Melawan lupa

Diduga adanya aliran dana FKTP mengalir ke Dinkes Kabupaten Rohil mencapai miliaran .

Foto kantor dinas kesehatan dan ilustrasi gambar uang

Rokan hilir(pantauriau. com) Indikasi dugaan Penyelewengan pengunaan dana fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) Puskesmas sekabupaten Rokan Hilir yang bersumber dari dana kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2015 hingga 2017 diindikasi disalah gunakan dalam pengunaannya , dana FKTP tersebut seharusnya diperuntukan sebagai penunjang kesehatan untuk masyarakat serta puskesmas , perlunya perhatian serius dari penegak hukum untuk memulai penyelidikan atas dugaan pengunaan dana kapitasi FKTP dipuskesmas tersebut 

Dikonfirmasi dari sumber yang dapat dipercaya selasa 11/06/2019 ,dikutip dari lembaga ICW koordinator divisi monitoring pelayanan publik Inddonesia Corrouption Watch (ICW) Febri Hendry pernah menyampaikan berdasarkan kajian yang pernah dilakukan oleh lembaga tersebut dana KAPITASI yang digelontarkan kepuskesmas sering kali terjadi penyelewengan serta mengalir oknum pejabat tinggi bahkan sampai ke kepala daerah, ungkapanya 

Pengunaan dana kapitasi FKTP puskesmas tersebut sebagian diperuntukan untuk pengobatan pasien peserta BPJS kesehatan dan sisa dana kapitasi FKTP tersebut seharusnya bisa digunakan lagi untuk kepentingan puskesmas seperti medical fee dan obat habis pakai dan lain lainya tapi diselewengkan 

Berbagai modus yang dilakukan oleh oknum dilingkungan dinas kesehatan serta oknum puskesmas dalam penyelewengan dana kapatasi tersebut bahwa sejak tahun 2015 hingga 2017 dana kapatasi FKTP puskesmas seKabupaten Rokan Hilir memperoleh alokasi dana jaminan kesehatan nasional yang disebarkan keseluruh puskesmas yang ada dirokan hilir cukup besar yaitu mencapai 37 miliar lebih, dari investigasi yang dilakukan bahwa sebanyak 5,509 miliar dana FKTP tersebut diselewengkan paparnya 

berdasarkan hasil investigasi sumber mengatakan berbagai kecurangan serta modus dalam penyelewenagan dana kapitasi FKTP tersebut contohnya seperti pelaporan dalam pengunaan dana FKTP tersebut indikasi dugaan pemanfaatan dana kapitasi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan perundang undangan serta manipulasi data bukti pertsngung jawaban dalam pencairan dana kapitasi tersebut, adanya indikasi dugaan belanja fiktif terutama pada belanja ATK, alat habis pakai serta alat kesehatan dan Akun belanja lainya 

Adanya indikasi dugaan manipulasi data peserta yang berobat kepuskesmas setiap bulannya serta adanya indikasi pungli dan pemotongan dana FKTP tersebut adanya dugaan indikasi potensi kerugian negara tersebut menjadi jalan awal masuknya penegak hukum untuk menilik dan memeriksa pengunaan dana FKTP kapitasi apakah ada indikasi kerugian negara dalam pengunaan dana JKN ini. Serta dengan melihat SPJ secara keseluruhan dalam kegiatan tersebut  tuntasnya (sy*)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan