Daerah

Kegiatan Dakwah Yang Mengalami Perubahan Saat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kampar

KAMPAR (PRC) -Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar sempat menaikkan status daerah dari Siaga Darurat Bencana Non Alam Covid-19 menjadi Tanggap Darurat untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Sejak Kabupaten Kampar dinyatakan sebagai daerah yang masuk dalam kategori zona merah penularan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) di Provinsi Riau. 

Kabupaten Kampar resmi dinyatakan saat itu sebagai daerah terjangkit Covid-19 dan masuk dalam kategori zona merah penularan virus corona, Rabu 22 April 2020. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Riau saat itu jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kampar sebanyak 38 orang, 17 diantaranya saat itu dirawat dan 15 sembuh.

Sedangkan yang meninggal dunia ada 6 orang. Sementara untuk pasien yang positif Covid-19 di Kampar ada 3 orang dan seluruhnya dirawatan di RSUD Bangkinang.

Pada 7 Juni 2020 Kabupaten Kampar sudah termasuk dalam kategori zona kuning. Karena Kampar saat itu zero pasien positif Covid 19. Sebelumnya ada 3 orang yang dinyatakan positif berdasarkan rapid tes dan hasil swab, secara bertahap, ketiga pasien tersebut dinyatakan sembuh dan pulang.

Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Kampar memberikan imbauan dan meminta semua pihak bekerjasama untuk mensosialisakan cara memutus mata rantai penyebaran  Virus Corona agar dapat diputus merebaknya wabah tersebut. Bupati Kampar saat itu juga mengeluarkan surat edaran Kesiapsiagaan dan Antisipasi Covid-19.
 
Pada masa pandemi Covid 19 semua bidang kegiatan atau kehidupan sosial mengalami perubahan salah satu nya dibidang dakwah. 

Perubahan tersebut diperjelas oleh Bupati Kampar pada surat edaran tentang Aktivitas di Bulan Suci Ramadhan Dan Idul Fitri 1441 H/2020 M. Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19).  

Kegiatan dakwah yang ditiadakan pada saat pandemi covid-19 seperti ditiadakan kegiatan menyambut Isra Miraj, pada Bulan Suci Ramadhan ditiadakan santapan rohani ramadhan dalam pelaksanaan sholat tarawih.
Dengan adanya berbagai kegiatan dakwah yang mengalami perubahan pada saat pendemi Covid 19 ada beberapa solusi dalam menangani hal tersebut.

Pertama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 yang mengakibatkan kegiatan dakwah mengalami perubahan. Hal ini bisa diberikan oleh pengembangan masyarakat di masing-masing daerah.  

Kedua menyediakan media dakwah dalam bentuk virtual, para da’i bisa melakukan dakwah melalui media digital atau teknologi informasi seperti televisi, radio, internet dan lainnya. 

Maka hal ini merupakan cara yang efektif dalam melakukan kegiatan dakwah pada saat pandemi Covid 19. Para da’i tentunya bisa memberikan materi dakwah sesuai keadaan lingkungan yang terjadi pada saat ini.

Oleh: Elen Devira ( Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, UIN Suska Riau)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan