Daerah

Aroma Dugaan Korupsi Kegiatan Inspektorat Rohil Tahun 2019

Photo ilustrasi gambar net .

Pantauriau.com - Mencuatnya Aroma Dugaan Korupsi Kegiatan Insepktorat Rohil padaTahun 2019  yang lalu, membuat public atau masyarakat Rohil merasa miris karena sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir inspektorat ditunjuk sebagai pengawasan terhadap kegunaaan uang daerah ( Minggu) 08/082020.

Dijelaskan oleh sumber sebut saja Inisial AG Saat dijumpai Sabtu 07/08/2020 di jalan Sudirman Bagan senembah raya ' menjelaskan bahwa  Insepktorat Rohil merupakah salah satu dari beberapa OPD yang mendapatkan alokasi tambahan penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan OPD lainya.

Besarnya tambahan penghasilan OPD ini dapat dilihat dari besarnya pengeluaran untuk kebutuhan gaji dan tunjangan tahun 2019 yang diperkirakan mencapai 10 miliar, harusnya dugaan ini tidak terjadi karena sudah mendapatkan gaji dan tunjangan yang cukup besar dibandingkan dengan OPD lainnya.

terkait dengan dugaan pengeluaran kegiatan Insepktorat Rohil tahun 2019 menurutnya (AG red)  diduga ada penyimpangan  diantaranya adaya dugaan pengelembungan hari perjalanan dinas dan tidak tertutup kemungkinan dugaan perjalanan dinas fiktif, disamping itu juga pada beberapa item rekening belanja daerah pada OPD ini diduga banyak terjadi pengelembungan pengeluaran baik pada kegiatan rutin maupun kegiatan lainnya. 

Adapun item rekening belanja daerah pada OPD ini yang diduga terjadi penyelewengan serta beraroma  korupsi selain pada item belanja daerah perjalanan dinas , serta pada item rekening belanja daerah makanan dan minuman, belanja cetak dan belanja penggandaan atau belanja fotocopy.

Sebagai mana dijelaskan oleh AG menurut hematnya  ada  dugaan   alokasi anggaran pada item rekening belanja daerah yang beraroma  korupsi tersebut jumlahnya  diperkirakan mencapai 6,883 miliar yang tersebar pada beberapa kegiatan tahun 2019 tersebut.

selain itu adanya dugaan modus  yang  juga terjadi pinjaman pakai perusahaan dengan system bayar fee, dalam pengadaan makan dan minum serta kegiatan lainnya yang bersifat pengadaan barang dan jasa  dan jika dicermati secara keseluruhan dari perjalanan dinas yang dilakukan oleh seluruh ASN di lingkungan OPD ini diduga ada beberapa ASN yang frekwensi perjalanan dinasnya sangat tinggi dibandingkan dengan ASN lainya dan kondisi ini dikwatirkan ada beberapa ASN yang diduga dalam satu bulan hanya beberapa hari saja dikantor sementara jika disandingkan dengan daftar hadir pembayaran tambahan penghasilan ASN kemungkinan diduga tidak sinkron dan diduga adanya manipulasi data kehadiran ASN.

Sementara itu saat dimintai tangapannya LSM L-KPK Ketua investigasi Andy menyebutkan  “ Aromo Dugaan ini harus dikupas dan dibongkar secara tuntas oleh penegak hukum bagaimana mungkin APIP dapat berjalan dengan baik jika pengawas pemerintah daerah diduga melakukan hal yang sangat tidak pantas dan memalukan ini” ujarnya. Dan jangan sempat mereka yang diduga melakukan hal seperti mendapatkan tempat dan promosi yang lebih baik padahal sangat membahayakan bagi pembangunan rohil kedepan, tuntasnya.

Terpisah  H.M.Nurhidayat SH , saat dikonfirmasi oleh awak media ini karena pada tahun 2019 beliau sebagai kepala inspektorat kabupaten Rokan Hilir ,  agar berita yang disajikan berimbang namun pesan yang dikirimkan melalui pangilan WhatUP nya tidak terbaca kan ,hingga saat berita ini di terbitkan  (**)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan