Melawan lupa

Polemik pengembalian Uang UP dinas pendidikan tahun 2015/2016

Photo sampul depan hasil audit BPK RI Pekan baru tahun 2016

Pantauriau.com - Berdasarkan Hasil Audit BPK RI Perwakilan Pekanbaru Provinsi Riau didalam Bukunya Hasil Pemeriksaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2016 pada point 5.1.1.a.1.b). Kas diBendahara Pengeluaran diperoleh informasi dengan uraian sebagai berikut :
“Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2015 sebesar Rp. 6.278.611.568,- jumlah tersebut merupakah sisa Uang Persedian (UP) yang masih dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran SKPD dan belum disetor ke Rekening Kas Daerah per 31 Desember 2015.”Dimana salah satunya adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir dengan jumlah Rp. 3.655.858.876,- Rabu   (3/06/2020)

Dikonfirmasi sumber menjelaskan terkait dengan UP dinas pendidikan kabupaten Rohil bahwa Disisi lain didalam laporan pengeluaran Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir tahun 2016 tercatat penerimaan  dana Uang Persedian (UP) 2016 tersebut diperkirakan dicairkan pada bulan Maret 2016, artinya jika dugaan pengembalian Sisa Dana UP 2015 tersebut benar dikembalikan pada bulan Maret 2016 tersebut diduga terjadi pengendapan dana pada Bendahara Pengeluaran selama periode Januari – Maret tersebut sehingga kondisi ini bisa menimbulkan banyak dugaan negatifnya seperti Sisa Uang tersebut disimpan dimana,

Diindahkan bukukan ke rekening mana karena menurut aturan keuangan daerah per 31 Desember tersebut Bendahara Pengeluaran diharuskan mengosongkan rekening Giro yang ada di Bank Riau Kepri dan menyetorkan sisa UP paling lama 10 Januari bulan berikutnya yakni 10 Januari 2016 paling lama menurut aturan Keuangan Negara.

Terkait dengan besaran dana UP Dinas Pendidikan Tahun 2015 diperkirakan mencapai             Rp. 11.780.000.000,- yang tertuang dalam SK Bupati Rokan Hilir Nomor 111 Tahun 2015, namun pada akhir tahun anggaran 2015 Sisa Dana UP tersebut diduga tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk SPJ ataupun dikembalikan ke Kasda karena diduga disalahgunakan untuk kepentingan lain, dan diduga juga ada keterkaitan dari segi waktu pengembalian sisa UP 2015 ini dengan penarikan dana UP 2016 pada Bank Riau Kepri Bagansiapiapi.

Sementara itu ketua team auditor LSM L KPK rohil Andri mengatakan ", ada yang aneh dalam polimik pengembalian Sisa UP Dinas PDK tahun 2015 Sedangkan Menurut konfirmasi bendehara dinas pendidikan saat itu Akil menjelaskan bahwa pengelolaan uang UP Pada tahun 2015  yang dikemblikan pada tahun 2016 sudah dikembalikan namun kebenaran tersebut diduga masih abu abu dan penuh misteri 

Untuk itu perlunya perhatian khusus dari pihak penegak hukum untuk mendalami dan menindaklanjutinya, karena tanpa penegak hukum dugaan yang A1 pun tidak berarti apa-apa hanya menjadi bahan berita yang tidak ada respon dan ujungnya. Jelasnya

Terpisah dikonfirmasi melaui kasubag keuangan dinas pendidikan tahun 2015/2016 Adi melalui Pesan Singkat whatup nya ,namun yang bersangkutan tidak memberikan jawaban apapun (Sy*)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan