Daerah

Masyarakat Lubuk Gaung Resah, PT IBP Masih Pencemaran Lingkungan

Dumai (PRC) --PT Inti Benua Perkasa (IBP) yang beroperasi di wilayah kawasan industri Lubuk gaung kota Dumai, operasionalnya meresahkan warga yang tinggal berdampingan dengan perusahaan pengolahan cpo tersebut.

Warga RT 03 kecamatan sungai sembilan angat bicara, karena resah akibat dari dampak pencemaran lingkungan yang berasal dari PT IBP.

Salah seorang dari warga RT 03 Kelurahan Lubuk Gaung bernama  Syafrudin mengaku, hanya dapat pasrah menunggu kepastian untuk direlokasi sesuai yang di janjikan managemen PT IBP, karena gerah dan tidak tahan terhadap pencemaran berasal dari pabrik yang membuat kehidupan mereka terancam.

Selain menimbulkan suara bising juga membuat air sumur warga pun ikut tercemar tidak dapat digunakan untuk kebutuhan mck setiap hari. Keberadaan PT IBP ini dinilai kurang peduli akan kesehatan dan keselamatan mereka.

"Kami sudah cukup menderita, sejak adanya PT IBP ini karena  minyak CPO dari perusahaan telah mencemari sumur dan air sama sekali tidak dapat digunakan baik untuk mandi apalagi di minum,"katanya.

"Bukan itu saja, kami yang tinggal disini setiap malamnya selalu disibukan dengan bunyi bising perusahaan dan goncangan kuat saat aktifitas tangki CPO berlangsung,"tambah Syafrudin.

Sementara itu, masalah ganti-rugi tanah yang ditawarkan pihak PT IBP selama ini tiidak ada titik terang penyelesaiannya. Perusahaan sampai kinitelihatt tidak peduli kepada warga.

Soal ganti rugi relokasinya sampai kini tak ada kejelasannya dan terkesan PT IBP tak peduli atas nasib warga disini yang setiap harinya selalu menikmati air sumur yang tercemar CPO dan menghirup udara dari bau minyak CPO,"kata Syafrudin.

"Saya rasa masalah ganti rugi untuk relokasi harga nya tidak cocok karena PT IBP meminta harga ganti ruginya terlalu murah dan tak sesuai dengan harga pasaran tanah disini,"tambah syafrudin.

Sementara itu, pihak manajemen PT IBP saat di konfirmasi  melalui  WA, menyatkan belum bisa memberikan kepastian untuk relokasi karena persetujuan ganti ruginya memang belum cocok di kedua  belah pihak dan masih menunggu peninjauan  ulang dan keputusan manajeman perusahaan yang di Medan.
*TR/




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan