Daerah

Terkait Kasus Asusila Bos PT KLK Nagendra Lelchumanan, Imigrasi Dumai Tunggu Laporan Keluarga

DUMAI (PRC) - Kasus asusila yang dilakukan Pemilik PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) Nagendra Lelchumanan yang juga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia terhadap seorang wanita inisial FS.

Terkait kasus asusila yang dilakukan Nagendra Lelchumanan ini, memang kasusnya selesai atau damai dikantor polisi. Sehingga pelanggaran hukum yang dilakukannya tidak ada wewenang dari Imigrasi kelas II TPI Dumai untuk mencampurinya.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Dumai Riki Afrimon SH.MH, mengatakan "Kami dari imigrasi tidak ada sampai ikut mencampuri masalah perdata atau hukum yang dilakukannya dan itu sudah benar ranahnya pihak kepolisian, karena terkait keamanan dalam negeri"ungkapnya saat dijumpai dikantor imigrasi.

Dalam kasus Nagendra Lelchumanan ini, pihak imigrasi bisa memproses yang bersangkutan jika itu ada laporan dari keluarga korban, baik itu suaminya atau keluarga dekatnya yang lain.

"Dalam hal ini kami dari imigrasi bukan tidak punya wewenang, tapi imigrasi bisa memproses kasus ini, jika ada laporan secara resmi dan tertulis dari pihak keluarga FS," kata Riki lagi. Namun kasus ini ternyata hanya sampai di polisi saja dan terjadi perdamaian.

Intinya dalam kasus asusila yang dilakukan Nagendra Lelchumanan ini, pihak imigrasi sampai saat ini hanya menunggu adanya laporan dari keluarga yang bersangkutan. Tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada imigrasi kelas II TPI Dumai menerima laporan itu."Tandas Riki.

Sebelumnya kasus asusila atau perselingkuhan Nagendra Lelchumanan dengan FS yang juga sudah bersuami ini, terjadi sekitar 2 bulan silam. Saat itu berbagai hujatan dan kritikan datang dari berbagai kalangan, salah satunya dari LAMR Dumai yang secara tegas menyatakan pelaku yakni Nagendra Lelchumanan untuk hengkakng dari bumi melayu Dumai.

Namun kenyataannya pemberitaan kasus Nagendra Lelchumanan yang begitu dahsyat di media massa ini, tiba-tiba senyap dan hilang begitu saja. Dari informasi yang beredar kasus ini di peti es kan atau dihilangkan setelah adanya kesepakatan dari pihak Nagendra Lelchumanan dengan pihak korban dan sejumlah oknum lainnya yang sebelumnya gencar menyoroti kasus ini.(Dedi Iswandi)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan