Daerah

Terkait Dugaan Konflik Pemda Dengan Masyarakat soal lahan pasar lama Ini Penjelasan Disprindagsar

kabid Pasar disprindag pasar Gunawan

PANTAURIAU.COM -Konflik pemindahan Pasar lama ke Pasar baru di Desa Bangko Jaya, Kecamatan Pusako Balam Km 8, Kabupaten Rokan Hilir terus berlanjut. Pemindahan itu memunculkan masalah baru antara warga pemilik lahan dengan Pemkab Rohil.

Merespon permasalahan ini, Forum Masyarakat Bersih (Formasi) angkat bicara. Bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum jika kasus ini tidak segera diselesaikan dengan baik.
“Kalau kasus lahan Pasar Lama Desa Bangko Jaya dengan Pemda Rohil tidak selesai dengan damai dan dalam waktu yang singkat, maka Formasi Riau akan melakukan upaya hukum,” tegas Direktur Formasi Riau Dr Muhammad Nurul Huda SH MH,
Menjawab apa yang disampaikan Formasi Riau Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disprindaksar) menegaskan tidak ada kasus lahan dari pemindahan pasar tersebut.

Dikonfrmasi Kepala Dinas Disprindaksar H.Sukma Alfalah Msi melalui kabid Pasar Gunawan mengatakan bahwa persoalan  pemindahan Pasar lama ke Pasar baru di Kepenghuluan Bangko Jaya,

Kecamatan Pusako Balam Km 8 yang di duga terdapat masalah antara pemilik lahan pasar lama dengan pemerintah. Menjawab isu tersebut adalah menegaskan isu tersebut tidak benar.

"Tidak ada masalah antara pemilik lahan pasar lama dengan pemerintah. Lahan pasar lama itu tidak ada kaitan dengan pemerintah. Memang dulu pemerintah pernah membangunkan 2 unit los di pasar tersebut, namun status lahan tetap milik masyarakat," terang Gunawan.

Terkait status lahan pasar lama, Gunawan menewrangkan, lahan milik Burhanuddin dan Kartini sesuai informasi yang bersumber dari pemilik lahan didapat dari membeli secara kekeluargaan dari ayah Kartini pada tahun 1972 seluas 2 hektar yang diperkuat dengan surat keterangan perbatasan tanah yang dikeluarkan oleh Penghulu, Daud Jalil tanggal 7 Januari 1989 ini awalnya dipinjam oleh sekelompok warga setempat untuk dijadikan lapangan bola.

Namun, lahan itu ternyata dimanfaatkan untuk pasar sekitar 25 tahun silam. Akan tetapi waktu itu tidak dipermasalahkan oleh pemilik lahan dan membiarkan lahan tersebut dimanfaatkan untuk dibangun pasar. Kemudian setelah terbentuknya Kabupaten Rohil tahun 1999, oleh pemerintah karena di lahan ini ada bangunan pasar yang terbuat dari kayu pemerintah pun berinisiatif membantu dengan membangunkan 2 los.

Keberadaan pasar ini belakangan menimbulkan masalah lain yakni kerapnya terjadi kemacetan karena pedagang mengelar dagangannya hingga ke pasar. "Berawal dari persoalan ini kemudian pemerintah membebaskan lahan dan sudah bersertifikat tepat di seberang pasar lama dan di bangunkan pasar baru yang kemudian sekitar 4 tahun lalu pedagang dipindahkan ke pasar baru ini," kata Gunawan.

Karena pasar sudah di pindahkan sekarang lahan itu diambil kembali oleh pemilik lahan. Sementara untuk aset dari los yang dibangun pemerintah sesuai instruksi Sekda di serahkan kepihak Kepenghuluan. Dan perlu di ketahui lanjutnya selama pasar lama beroperasi pemerintah melalui pihak terkait tidak pernah mengutip apapun bentuk retribusinya.

"Perlu untuk disampaikan tahun 2019 ini lanjut pemerintah pusat telah mengucurkan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tambahan bangunan los dan sekarang pembangunannya sudah hampir selesai," sebut Gunawan (syafry)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan