Hukrim

Pencurian serta Pembunuhan di Pematang Pudu, Salman ditemukan Tewas

Jenazah Salman saat hendak dibawa ke RSUD Duri

DURI (PRC) –  Kasus pencurian serta pembunuhan sangat tragis terjadi pada Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah Tahun 2019, Kejadian ini juga sangat kejam terlihat pada kondisi korban yang digelumuri oleh darah dan belum diketahui dengan pasti dilakukan oleh siapa.

Kejadian pencurian dan Pembunuhan ini terjadi di Jl. Bathin Betuah (Proyek Sakai) Gg. Pelita 4 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kota Duri, yang lingkungan nya juga banyak dipadati oleh warga.

Kasus pencurian disertai pembunuhan ini telah memakan korban bernama Salman (42) seorang karyawan swasta PT. Survayor Indonesia yang ditemukan tewas tidak bernyawa lagi saat ditemukan dalam keadaan tidur serta dinding pada kamarnya banyak dipenuhi oleh bercak-bercak darah.

Kapolsek Mandau Kompol. Ricky Ricardo,Sik mengatakan Berdasarkan keterangan saksi pada hari senin tanggal 13 Mei 2019 sekirar pukul 01.30 wib, korban baru pulang dari tempat kerjanya kerumah, lalu korban masuk kedalam rumah melalui pintu depan, setelah itu korban yang juga suami dari saksi langsung masuk kedalam kamar serta tidur, kemudian ia bersama anak-anaknya sedang tidur diruang tengah,” kata Kapolsek Mandau Kompol. Ricky Ricardo,Sik saat dikonfirmasi pantauriau.com Senin (13/5/19).

“Saksi- saksi pada Peristiwa ini ada beberapa orang diantaranya Rifna (istri) Korban (31), Zahra,(13) perempuan anak korban, Arkan (10) Laki-laki anak korban serta Afwita, (33), perempuan, alamat dibelakang rumah korban,” terangnya.

Ditambahkan Kapolsek, Masih keterangan dari saksi bahwa Sekitar pukul 05.00 wib saksi terbangun mendengar suara azan kemudian ia mau membangunkan korban untuk pergi kerja, pada saat ia masuk ke dalam kamar ia melihat bercak darah didinding dan melihat korban (suami) telah meninggal dunia serta ditemukan dalam keadaan telah berdarah, Lalu melihat kamar dalam keadaan berantakan, setelah dicek ke dalam lemari 2 buah cincin dan 1 kalung emas telah hilang.

“Lalu istri korban sekitar pukul 05.30 wib mendatangi rumah Afwita untuk meminta melihat korban, kemudian Afwita mendatangi rumah korban dan melihat darah didinding serta melihat korban telah meinggal dunia,” tuturnya.

Sekitar pukul 06.00 wib Ka SPK bersama piket reskrim dan intelkam mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) sesampainya di TKP dan langsung melakukan olah TKP, mengamankan TKP,  serta mencatat keterangan dari saksi.

Adapun hasil olah TKP :
1. Ditemukan korban telah dalam keadaan meninggal dunia dalam keadaan terlentang.
2. Ditemukan luka tusukan dibagian perut dan luka dibagian belakang kepala dan wajah korban.
3. Kondisi kamar dalam keadaan berantakan pintu lemari dalam keadaan terbuka dan kain baju berserakan.
4. Pintu kamar dan dapur belakang tidak dalam keadaan rusak.

“Sekitar pukul 06.50 wib korban langsung dibawa ke RSUD mandau Jl.Stadion kelurahan Air jamban, Kecamatan Mandau untuk dilakukan visum, lalu Sekitar pukul 06.55 wib Ka SPK dan piket Reskrim memasang Police line didepan pintu kamar serta pintu depan rumah korban,” pungkas Kapolsek Mandau Kompol. Ricky Ricardo.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan