Politik

Adanya dugaan pelanggaran oleh PPK Mandau, 14 Parpol layangkan surat mosi

Perwakilan 14 Parpol saat menggelar Press Release kepada sejumlah awak media

DURI (PRC) – Dengan adanya dugaan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu), baik itu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Riau, membuat ricuh atau gaduh beberapa saksi antar Partai Politik (Parpol) di Gedung Bathin Betuah tempat penyelenggaraan Pleno.

Penyelenggaraan Pleno di Gedung Bathin Betuah Duri yang dipandu oleh PPK Kecamatan Mandau sempat terhenti karena suasana semakin memanas beberapa saksi antar parpol membaikot pleno dengan penjagaan dari pihak kepolisian super ketat.

Dengan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak PPK Kecamatan Mandau tersebut membuat beberapa parpol melayangkan surat mosi tidak percaya (press release) oleh perwakilan 14 Parpol yang diwakili oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Kaderismanto, SH, Wakil Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Riau Hendri, M.Si, Wakil Ketua DPW PAN Provinsi Riau Rianto, SH, Ketua DPC Hanura Bengkalis Jon Hendrizal, Ketua DPC PKB Bengkalis Misliadi, SHi, Ketua DPC PSI Bengkalis Hengky Edison, ST serta beberapa pimpinan parpol lainnya.

Dalam keterangan dari Kaderismanto yang mewakili 14 Parpol menjelaskan bahwa telah menemukan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan oleh Penyelenggara Pemilu melalui saksi-saksi yang berada di TPS saat pemungutan suara dalam bentuk C1.

Untuk diketahui oleh masyarakat umum bahwa C1 itu merupakan Berita Acara Pemungutan dan penghitungan Suara di TPS saat Pencoblosan berlangsung.

“Bukti-bukti itu yang ditemukan adanya terjadi penggelembungan suara yang cukup ekstrem di lebih kurang pada 67 TPS di kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Disini kita bersama dengan antar lintas Partai ada PAN, Golkar, Hanura dan partai-partai lainnya. Diindikasikan ini sudah masuk dalam kategori bukan lagi kecurangan Pemilu tetapi sudah kejahatan Pemilu,” ujar Kaderismanto.

Kaderismanto yang akrab disapa KD ini juga meminta secara tegas tentunya kepada penyelenggara Pemilu yaitu PPK Mandau, Panwaslu Mandau, Banwaslu Bengkalis dan juga KPU Bengkalis serta Riau.

“Kita meminta kepada penyelenggara pemilu secara tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena kami juga dari lintas parpol Bengkalis lebih kurang 14 Parpol yang ada. Yang pertama kami (14 Parpol,red) menyiapkan laporan pidana pemilu kepada Bawaslu dan Gakumdu Bengkalis. Kami juga membuat surat kesepakatan bersama yang akan disampaikan kepada KPU RI, Bawaslu RI dan akan ditembuskan kepada semua pihak-pihak terkait hingga ketingkat pusat seperti Kapolri dan Jaksa Agung, agar masalah ini dapat segera diatasi,” pintanya.

Temuan-temuan yang ada dilapangan melalui penghitungan suara secara manual dan apa yang diindikasikan ternyata terbukti.

“Di C1 ada 157 suara untuk salah satu parpol, setelah kita hitung secara manual suaranya hanya 85, namun suara sebenarnya hanya 72 suara. Hal ini tidak hanya 1 parpol saja yang dirugikan namun hampir semua parpol yang dirugikan. Kita semua antar lintas parpol akan usut tuntas penyelenggara pemilu ini. Mudah-mudahan apa yang menjadi indikasi kejahatan ini maka dapat hukum ditegakkan,” tegasnya.

Hal yang sama juga diujarkan oleh Rianto dalam konfrensi persnya, meminta agar segera meneliti kembali. Kita juga minta serius, bagi saksi papol yang keberatan agar tetap menjaga C1 nya. 

“Kita akan kumpulkan dan susun berapa terjadi kenaikan suara yang luar biasa dan segera dilaporkan untuk tambahan barang bukti. Kita ingin Pemilu ini jujur dan adil dan bersih, kami ingin bersih dalam setiap Pemilu. Apabila Parpol tersebut terbukti maka kami meminta agar segera didiskualifikasikan untuk tingkat kabupaten, kota dan Provinsi dengan segera,” tambah Rianto.

Tidak luput juga Ketua DPC Hanura Bengkalis Jon Hendrizal menambahkan, Mengapresiasi komunikasi antar lintas partai, serta semoga apa yang menjadi kesepakatan teman-teman ini secara bersama tetap ditindak lanjuti. 

“Harapan kami dari Hanura kalau bisa dilakukan Pemilihan Ulang khusus di Mandau pada TPS yang kotaknya sudah dibuka hingga hari ini, Karena kecurangan-kecurangan ini sudah terbukti,” harapnya.

Tak ketinggalan juga Hendri, S.Ag atau akrab disapa Ongah juga ikut menuturkan untuk menindak lanjuti fenomena yang terjadi terhadap adanya temuan-temuan C1 khususnya di dapil Kecamatan Mandau Bengkalis 4 maka kita sudah melakukan dan menyampaikan keberatan kepada pihak penyelenggara. 

“Pertemuan dengan pihak KPU Bengkalis dan Provinsi dapil Provinsi dan Banwaslu Provinsi disepakati bahwa untuk penghitungan selanjutnya dengan tidak mengabaikan PKPU tetap dibuka C1, teli dan tong untuk dihitung suara,” tuturnya.

Ditambahkan Ongah, Apabila terjadi kejanggalan-kejanggalan bagaimana dimaksud kita minta pihak penyelenggara dan pihak Panwaslu menindak lanjuti dan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Kalau itu sudah sampai pada kejahatan Pemilu, tentu akan pidananya. Hal ini kita serahkan kepada Panwaslu dan Gakumdu untuk menindak lanjuti dan memberi sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Terkait dengan adanya isu merebak di media sosial bahwa yang terjadi kericuhan di Gedung Bathin Betuah pada saat Pleno karena ada sebuah dukung mendukung 01 dan 02.

“Ini semua tidak benar, Yang terjadi saat ini bukan masalah Pilpres atau yang didukung oleh Pemerintah itu tidak benar. Ini semua murni karena telah terjadi penggelembungan suara Legislatif baik itu tingkat DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Jadi ini kami tegaskan tidak ada penggiringan opini untuk capres dan cawapres. Ini murni karena terjadi penggelembungan suara pada tingkat legislatif. Jika pun terjadi pada tingkat Capres dan Cawapres nanti ya tidak ada masalah dan harus bermain jujur. Saya sebagai pihak dari DPW PAN mengatakan itu clear dan tidak ada masalah,” pungkas Rianto.

Surat kesepakatan bersama dan pernyataan mosi tidak percaya kepada Penyelenggar Pemilu Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang mana masuk dalam Dapil Bengkalis 4 ini segera dilayangkan dan ditindak lanjuti serta dijatuhi sanksinya bagi yang melanggar pesta Demokrasi tersebut.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan