Politik

Masyarakat Rohil Jangan Hanya Jadi Penonton

Foto net

Pantauriau.com - perhelatan pilkada menjadi momentum bagi pengadopsi kekuasaan , dimana  Belanja Bantuan baik dalam bentuk Hibah yang dianggarkan pada PPKD dalam hal ini BPKAD Kabupaten Rokan Hilir maupun dalam bentuk Kegiatan yang dialokasi pada beberapa OPD dilingkungan Kabupaten Rokan Hilir. Rabu 26/09/2020

Dikonfirmasi melaui sumber menjelaskan  " Berdasarkan pengamatan dan analisa data sederhana terhadap belanja bantuan ini menjelang Pilkada ditahun 2016 dan tahun 2020 dana bantuan ini cendrung naik, trens seperti juga terjadi dibeberapa Kab/Kota di Provinsi Riau lainnya.

Hal ini akan menjadi lebih trend karena kenaikan dana belanja bantuan di pilkada seretak 2020 tersebut dalam kondisi pandemi covid-19 artinya banyak pr pemerintah daerah yang harus dilakukan dalam menghadapi wabah ini seperti bagaimana mempertahankan daya beli masyarakat dalam kondisi pandemi ini dan sektor lainnya yang harus menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Dana bantuan bukanlah sesuatu yang diharamkan namun diperolohekan dan itu merupakan kewenangan dari Kepada Daerah untuk mengalokasikannya, namun harus diingatkan hanya boleh diberikan jika urusan wajib dan urusan pilihan yang menjadi tugas pokoknya sudah terpenuhi, jika tidak haram hukumnya mengalokasi dana ini menurut aturan penyusunan APBD yang dikeluarkan oleh Mendagri setiap tahunnya.

Berlanjut dirinya juga menjelaskan Dipilkada rohil 2020 yang diagendakan tanggal 9 Desember 2020, sesuatu yang lebih trend lagi karena agenda tahun penyusunan APBD Perubahan itu dilakukan sebelumnya pesta demokrasi tersebut, tentunya banyak hal yang dapat dilakukan oleh petahana dan partai pendukung dalam mendulang suara yang lebih besar, tentunya dengan mengendalikan kebijakan dan keberpihakan dalam penyusunan program dan kegiatan dalam APBD Perubahan 2020 tersebut.

Kondisi ini sah sah sah selagi kebijakan tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat umum khususnya masyarakat rokan hilir, artinya jangan sempat adanya alokasi anggaran yang seharusnya mendapat perhatian malah dikurangi karena tidak sejalan dengan kepentingan yang diinginkan.

Analisa sederhana dari data sementara yang diperoleh dalam pembahasan APBD Perubahan Rohil 2020, belum pada tahap pengesahan APBD Perubahan 2020 oleh Pimpinan DPRD Rokan Hilir, ditemukan perkiraan data perhitungan Belanja Barang Untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pihak Ketiga itu mengalami kenaikan yang cukup besarnya dengan perkiraan alokasi 75, 9 Miliar sebelum perubahan menjadi 101, 1 Miliar naik dengan perkiraan mencapai 25, 1 Miliar. (data sementara ) dimana belanja ini tersebar dibeberapa OPD seperti Dinas Perikanan dan Kelauatan dengan perkiraan nilai 1,3 Miliar, Dinas Ketahanan Pangan diperkiraan mencapai 6 Miliar dan dibeberapa OPD lainya.

Melihat besarnya kenaikan rekening belanja Belanja Barang Untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pihak Ketiga ini, masyaraka rohil jangan menjadi penonton saja, harus pandai pandai menangguk Dana Bantuan dari Pemda Rokan Hilir menjelang Pilkada 2020 ini, manfaatkan moment ini untuk mendapatkan hal tersebut dengan catatan tidak melanggar hukum dan aturan, pastikan tidak ada elemen masyarakat yang menerima bantuan tersebut berturut, pastikan tetap sasaran, namun disaat pencoblosan semuanya terpulang kepada masyarakat apakah yang sekarang sudah cukup baik atau ada yang lebih untuk membawa rokan hilir lima tahun kedepan.

Sebagai bagian dari masyarakat rokan hilir, tentunya kita punya kewajiban bersama untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi kemajuan pembangunan rokan hilir kedepan.tuntasnya (Syafri)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan