Artikel

HOTS:  Bikin Siswa Kritis dan Kreatif

HOTS:  Bikin Siswa Kritis dan Kreatif
Oleh: Zulkarnaen, M.Sn

DUMAI (PRC) -Penulis bahagia karena dalam setahun ini diundang ke Jakarta dalam program KEMDIKBUD.  Dua hari lalu penulis menyelesaikan DIKLAT, 17-23 November 2019, diundang dalam rangka pembekalan guru inti zonasi bidang seni budaya tingkat SMP se-Indonesia panitianya dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni Budaya (P4TK Seni Budaya) di Hotel Best Western Mangga Dua, Jakarta. Perbedaannya tipis, bulan Juni lalu di Hotel Aston Pluit Jakarta di lantai 19, kali ini penulis di lantai 29, melihat Jakarta Pusat dari ketinggian lantai 29. Bulan Juni lalu diundang oleh Dirjen SMP membahas Ekskul Seni, yang sekarang diundang P4TK Seni Budaya membahas HOTS sebagai guru inti.

Bahagia karena tak semua guru seni SMP dipanggil, kabarnya guru seni yang punya nilai tinggi di Ujian Kompetensi Guru. Alhamdulillah penulis diundang lagi, dan pada sesi penutupan diberikan sertifikat dengan predikat Amat Baik . Pada program P4TK Seni Budaya penulis sudah tiga kali diundang, tahun 2011 di Jogjakarta, waktu itu BIMTEK seni, tahun 2016 di Kota Medan DIKLAT Instruktur Nasional Guru Pembelajar, dan DIKLAT yang berakhir dua hari lalu penulis diundang dalam kapasitas Guru Inti zonasi seni budaya.

Diklat kali ini penulis diberi bekal tentang Higher Order of Thinking Skill (HOTS), kami para guru yang diundang ke Jakarta memahami bagaimana memberikan pembelajaran seni dari kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Higher Order of Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir kreatif dan kritis. HOTS nantinya segera diberikan kepada guru sasaran se-Indonesia dari kami yang dibekali di Jakarta.

HOTS yang sudah diajarkan guru seni se-Indonesia sebenarnya sudah menunjukkan kemerdekaan sesuai harapan dalam pembelajaran HOTS. Mengapa? Pelajaran seni budaya mengarah pada karya, hasil, bukan cuap-cuap saja. Pelajaran seni pada karya seni, karya merupakan  puncak dalam HOTS. Dalam berkarya seni, pengkarya, pembuat, seniman atau apalah namanya, menunjukkan kemerdekaan dirinya, utamanya merdeka dalam ide yang berakar pada budaya yang dianutnya. Ini berarti berkarakter kritis dan kreatif.


Berkarya itu merupakan penggambaran yang utuh bahkan lebih dari HOTS. Namun kehadiran kami dibekali belajar bagaimana konsep HOTS itu full administrasi, dimasukkan dalam rencana pembelajaran, proses belajar, hasil belajar hingga pada evaluasi belajar. Sampai akhir sasarannya adalah siswa diajak mengalami secara nyata bagaimana membuat karya seni dengan konsep apa makna dibalik karya yang dibuat yang melibatkan masyarakatnya itulah yang penulis sebut melebihi dari HOTS.

*). Penulis adalah Guru Seni Budaya SMPN BINSUS Dumai dan  penulis diberbagai media.




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan