasti berapa jumlah.kendaraan roda dua.empat.barang bila kapal mengalami kecelakaan laut baik tabrakan.dihantam gelombang dan tengelam karena tidak pencatan yang pasti disisi administasi daratnya.

Belum lagi ruas jalan menuju kapal Ro-Ro hancur sehingga ketika melakukan perjalanan menuju kapal RO RO dgn susah dgn kondisi jalan rusak parah dan bergelombang menimbulkan ketidakan nyamanan dalam pelayanan publik.Belum lagi permaian tiket dilakukan oleh oknum2 tertentu berulang kali dipergunakan bagi penumpang ketika diatas kapal Ro Ro tsb tiket tsb tidak disobet dan diambil kembali secara utuh kemudian dijual lg,bebernya.

Pimpinan Dishub Propinsi Riau adalah kepemimpinan (ABS) yaitu Asal Bapak Senang tidak pernah mengecek fakta yang terjadi dilapangan, dengan laporan anak buahnya dianggap baik dan clear semua.Bagi mengatasi hal ini Kadis Hub Propinsi Riau harus diganti dengan orang punya moral baik serta profesionalisme dalam bekerja bukan dalam pikirannya yang saja dengan mengabaikan keselamatan manusia dengan pelayanan publik tidak memuaskan sama sekali.

"Ambradul bertambah parah tidak jelasnya pengaturan jadwal kapal Ro Ro penyemberangan bila Dua buah dipakai untuk penyemberangan pulang pergi dgn lancar dan bila salah satu rusak tidak dibuat cadangan penganti sehingga penumpang terlantar dan menjadi antrian panjang.Demikian pula masalah izin trayek bisa kapal angjutan izinnya mati perizinan sehingga kapal Ro Ro tidak beroperasi mengangkut penumpang penyemberangan 

Kami berharap KPk,Kejagung,Kapolri,Kapolda Riau,Kejati Riau,Kapolresta Dumai,Kejari Dumai melakukan penegakan hukum dan pungli demikian Menteri Perhubungan cq Dirjen Perhubungan Laut menertibkanya supaya tidak ada tumbal manusia.barang dll bila dilakulan penyemberangan Ro Ro " Ungkap hasbi. ***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan