Peristiwa

Pembangunan Jembatan di Desa Naga Beralih Mangkrak, Kelompok Tani Danau Seberang Teraniaya

Kampar (PRC) -  Warga Desa Naga Beralih Keluhkan  Pembangun Jembatan yang Terbengkalai, terletak di Dusun II Desa Naga Beralih, Kecamatan Kampar Utara, Provinsi Riau. 

" Pasalnya jembatan yang sempat dibangun menggunakan Dana Desa (DD) tahap II Tahun 2017 terhenti dan tidak di kerjakan lagi.

Salah seorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya, menyampaikan 34 Hektar luas lahan landang (sawah) kami disitu, namaun jembatan tidak ada, kemaren jembatan ini sudah sempat dikerjakan, tapi tiba - tiba pengerjaannya dihentikan, kami tidak tau penyebabnya, entah dimana salahnya."katanya.

Padaha jembatan itulah harapan kami kemaren untuk mempermudah kami untuk mengangkut hasil panen, karna disitulah akses kami satu - satunya untuk keladang, selain ladang (sawah) kami, ada juga warga yang memiliki kebun karet dan sawit.

" Sekarang untuk mengangkut hasil panen, padi, sawit, karet, pupuk dan peralatan lainnya, kami harus melewati jembatan bambu yang kami buat sendiri, itupun kami sering jatuh karna lantainya hanya dua batang bambu di atas dan dua di bawah, sekali sebulan kami gotong royong untuk memperbaikinya."ujarnya.

Kelompok Tani Seberang Danau sangat merasa teraniaya akibat jembatan penyebrangan tidak ada,  karna kelompok tani seberang danau yang beladang disini rata - rata janda - janda yang sudah berumur hampir 60 tahun."ucapnya.

Yang paling susahnya saat kami penen padi, saat melewati jembatan bambu itu kami melatakkan padi di atas kepala, kalau tidak hati - hati jatuh kesungai, terkadang kita sudah hati - hatipun sering jatuh."terangnya.

" Coba kalau ada jembatan kita tidak susah lagi untuk mengangkut hasil panen, kita bisa mengangkutnya menggunakan sepeda.

Kemaren kita dapat jalan Usaha Tani 1 kilo, karna akses untuk mengangkut bahan tidak ada, jadinya di alihkan ketempat lain."tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Nada Beralih Razali menyampaikan Permasalahan jembatan yang terbengkalai ini menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2017, pada saat itu saya belum dilantik,  saya dilanti tanggal 28 Desember sedangkan Dana Desa (DD) yang di gunakan untuk pembangunan jembatan ini cair sekitar tanggal 25, kalau tidak salah, karna beberapa hari sebelum saya dilantik DD itu cair."Kata Razali  kepada pantauriau.com di ruangan kerjanya, Senen (08/07/2019).

Setelah saya dilantik, terkait permasalahan pembangunan jembatan ini, pada saat itu saya mendatangi PJ Syafii, supaya tidak terjadi permasalahan nantinya, saya sarankan kepada safi'i untuk men SILPA dana tersebut, karna masa aktif nya tinggal beberapa hari lagi, saya katakan kepada syafii tidak mungkin abang bisa mengerjakan jembatan ini dalam waktu 2 hari, kata saya kepada Syafii, saat itu dia mengiakan bahwa akan mengembalikan anggaran itu."ujar Razali.

"Namun, ternyata Syafii (PJ) tetap mengerjakan pembangunan jembatan tersebut, langsung dia diberikan kepada pemborong di ambil oleh pihak ketiga, dan ia serahkan uang itu semua kepada pemborong tantap ada bukti serah terima.

" Tau - taunya dalam perjalan pembangun jembatan ini, pengerjaannya tidak selesai dan uangnya habis.

Terkait permasalahan pembangunan jembatan yang terbengkalai, Ispektorat sudah turun mengecek pekerjaan pembangun jembatan itu, seteleh pengecekan terhitung bobot kerjanya baru 20% yang selesai, dengan anggaran DD 136 juta, setelah pemeriksaa ada temuan Inspektorat sekitar 118 juta.

"Namun sampai saat ini belum ada uang Silpa yang masuk ke rekening Desa."ujar Razali.

Surat dari Camat dan Inspektorat sering masuk ke kita, agar kita menyampaikan kepada Syafii (PJ) agar uang pembangunan jembatan tersebut untuk di Silpa kan.

Dan kita sudah menyampaikan, kita surati  PJ, tapi PJ Syafii bilang iya - iya saja, sampai saat ini belum juga di Silpa kan.

Untuk pembangunan jembatan yang saat ini bermasalah sudah kita masukkan dalam RPJM Desa, untuk penyelesain jembatan itu, ada rencana kita untuk melanjutakan pembangunan jembatan tersebut, tapi dengan syarat kita harus menerima Silpa dulu."tuturnya.

Sebab nanti bisa tergendala oleh permasalahan ini, nanti di permasalahkan bobot yang lama seperti apa, nanti barang ini sudah selesai, di pertanyakan bobot yang lama kepada kita, akhirnyakan susah juga jadinya."

" Kalau sudah di Sipa kan pembangunan jembatan ini kita lanjutkan apa yang kurang kita tambah."ungkapnya.

Pada akhir 2018 orang ini (pemborong) seakan - akan men Silpa kan, sebab banyak barang yang berlebih. Karna barang ini akan di Silpa kan pihak pemborong membawa kembali semen, besi untuk pembangunan jembatan itu.

"Dengan alasan karna akan di Silpa kan, karna ini barang kami, sebab kami akan membayar lagi, jadi barang ini kami bawa dulu kata pemborong. "Tau - tau tidak ada juga di Silpa kan sampai saat ini."ucapnya.

Kemaren ada usulan dari Kepala Dusun untuk membangun jalan semenisasi di lokasi sawah petani, namun tergendala karna jembatan tidak ada, saya katan kepada kepala dusun tidak mungkin saat ini kita membangun jalan di sana bagaimana cara kita mengangkut bahan material dengan menyebrangi sungai, tidak mungkin kita memikul bahan meterialnya keseberang."terang Razali.

PJ Syafii sampai berita ini diterbitkan belum bisa di konfirmasi, saat di hubungi pantauriau.com Henphone nya tidak aktif.




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan