Daerah

Khadafi : Kedepan Dumai Membutuhkan Walikota Bijaksana Dan Pintar Memanfaatkan RTRW Bukan Obral Janji

Dumai.(Pantauriau.com)-Jelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kota Dumai terjadwal Desember tahun ini banyak isu menarik yang bisa di bahas. Salah satunya banyak dugaan terjadi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang melibatkan pejabat-pejabat teras di Kota Dumai. Salah satunya adalah Walikota Dumai Zulkifli AS telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), malahan Zul AS terjerat 2 (dua)  pasal sekaligus.

Meski status tersangka telah lama di sandang hingga kini Zul AS belum juga ditahan Penyidik KPK, alias masih bebas menghirup udara segar, dan persoalan tersebut menjadi buah bibir dan pembicaraan banyak pihak terutama pengiat anti korupsi. Disamping Zul AS yang telah menjadi tersangka, adapula beberapa Kepala Dinas (Kadis) telah dipanggil dan menjadi terperiksa, diduga ada kaitan dengan kasus yang menimpa Walikota Dumai aktif tersebut. 

Menyikapi polemik tersebut, seorang Ahkmad Khadafi Jum'at (10/07/2020) berkomentar "Kita berharap Kepala Daerah Dumai kelak adalah orang yang mempunyai track record yang bersih jangan ada yang dikait-kaitkan dengan kasus berbau pidana. Apalagi kasus yang ditanggani oleh lembaga anti rasuah dan masyarakat harus bijak menilai Bakal Calon (Balon) Walikota mendatang, kita tidak menyingung pihak manapun, semua ini demi kepentingan Dumai kedepan". ucap Khadafi. 

Khadafi melanjutkan "Masyarakat jangan terjebak dengan politik praktis, memilih pemimpin harus benar-benar selektif jangan percaya iming-iming dan janji yang belum pasti. Gampang sebenarnya menilai, Balon Walikota (Wako) atau Wakil Walikota (Wawako) yang tampil, pernah menjabat dengan yang tidak menjabat, indikatornya selama menjabat apa yang pernah ia  perbuat untuk masyarakat". jelasnya. 

"Apalagi setelah RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Dumai disahkan, tentu dibutuhkan Walikota handal yang bisa memanfaatkan RTRW tersebut untuk kemaslahatan masyarakat Dumai. Yang bisa menjemput bola, dan meningkatkan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) jangan hanya berkutat di angka 1 Triliun saja. Katanya Dumai Mutiara Pesisir di Pantai Timur Sumatera dan Kota lndustri Pelabuhan faktanya ternyata berbanding terbalik. 

"Melihat kondisi Dumai terkini sangat memprihatinkan, pembangunan hanya berkisar pada rutinitas semata seperti Jalan, Parit dan Bangunan biasa, tidak ada yang spektakuler. Gedung Olah Raga (GOR) yang digadang-gadang berdiri megah, baru sebatas pagar sudak ambruk sampai sekarang tidak jelas alur ceritanya. Banyak lagi cerita yang tidak elok, jika ditulis tidak akan muat diberitakan sekali saja, karenanya tidak salah jika seorang Sekretaris Daerah (Sekda) pernah berkomentar "Dumai seperti kota hantu" jika ditilik pernyataan itu tidak hanya karena lampu jalan sering mati, tetapi ada makna lain tersembunyi yang bisa kita interpretasikan secara berbeda". tutp Khadafi.***(PRC) 


Pewarta : Zainal Arifin
Editor : Hendri D




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan