Serba-serbi

Viral.!! Bahasa "Kampie" Ini Penjelasan Ocu Aidil 

Kampar (PRC) - Bahasa  "Kampie" mendadak Viral di Mediasosial terutama bagi masyarakat Kampar, Branda Facebook Netizen dipenuhi dengan pertanyaan dan makna bahasa Kampie.

Bahasa Kampie ini Viral berawal dari pemberitaan media online AuraNEWS.id dengan judul "Ocu Aidil Sebut Pejabat Kampar Hanya Memikirkan 'Kampie".

Ocu Aidil merupakan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Kampar, yang juga menjabat sebagai Dandim 0313/KPR,


Dikutip dari akun Facebook Ocu Aidil menjelaskan, "Kampie itu lazimnya dari anyaman daun pandan, Orang ocu pasti tahu apa kampie," tulis Ocu Aidil di Akun Facebook miliknya, Minggu (28/07).

"Tapi, kampie sulit ditemukan karna daun pandan sudah mulai punah dan orang tua kita, pengrajin daun pandan juga sudah sangat jarang. Mungkin sebagian besar anak anak sekarang tidak mengenal kampie," Ocu Aidil menjelaskan.

"Itu juga lah hikmah pilihan kata saya, dengan 'KAMPIE' yang menghebohkan. 'Ya setidaknya perbendaharaan kata ocu generasi kita bertambah, baik makna sesungguhnya maupun makna kiasannya,"kata Ocu Aidil.

"Sebagai pejabat berpikir kampie itu musti dilakukan, tapi hanya memikirkan 'Kampie' itu lah yang memilukan." Ya, simak lah beberapa fakta yang dapat diamati selama ini,"ujar Ocu Aidil.

Event baru saja di laksanakan 'Kampar International Daragon Boat Festival 2019 (KIDBF2019)' yang cukup mengaungkan Kampar minggu lalu beberapa respon para Pejabat Kampar sebagai berikut :

1. Pak Gubri tidak butuh waktu lama memutuskan untuk mendukung acara KIDBF 2019, mungkin hanya 2 atau 3 menit saja, padahal beliau dan  panitia paham bahwa kegiatan ini tanpa APBD, sementara di Kampar kami butuh waktu 4 bulan bahkan terkesan sengaja dihambat.


2. Pemerintah Provinsi mendukung dalam bentuk kebijakan penuh bahkan bersedia menyumbang melalui Undangan VVIP yang berbayar untuk dibagi - bagikan sebagai cara mereka untuk menyumbang, panitia tawarkan 40 lembar malah minta 100 lembar undangan di Kampar, baru ditawarkan saja "Sang Kadis" lansung bicara mangale kolian? (jualan kalian) panitia  yang hadir rapat saat itu hanya mengelus dada.

3. Sambil rapat kesiapan 17 Agustus 2019 di Ruang Rapat Kantor Bupati Rohul, rencana KIDBF2019  dikemukakan dengan singkat dan para pejabat Rohul sangat apresiasi serta memberikan Bantuan melalui 10 undangan VVIP, sementara di Kampar NOL besar + hujatan ke panitia.

4. pada saat Pemaparan sejarah peradaban melayu tua Kampar dengan menghadirkan tokoh - tokoh, praktisi, para budayawan dan peneliti Nasional ke Kampar, serta para mahasiswa dan undangan di Balai bupati yang terhormat, 'tapi tak satupun pejabat Kampar datang.  "Ndak lo manitiok satitiok ayu do (tak ada bantuan setetes air pun -red) jan kan makan le (jangankan untuk makan lagi), kutung katang la (susah payahlah) Buya DR Khairul Anwar dan team mancai minum dan makan  ondeee..Kampar!!..Kampar!!..????????

5. Pembukaan KIDBF yang dihadiri Pak Gubri, dengan terpaksa dibisikkan agar pak Gubri tidak lama lama ditempat acara karna panitia tak mampu siapkan makan siang.Lucu dan malu terasa karna berbagai kegiatan di kabupaten lain yang dihadiri pejabat provinsi belum pernah terjadi seperti itu.ya itu la kampar.Kampar tempat,lahir,dibesarkan dan tempat mengabdi.


6. Surat Keputusan (SK) panitia itu di Cap dan tanda tangan Bupati Kampar tapi SK tinggal SK, nggak ngefek kata millenial, bahkan salah seorang Kabag saja secara terbuka manyampaikan tidak mendukung, tidak pernah hadir rapat dan tidak sepotong kursi menjadi kewenangannya yang dapat dipinjam, sementara para pejabat di Provinsi tidak perlu SK, mereka memberikan apa yg bisa diberikan dalam mensukseskan acara.Terima kasih para pejabat di Provinsi Riau."Love u so much."????????

masih banyak lagi fakta fakta yang bisa di ungkap atas cerita "Kampie" itu, mungkin sebagian menolak penilaian sujektif tersebut. Tapi selaku Putra Kampar yang bisa mengamati dan membandingkan dengan wilayah lain, yang iklas dan saling membantu sehingga saya begitu yakin bahwa mereka memang hanya memikirkan kampie, semua kita  memiliki hak untuk menyampaikan kritikan demi majunya Kampar kedepan. 

Sebagai penutup, 
Perhelatan akbar KIDBF 2019 Alhamdulillah sudah berjalan dengan sukses, walau masih banyak kekurangan, kemaren(Sabtu sore) panitia sudah dibubarkan. Sebagai pertangungjawaban, selaku ketua penyelenggara telah  dipaparkan kepada seluruh yang hadir baik sumber dana maupun penggunaannya, agar tidak ada fitnah antara kita.

Kepada panitia KIDBF2019 saya sampaikan bahwa saya tidak akan pernah lupakan tetes keringat, waktu, pikiran dan tenaga dari pemuda pemuda kampar yang Iklas. Saya salut dan banggakan para panitia.Tetaplah rawat dan tularkan prilaku ikhlas, yakin lah, bahwa ada campur tangan ALLAH dalam upaya yang ikhlas untuk menuju sukses.


Wassalam
Selamat berakhir pekan.
.
.
#aidilocu
#AHshare




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan