Daerah

SISA UP 2015 DINAS PENDIDIKAN ROHIL DIDUGA DIKEMBALIKAN MENGGUNAKAN UP 2016

Photo ilustrasi pengunaan skema dana UP

Pantauriau.com - Banyaknya  modus korupsi yang terjadi dinegeri ini, salah satu adanya modus pengembalian dana Sisa UP tahun sebelumnya  modus ini sangat berbahaya jika Tim Auditor BPK RI masih tidak tegas terhadap penggembalian uang persedian tahun sebelumnya melewati batas waktu yang diatur didalam UU Keuangan Negara, dimana dinyatakan pengembalian sisa UP itu paling lama tanggal 10 bulan Januari tahun berikutnya. Senin 1/06/2020 

Dikonfirmasi melaui sumber melalui telepon selulernya mengatakan " Dalam prakteknya keterlambatan pengembalian Sisa UP tahun sebelumnya ada beberapa hal yang mengakibatkan hal tersebut terjadi, yang pertama belum diserahkan SPJ terhadap penggunaan dana uang persedian yang diberikan kepada masing masing PPTK sehingga perhitungan akhir dari uang persediaan tersebut belum bisa dilakukan secara valid

Namun hal ini dapat diatas jika Bendahara Pengeluaran mewanti wanti kepada setiap PPTK kegiatan yang bersifat swakelola dengan menggunakan Uang Persedian (UP) tersebut bahwa dana UP yang diserahkan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga jika terdapat selisih penggunaan atau belanja itu tidak terlalu jauh.

Namun yang dikwatir jika Uang Persedian tersebut digunakan untuk kepentingan lain sehingga menyalahi aturan jika tetap diSPJkan atau dengan kata lain membuat SPJ fiktif, kondisi sangat berbahaya dan menjadi tanggungjawab Bendahara Pengeluaran jika mengetahui kondisi ini terjadi.

Bertolak dari uraian singkat diatas, ada dugaan pengembalian UP Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2015, diduga menggunakan dana UP Tahun 2016, dugaan ini  berawal dari terkuat kasus Korupsi ASN Sekwan Rohil baru baru ini terkait penggunaan dana kegiatan untuk menutup dana UP yang tidak dapat dipertanggungjawabkan seperti yang disampaikan oleh Polres Rokan Hilir.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan dari sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa dugaan Sisa UP 2015 dikembalikan dengan UP 2016 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir tersebut, bukan tanpa alasan berdasarkan data yang ada diperoleh bahwa pengembalian sisa UP 2015 Dinas PDK ini diduga terjadi diantara bulan Maret sampaikan bulan Juni 2016, dimana diduga Sisa UP Dinas PDK yang belum dikembalikan diperkiraan mencapai 3.655.858.876,-.

Sementara diduga pengembalian sisa UP 2015 Dinas Pendidikan diduga bersamaan atau tidak berselang lama dari waktu penarikan dana UP Dinas Pendidikan Tahun 2016 dimana berdasarkan data yang ada besaran dana UP 2016 mencapai 6.799.000.000,- yang diduga dicairkan pada bulan Maret 2016, dan diduga langsung atau berselang beberapa hari diduga untuk mengembalian sisa UP 2015 tersebut.

Dugaan ini tentunya diperlukan pembuktian lanjutan dari penegak hukum apakah kondisi dugaan penyalahgunaan dana UP 2015 pada Dinas Pendidikan Rokan Hilir ini dapat dibuktikan kebenarannya

Mengingatkan dugaan dampak kerugian cukup besar, artinya jika kita asumsikan dana Sisa Dana UP 2015 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut berjumlah X rupiah, dan diduga dikembalikan dengan UP 2016 sejumlah X rupiah berarti potensi dugaan kerugian negara yang diduga diakibatkan oleh dugaan ini bisa mencapi 2 x X rupiah = 2X, karena dana UP 2016 yang didugakan untuk mengembalikan Sisa UP 2015 dapat diduga SPJ yang difiktifkan pada kegiatan tahun 2016 atau dapat diduga terjadi pemotongan beberapa kegiatan untuk menutupkan dana UP 2016 yang diduga digunakan untuk mengembalikan Sisa UP 2015 tersebut. Paparnya 

Sementara itu saat dihubungi Bendehara dinas pendidikan pada saat itu Akil mengatakan dan membantah bahwasanya ," Ngak lah mana ada kayak gitu , Nama nya sisa up mana ada kaitan nya dengan tahun berikut nya , Kalau kami yang betul nya sisa up di kembali kan ke kasda tentu sisa up tahun itu juga , tapi pengembalian mungkin di awal tahun nya karna penginputan pembukuan belum selesai di dan belum selesai perhitungan nya di akhir tahun itu , maka kadang terjadi di awal tahun pengembalian nya dan itu sudah di periksa oleh BPK ,jelasnya (syafry)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan