Hukrim

Seorang Pemuda Gauli Anak Dibawah Umur di Panti Asuhan Ar-Rahman Duri

Pelaku S (17) saat hendak menjalani proses persidangan di PN Bengkalis.

DURI (PRC) – Setiap Laki-laki yang mempunyai nafsu setan yang berapi-api pasti tidak melihat tempat dimana untuk melampiaskannya dan tidak melihat lawan jenisnya tersebut anak masih dibawah umur atau tidak seperti yang dilakukan oleh seorang anak muda berinisial S (17) terhadap seorang wanita sebut saja bernama mawar (15).

Tersangka S (17) diketahui merupakan seorang pelajar di SMA Negeri 3 Mandau yang menggauli Mawar di Panti Asuhan Ar-Rahman yang berada di Jl. Siak, Kecamatan Bathin Solapan, Duri dan hal ini tercium oleh wartawan saat pihak keluarga korban mengungkapkan permasalahan ini karena tidak ada dipublikasikan oleh pihak kepolisian.

Menurut informasi dari keluarga korban bahwa Pelaku S (17) juga adik dari pemilik Panti Asuhan Ar-Rahman Duri sehingga membuat Keluarga korban tidak menerima perbuatan pelaku sehingga melaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi Sik saat dikonfirmasi membenarkan atas peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa Tersangka S (17) masih dibawah umur makanya kita dari pihak kepolisian tidak mempublikasikan kepada pihak wartawan.

“Pelaku S (17) sudah diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkalis karena masih dibawah umur harus cepat dilimpahkan ketahap II,” kata Kapolsek Mandau Kompol Arvin Hariyadi Sik Selasa (10/3) via WhatsApp.

Ditambahkan Kompol Arvin, Pihak keluarga korban melaporkan peristiwa ini kepada kami pihak Polsek Mandau pada Tanggal 6 Febuari 2020 yang lalu sekitar pukul 15.00 wib dan dilaporkan langsung oleh Kakaknya sendiri berinisial AA.

“Kita dari pihak Polsek Mandau menghimbau kepada pihak Panti Asuhan yang berada diwilayah hukum kami agar lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anak jangan sampai hal seperti ini terjadi kembali,” tuturnya.

Kejadian ini juga sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis pada hari Senin 9 Maret 2020 kemarin sekitar pukul 14.00 wib namun disayangkan wartawan dilarang masuk untuk melakukan peliputan oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) Eriza Susila.

“Yang lain diluar. Kecuali Pelapor, Orang tua dan saksi silahkan masuk kedalam ruangan sidang karena sifatnya tertutup,” ujar JPU Eriza Susila.

Sidang tersebut diketahui untuk mendengarkan keterangan dari Pelapor, Korban, Orang tua, Pelaku dan Saksi.“Senin depan 16 Maret 2020 sidang dilanjutkan dengan membaca tuntutan untuk pelaku,” pungkasnya.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan