Hukrim

Di Dumai Hutan Magrove Nerbit dibabat Dan Dijual ke Negri Jiran

Foto Riauperistiwa

DUMAI (PRC) -Maraknya perusakan hutan magrove, ternyata ulah para pengusaha arang yang arangnya dikirim ke negeri jiran secara ilegal.

Hutan bakau penyangga pantai atau di sebut juga hutan mangrove yang semestinya sangatlah dilindungi ternyata malah dirusak secara besar-besaran dan membabi buta oleh pengusaha arang yang ada di Nerbit Kec. Sei Sembilan Kota Dumai.

 

Terbongkarnya, ternyata salah satu pengusaha arang berinisial Jnd, yang tinggal di Nerbit Kec. Sei Sembilan, Kota Dumai saat tim investigasi mencoba melakukan pengecekan kelokasi, berhasil mengambil beberapa bukti berupa gambar, sebagai dokumentasi dari lokasi beroperasinya usaha arang tersebut.

 

“Oknum pengusaha arang yang berinisial Jnd ternyata dalam perbulan, arang yang dikelola dari bahan kayu hutan magrove tersebut bisa mencapai 40 sampai 50 ton.” Ucap narasumber yang tak ingin dipublikasi.

 

Sesuai Undang Undang No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan tegas menyatakan bagi perusak hutan yang dilindungi, diberikan sanksi 10 tahun penjara dan denda Rp 5 milyar.

 

Dan sesuai dengan Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Hutan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistim, bagi perusak dan pengelola lahan tanpa izin diwilayah konservasi dapat dikenakan pidana penjara 10 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta.

 

Semestinya hal-hal tersebut tidaklah terjadi apabila tidak adanya unsur pembiaran dari pihak penegak hukum yang ada. Sudah semestinya Undang-Undang yang berlaku Di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini diterapkan. Agar masyarakat tidak menganggap aparat penegak hukum melakukan pembiaran dan terkesan tutup mata.***

 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan