Daerah

Rumah Akok Digeldah KPK, Sejumlah Dokumen Disita

Kantor Milik Ruby Handoko (Akok).

BENGKALIS (PRC) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan. Kali ini, lokasi penggeledahan berada di Kabupaten Bengkalis, Jumat (29/11/2019). Adapun yang digeledah yakni, 1 unit Kantor dan 1 unit rumah milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Ruby Handoko alias Akok.

Pertama kali yang digeledah oleh KPK adalah Kantor milik Akok yang berada di Jalan Tandung. Penggeledahan itu berlangsung hingga sore hari.

Usai di Jalan Tandung, penyidik menuju ke rumah Akok yang berada di Jalan Ahmad Yani. Penggeledahan di tempat kedua ini, berlangsung hingga malam hari.

Terkait hal ini, Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi mengatakan, penggeledahan 2 tempat milik politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu, terkait kasus Pembangunan jalan sedang ditangani oleh lembaga anti rasuah yang berada di Kabupaten Bengkalis.

“Benar 1 Kantor dan 1 rumah milik saudara Ruby Handoko (RH) digeledah terkait kasus yang tengah ditangani oleh KPK,” ungkap Febri.

Dilanjutkannya, dalam penggeledahan itu, penyidik melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen-dokumen atau berkas.

“Yang disita sejumlah dokumen atau berkas, yang berkaitan dengan proyek-proyek di Bengkalis,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Akok sebelum menjadi anggota DPRD, merupakan seorang kontraktor yang banyak mengerjakan proyek-proyek di kabupaten yang dijuluki Negeri Junjungan ini.

Adapun beberapa proyek yang dikerjakan oleh Akok itu yakni, peningkatan Jalan Bengkalis-Prapat Tunggal (DAK), peningkatan Jalan Bengkalis-Bantan, peningkatan Jalan Bengkalis-Meskom, pemeliharaan jalan di Kecamatan Bengkalis, pemeliharaan jalan di Bantan, dan peningkatan jalan poros Simpang Bangkinang, Desa Pangkalan Batang. Total nilai proyek-proyek ini sebesar Rp44,7 miliar lebih.

Terkait dengan proyek-proyek diatas, menjadi temuan. Temuan yang dimaksud, tidak sesuai ketentuan pengadaan, mengarah pada pekerjaan subkontrak dan terdapat kelebihan pembayaran Rp2,2 miliar lebih.

Hal ini tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Riau.(HA)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan