Hukrim

Alamak!!! Bos PT KLK Main Dengan Bini Orang

DUMAI (PRC) -Warga Jalan Tunas Muda Marlan Jaya RT 010 Kelurahan Bukit Datuk, Dumai Selatan, Jumat (06/09) sekira pukul 22.30 WIB mendadak heboh.

Pasalnya, rumah yang dihuni Presiden Direktur PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) Dumai dibawah naungan astra grup, inisial NL (35) diketahui sedang berduaan dengan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang bukan istrinya, wargapun langsung menggerebek.

Setelah digerebek, baru diketahui perempuan yang sedang bersama NL adalah inisial FS, seorang IRT yang juga mitra kerja sebagai suplayer di PT KLK.

Menurut informasi yang dilansir dari Riaupembaruan.com, penggerebekan itu sendiri dilakukan warga sekira pukul 22.30. Saat itu, warga mengetahui bahwa di rumah yang dihuni NL ada seorang perempuan.

Rumah yang dihuni NL dalam keadaan lampu tengah rumah tidak menyala. Disamping itu pintu pagar terkunci. Sehingga warga tidak mempunyai akses untuk mengintip ke dalam dan menunggu di depan pagar.

Sebelumnya, warga sering melihat seorang IRT dengan menggunakan mobil bertamu ke rumah NL pada malam hari. Karena resah warga pun mengintainya.

Saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, saat itu NL mau membuka kunci pagar dengan menggenakan celana pendek dan kaos singlet.

Sementara itu satu unit mobil dalam keadaan siap meluncur. Melihat pemilik rumah mau membukakan pintu pagar, warga pun langsung menghampiri. Mengetahui hal tersebut, NL langsung masuk ke dalam rumah, sedangkan satu unit mobil yang siap meninggalkan lokasi langsung mematikan lampu mobilnya.

Warga pun berteriak dan mencoba masuk ke rumah dan mengamankan NL dan FS untuk dimintai keterangannya perihal seorang IRT yang bertamu ke rumahnya di malam hari dengan keadaan rumah sepi penghuni.

Menurut RY, warga Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur, sebelum penggerebekan ditelpon sama ketua RT untuk hadir di kediaman NG dan saat digerebek istrinya malah berkeras mengatakan bahwa sudah cerai dihadapan warga.

“Sebelum penggerebekan saya ditelpon pak RT untuk menyaksikan kejadian tersebut, hingga dibawa ke Polsek Dumai Barat. Namun, proses tidak ketemu titik terang hanya sebatas surat pernyataan saja,” ujar RY menjelaskan.

Cerita singkat RY saat di Polsek Dumai Barat, RY menambahkan, istrinya mengaku tidak takut karena pertemuan mereka di rumah tersebut perihal rekan bisnis.

“Padahal dia masih istri saya yang sah, istri saya juga tidak bisa menunjukkan surat cerai saat itu,” kata RY yang didampingi kuasa hukum Ria Narfiady, SH usai melaporkan ke Polres Dumai.

Menurut RY, saat itu ketua RT dan warga menggerebek istrinya FS tengah berduaan dengan NG, tanggal 06 Juni 2019 pukul 22.30 WIB. Kondisi pintu depan terkunci dan lampu area parkir mati serta lampu ruang rumah juga mati sehingga kecurigaan warga yang sering melihat hal tersebut.

“Warga mendatangi rumah NG, sekitar pukul 22.55 Wib, NG menggunakan kaos singlet dan celana pendek mengantar FS masuk ke dalam mobil dan NG berlanjut untuk membuka pintu pagar, sebelum membuka NG sudah melihat warga ramai di depan dan kembali menjumpai FS dan masuk kembali ke rumah melalui pintu belakang,” cerita RY saat itu sudah di lokasi rumah NG.

Tambahnya, warga melihat NG masuk kedalam rumah melalui pintu belakang serta FS mematikan mesin mobil, sebagian warga meneriaki lansung menghampiri FS dan memanggil NG untuk keluar dari rumahnya, NG keluar melalui pintu depan mengatakan ke warga, ada apa?.

“Warga menanyai ke saya, apakah FS benar istri kamu, saya jawab benar dan saya tambahi pukul 19.35 Wib, FS meminta izin akan pergi olahraga serta lanjut ke acara rumah temannya dan pulang pukul sebelas. Pengakuan warga ke saya FS sudah di rumah NG sejak pukul 21.36 Wib.

Untuk menghidari keributan, ketua RT dan warga melanjutkan laporan serta membawa FS dan NG ke Polsek Dumai Barat untuk menyelesaikan masalah. Namun, penyelesaiaan masalah tidak mendapat titik terang dari kejadian tersebut.

“Polsek Dumai Barat beralasan tidak ada bukti untuk menjerat NG ke pidana, dari hal itu saya lanjutkan laporan permasalah ke Polres Dumai dan saya berharap kepada Polres Dumai dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini,” tutup RY dengan menunjukkan surat laporan ke Polres Dumai.

Presiden Direktur PT KLK Dumai NL ketika dikomfirmasi tidak menjawab, media ini mencoba menghubungi Humas PT KLK Dumai Yogi mengatakan, membenarkan ada penggerebekan dan sudah mediasi di Polsek Dumai Barat.

“Saya juga ga bisa berbicara banyak ya Pak. Sementara ini saya mau fokus diskusi dengan Polres terlebih dahulu, karena suaminya bertele-tele,” ujar Yogi melalui pesan WhatsApp, Rabu (18/09).

Sumber : RPC




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan