Daerah

Kasi Pidsus Pastikan Proyek Jasa Berlangganan Internet Diskominfotik Bengkalis Akan di Selidiki

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Bengkalis, Jufrizal

BENGKALIS (PRC) – Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis Jufrizal memastikan akan melakukan penyelidikan terhadap proyek jasa berlangganan internet pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis. 

“Nanti, kami akan melakukan penyelidikan proyek jasa berlangganan internet pada Diskominfotik Bengkalis. secepat mungkin kita lakukan,” ungkap Jufrizal kepada wartawan, Minggu (20/09). 

Ia juga menyebutkan bahwa ditahun 2020 ini proyek jasa berlangganan internet pada Diskominfotik Bengkalis kembali dilanjutkan senilai Rp1,5 milyar, itu tertera di SiRUP-LKPP,  namun penyediaan fasilitas internet yang disiapkan oleh Diskominfotik terkesan tidak bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. 

“Uang sebesar itu seharusnya Diskominfotik Bengkalis dan jasa penyedia internet bisa memberikan pelayanan yang optimal,” tegas Jufrizal. 

Sebelumnya seorang pelajar SMP Fitri mengaku sejak pandemi COVID -19 proses belajar secara oline atau daring diberikan pihak sekolah. untuk menghemat biaya, sebutnya dirinya meluangkan waktu untuk mencari jaringan wifi di taman andam batu ampar Bengkalis. 

“Biasanya wifi di batu ampar Bengkalis bisa digunakan, sejak covid-19 tidak bisa atau mati. kitakan butuh paket data untuk mendownload tugas dari sekolah,” ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan Sopian bahwa jaringan wifi di taman andam dewi Bengkalis bisa digunakan, untuk mengerjakan tugas kuliahnya. 

“Kita biasanya apabila ada tugas kuliah pergi ke taman andem dewi untuk mendapatkan jaringan wifi gratis, beberapa bulan terakhir ini wifi nya mati. maklum lah mas mahasiswa disini juga ngekos,” katanya. 

Persoalan itu langsung ditanggapi Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Ruby Handoko mengatakan, bahwa persoalan tidak berfungsinya fasilitas wifi gratis yang disediakan oleh Diskominfotik Bengkalis bukan persoalan baru. 

“Sebelum wabah pandemi COVID-19 memang wifi gratis yang tersedia seperti di pelabuhan roro Air Putih- Bengkalis sudah tidak berfungsi, memang wifi gratisnya ada tetapi tidak bisa digunakan, dan ini banyak juga pengaduan sampai kekita,” ungkap Ruby Handoko.

Selain itu, dijelaskan Ruby Handoko fasilitas wifi gratis ini tersedia di tempat umum lainnya seperti taman andam dewi, dan taman batu ampar juga mendapatkan pengaduan tidak berfungsi atau mati. 

“Ditaman andam dewi dan taman batu ampar juga ada fasilitas wifi gratis tetapi tidak berfungsi atau mati. seharusnya dengan adanya jaringan wifi ini dapat membantu para siswa belajar oline atau daring ditengah pandemi COVID-19 ini,” kata Akok akrap disapa. 

Atas persoalan tersebut. lanjut Akok sudah mencoba untuk mempertanyakan hal ini kepihak Diskominfotik Bengkalis. namun, alasan pihak Diskominfotik jaringan wifi itu sengaja dimatikan. 

”Udah kita tanyakan jaringan wifi disejumlah titik ke Diskominfotik itu kenapa mati, mereka bilang sengaja dimatikan karena menghindari untuk berkumpul,” ujar Akok. 

Sejak pandemi Covid-19, para siswa di Kabupaten Bengkalis harus melakukan kegiatan belajar secara daring, untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

Namun, tidak sedikit siswa yang terkendala akses internet, keterbatasan biaya, dan sarana serta prasarana.

“Ketersediaan fasilitas internet gratis bisa mengoptimalkan kegiatan belajar online para siswa,” harap Akok.***

​​​




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan