Artikel

Dampak BIMTEK Penguatan Ekskul dari KEMDIKBUD:  Dari Membawa Seniman Hingga Belajar Ke Luar Kelas

Oleh: Zulkarnaen, M.Sn 

PANTAU RIAU (PRC) -Terpanggil dan diundang ke Jakarta sebuah kesan berarti bagi penulis. Kecuali sebagai guru SMP BINSUS Kota Dumai, penulis mendapatkan pengalaman baru dan berkesan bagian dari beberapa Pelatihan luar kota seperti Jogja, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru bebarapa tahun lalu. Tahun ini 2019, penulis berkesempatan pelatihan atau bimbingan teknis di Jakarta, Hotel Aston Pluit Jakarta bulan Juni lalu.

Memesan tiket pesawat sendiri seharga 3 jutaan. Wow, harus keluarin modal dulu, sama seperti pelatihan ke Medan tahun 2016. Harus keluar modal dulu. Memang seperti itu aturannya harus diikuti dan dijalani. Tapi, adilnya semua dibayar beserta uang saku usai pelatihan.

Waktu itu 24-28 Juni 2019, usai shalat maghrib, kami dikumpulkan, untuk mendengarkan sambutan KEMDIKBUD yang diwakili oleh buk Ninik. Value yang kutangkap adalah semangat menjadi guru peserta BIMTEK karena tak semua guru terpilih dalam program se-Indonesia ini. Buktikan keseriusan dalam pelatihan dan perlihatkan dampak setelah mengikuti pelatihan.

Penulis sebagai guru pilihan itu, tentu semangat karena pulang dari Jakarta, tepatnya sebulan ini,  penulis mempraktikkan apa yang disarankan oleh buk Ninik dan instruktur KEMDIKBUD.  Apa yang penulis buat antara lain mengundang seniman ke kelas dan membawa murid-murid belajar ke luar kelas. Ada dua seniman yang penulis undang, yang satu seniman yang tamatan SLTA, dan yang kedua seniman tamat kuliah S1 namun bukan dari jurusan seni.

Mengundang Seniman Belajar ke Kelas
Seniman pertama fokus ke karya lukisan pensil, potrait, setiap pesanan yang diterimanya berhubungan dengan wajah si pemesan. Namanya Hadi, pertemuanku diawali  dari Instagram. Lanjut pertemuan di warkop, cerita-cerita sedikit kemudian deal  mau juga akhirnya ke kelasku, kelas seni budaya. Dalam pertemuan di warkop itu, Hadi sangat minder, karena tidak pernah mengajar dan tidak pernah tahu tentang menguasai kelas. Namun penulis yakinkan kepadanya, semua akan berjalan lancar. Tepatnya tanggal 16 Agustus 2019, Hadi menularkan ilmu seninya di kelasku, hasilnya, anak-anak didikku senang dan mendapatkan suasana belajar yang baru.

Seniman kedua namanya Deva, dapat informasi dari temanku yang pernah mengajar di SMPN BINAAN KHUSUS KOTA DUMAI, pak Adri yang mengenalkanku. Deva lebih konfrehensif dari teori  hingga praktik. Waktu itu hari Selasa tanggal 20 Agustus 2019. Deva mengajarkan peserta didik menggambar tentang pemandangan. Setelah diajarkannya diberikan evaluasi dan refleksi, dan memberikan detail tentang menggambar pemandangan kepada peserta didik yang berbakat.

Itulah dua seniman yang kuundang ke kelasku. Dari dua seniman yang berbeda latar belakang, dari perkenalan melalui sosial media, sebagai saran instruktur dari KEMDIKBUD, bahwa guru harus memanfaatkan teknologi abad 21 untuk pembelajaran, salah satunya sosial media, instagram. Hingga perkenalan antar eks.teman sejawat. Alhasil peserta didik senang, dan mendapatkan pengalaman baru dalam belajar. Dua seniman itu rencananya akan kujadikan sebagai pelatih ekskul bidang seni rupa, harapannya kepsek ku menerimanya.


Membawa Peserta Didik Belajar Keluar Kelas
Tanggal 26-30 Agustus 2019, penulis membawa peserta didik belajar keluar kelas. Ini inspirasi dari BIMTEK Penguatan Ekskul, bahwa guru abad 21 harus inovatif dalam mengajar. Penulis punya ide membawa peserta didik keluar kelas. Dari kantor DPRD Kota Dumai, di sana peserta didik belajar diskusi tentang seni bersama anggota DPRD Kota Dumai, ke sekolah lain, yang siswanya sudah tercatat di Thailand dan Malaysia tentu di Indonesia juga tercatat. Peserta didik itu beruntung sejak SD telah dilatih oleh profesional bidang lukis dan orang tuanya keluarga seniman, beruntungnya lagi, sekolah lain itu telah curi start untuk menerimanya sebagai peserta didik. Tentu mengangkat nama sekolah.

Penulis membawa peserta didik membawa ke PWP Pertamina RU II Dumai, yakni perkumpulan Ibu-Ibu Pertamina, kaitannya dengan seni rupa, penulis membawa peserta didik belajar menata bunga dalam ruangan. 

Membawa peserta didik ke rumah seniman yang berlevel nasional yang sudah tercatat namanya di Istana Jakarta, relasinya wakil presiden RI tahun 1990-an. Di rumah seniman ini, peserta didik diajak berdiskusi dan membahas seni rupa lebih dalam.

Terakhir penulis bawa peserta didik ke rumah pohon, tempat wisata yang memanfaatkan seniman rupa untuk mendekor tempat wisatanya, kini rumah pohon menjadi destinasi wisata terkenal di Dumai. Bersama pemilik rumah pohon, penulis ajak peserta didik diskusi dan menggambar yang ada di rumah pohon.

Lagi-lagi selama seminggu itu, peserta didik berbeda kelas mendapatkan pengalaman berbeda dan dari laporan tertulis peserta didik, ingin lagi belajar keluar kelas. 

Penulis adalah Guru Seni Budaya SMPN BINAAN KHUSUS KOTA DUMAI




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan