Pemerintah

Dongkrak Perekonomian Masyarakat Pemdes Pulau Lawas Bangun Dinasti Wisata

BANGKINANG (PRC) - Melalui Dana Desa (DD) Tahun anggaran 2019 Pemerintah Desa (Pemdes) Pulau Lawas. Bangun Objek Wisata Batang Mobau Island guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Wista Batang Mobau Island ini terletak tidak jauh dari pusat kota bangkinang, dari kota bangkinang menuju tempat wisata ini hanya menghabiskan waktu lebih kurang 10 menit. Tepatnya di Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau.

Pantaun dilapangan berbagai macam wahana hiburan siap memanjakan pengunjung. Seperti jeski, peed boat, sport sefie, dan lain sebagainya, hari ini pengunjung sudah mulai memadati tempat wisata tersebut. 


"Pembangunan Objek Wisata Batang Mobau Island ini bersumber dari dana desa (DD) tahung 2019," ujar Kepala Desa Pulau Lawas Andri Nuras, kepada pantauriau.com, Sabtu (14/9).

Dikatan Andri, pembangunan objek wisata ini   bertujuan untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat, kalau hanya fokus pada pembangunan semenisasi dan  drainase itu hanya kepentingan sesaat. Dalam konteks di dusun kampung godang semenisasi dan grainase sudah cukup memadai, makanya kami fokuskan pada pembangunan objek wisata, karna saat ini kami fokus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Karna dengan dibuka nya objek wisata ini nantinya akan mampu mehidupkan perekonomian masyarakat, mereka bisa jualan, jaga parkir, dan pekerjaan lainnya yang ada di tempat wisata ini, otomatis ini aka mengurangi angka pengangguran di Desa Pulau Lawas," sebut Andri.

"Ide untuk membuka objek wisata ini awalnya muncul ketika kami dituntut untuk membuat produk unggulan desa, produk unggulan desa sebelum nya adalah tanaman ubi, karna ubi persaingan sudah mulai banyak. Kami cobalah inovasi baru yaitu membuka pariwisata 'alhamdulillah' tokoh - tokoh masyarakat dan masyarakat sangat mendukung, berkat dukangan masyarakat, akhirnya kami rembukkan dan kami musyawarahkan lah, sebelum tempat wisata ini dibuka," kata Andri. 

Lanjut Andri, usaha yang kami lakukan agar wisata ini berjalan, kami akan bekerja sama dengan lintas sektoral, sebelum itu kami akan membenahi diri dulu dari dalam. Karna pokdarwis sudah terbentuk, akan kami masukkan pokdarwis ini di bawah naungan badan usaha milik desa (Bumdes) jadi disana nantinya ada usaha yang di kelolah oleh badan usaha milik desa resmi yang didirikan oleh desa, untuk kepentingan bersama dan menikmati hasilnya pun bersama.

Selain itu, kita juga butuh bantuan dari lintas sektoral seperti Dinas Pariwisata dan PUPR, karna wisata di pinggir sungai tentu kita butuh turap, kalau dari dinas pariwisata kita butuh wahana permainan atau warung kontainer untuk pelayana sesuai dengan sapta pesona tujuh pesona untuk wisata.  

Kami berharap kepada pemerintah, kabupaten, provinsi atau kementrian, suapaya dapat memaksimalkan usaha kami, karna ini jalan satu satunya yang  lebih optimal dalam mensejahterkan masyarakat. 

"Dari pada semenisasi dan drainase, lebih baik kita membuka lapangan kerja yang nanti bisa memberikan penghasilan bagi masyarakat ini berjalan," imbuhnya.

 

" Dia juga imbau masyarakat, supaya memberikan pelayanan dan kemanan apa yang sudah ada di desa kita ini tolong di jaga. Ikutilah aturan - aturan yang ada jangan nanti kita terpecah - pecah seperti tempat - tempat lain," bebernya. (Amri)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan