DPRD

Warem Kian Marak, Komisi I DPRD Bengkalis Akan Ajak Satpol PP Bathin Solapan Hearing

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis, Sanusi, SH

BATHINSOLAPAN (PRC) – Warung remang-remang (Warem) yang ada di Kecamatan Bathin Solapan semakin marak hampir disetiap sudut keberadaan nya di Kecamatan pemekaran dari Mandau ini dan setiap kalinya dilakukan penertiban dari pihak Satpol PP tidak menghasilkan satupun harapan dari masyarakat.

Atas hal tersebut mendapatkan perhatian serius dari Anggota DPRD Bengkalis Komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sanusi,SH yang mengatakan seharusnya pihak Satpol PP Kecamatan Bathin Solapan mengambil tindakan tegas atas keberadaan warem yang sering dijadikan sebagai tempat berbuat mesum tersebut.

“Kita akan ajak hearing Camat dan Satpol PP Kecamatan Bathin Solapan di DPRD Kabupaten Bengkalis untuk membahas permasalahan Warem yang makin marak dan sudah menjadi keresahan masyarakat,” kata Anggota Komis I DPRD Bengkalis Sanusi, SH Selasa (10/12/2019) .

Ditambahkan Sanusi, Permasalahan warem yang sudah menjadi penyakit masyarakat (Pekat) ini sudah sekian Tahun berjalan namun dimatanya seakan dibiarkan oleh pihak Satpol PP yang ada di Kecamatan Bathin Solapan sehingga sudah berkali-kali Kasi Trantrib berganti namun belum mampu menertibkan Warem tersebut.

“Pemerintah dalam hal ini Satpol PP harus bersikap tegas terhadap persoalan Pekat terutama terhadap tempat-tempat yang menjual minuman keras dan prostitusi yang ada disekitar Kecamatan Bathin Solapan,” terang Anggota Komisi I DPRD Bengkalis yang akrab disapa Yung Sanusi ini.

Menurut Yung Sanusi, Keberadaan warem tersebut juga sangat berbahaya terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat apalagi berada di Jalan Lintas Sumatera.“Sangat tidak elok (Pantas) dan tidak layak jika ada warung tempat menjual minuman keras dengan dentuman musik ditepi jalan,” tegasnya.

Yung Sanusi menuturkan, Rumah-rumah liar tanpa izin yang beradadi bawah tiang listrik harus segera di tertibkan karena sangat rentan terjadinya kebakaran jika seketika kabel listrik tegangan tinggi putus dan mengenai bangunan rumah tersebut.

“Apalagi rumah tersebut di jadikan tempat berkembangnya pekat, Pemerintah seharusnya bertindak tegas terhadap atas permasalahan ini,” tandasnya.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan