Daerah

Seret Tiga Politisi Partai PKS, Korban Kitamart Duri Laporkan Ke Polda Riau

Salah satu gerai Kitamart Duri

DURI (PRC) – Kisruh dugaan pengelapan  dana umat di gerai Kitamart Duri makin meruncing setelah menyeret nama Abdul Gaffar selaku Ketua Dewan Pengawas di kisruh yang melibatkan seratusan lebih investor dengan dana milyaran rupiah itu. 

Kini kisruh tersebut makin berkembang dengan menyeret tiga nama Politisi elit di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang membuat gempar masyarakat terkhsusnya yang berada di Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, Pinggir, Talang Muandau dan umumnya di Kabupaten Bengkalis.

Ketiga Politisi elit di Kabupaten Bengkalis yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD dan Anggota DPRD Bengkalis dari PKS tersebut ialah H Khairul Umam, H Abi Bahrun dan Sanusi disebut-sebut masuk dalam jajaran pengawas Kitamart Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Salah satu korban bernama Sri Hartono saat dihubungi oleh wartawan via seluler mengakui bahwa Dirinya diminta oleh Abi Bahrun (anggota DPRD) agar jangan diributkan namun dia meminta di ganti uang mereka. Abi juga menawarkan kepada dirinya untuk menjadi ketua koperasi, yang bertujuan biar bisa di selesaikan namun tidak diterimanya dengan alasan ngapain menakhodai kapal bocor.

“Kita sudah laporkan masalah ini kepada Polda Riau agar diusut secara hukum agar jelas titik permasalahan nya dimana,” kata Sri Hartono Minggu (2/2) kepada wartawan.

Diketahui sebelumnya persmasalahan ini pernah ditangani oleh Polsek Mandau dan pada saat itu ketua Koperasi yang bernama Abdul Gafar sudah mengarah akan dijadikan sebagai tersangka oleh penyidik.

“Pada saat di Polsek Mandau ada upaya jalan damai dengan berjanji untuk mengganti uang anggota namun setelah itu hingga saat ini uang tak kunjung dikembalikan oleh pengurus Koperasi Kitamart Duri. Total saham senilai Rp. 1,247 Milyar dengan janji akan dibangun tiga pintu gerai Kitamart V tetapi tetapi sampai sekarang tidak terlaksana, sementara uang saham itu kita minta dikembalikan juga tidak digubris oleh Abdul Gafar,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Diungkapkan Sri Hartono bahwa dirinya beserta korban lainnya ingin memberikan saham kepada pihak Koperasi Kitamart Duri karena adanya nama ketiga elit Politisi dari PKS tersebut sebagai Dewan pengurus.

“Kami juga sudah kirimkan surat terbuka untuk beliau bertiga. Tapi sampai saat ini belum ada ditanggapi, terus terang kami percaya menanamkan saham disana karena ada nama mereka tak tahunya jadi begini,” kesalnya.

Sementara itu anggota DPRD Bengkalis dari Partai PKS Sanusi, SH saat dikonfirmasi via Whatsapp mengatakan Saya tegaskan tidak ada sangkut pautnya PKS dengan Kitamart. Secara organisasi, Kitamart merupakan koperasi yang tidak boleh berafiliasi dengan Partai manapun.

“Saya pun bukan pengurus Kitamart Duri, memang pernah di Dewan Pengawas itu pun hanya dua bulan saja tidak lebih,” ujarnya.

Ketika ditanyakan tentang keterlibatan Ketua DPRD Bengkalis H. Khairul Umam dan H. Abi Bahrun, Sanusi SH meminta agar menghubungi langsung yang bersangkutan karena dia kurang mengetahui atas hal tersebut.

“Saya tidak menghalangi proses hukum. Namun hanya ingin agar bisa diselesaikan secara ukhuwah sesuai disyariatkan dalam agama karena di dalamnya terdapat kepentingan keumatan,” tegas Sanusi yang akrab disapa Yung Sanusi ini.

Disebutkan Sanusi, pihaknya juga sudah mengkonfirmasi kepada narasumber yang merupakan pihak Investor yakni Sri Hartono, untuk memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang diberikan kepada pihak media.

“Kita akan melakukan langkah-langkah hukum bila ditemukan bukti terkait pencemaran nama baik diri sendiri maupun partai PKS,” tandasnya.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan