Dokter Rio Herison Ingin Mengabdi di Tanah Kelahirannya

PUTERA ASLI BAGANSIAPIAPI PERAIH ANUGERAH DOKTER TELADAN TINGKAT NASIONAL

Dokter Rio dan anak didik kesehatan saat makan bersama

Pantau Riau.com- Setelah 8 tahun di rantau, akhirnya Dokter Rio Herison yang di Nobatkan Dokter Teladan Tingkat Nasional tahun 2017 ini kembali di Tugaskan kekampung halaman Bagansiapiapi. Di Gedung Misran Rais Bagansiapiapi Senin 18 Januari 2021 ia bersama CPNS lainnya meraih suka cita menerima SK Pengangkatan CPNS.

Di usianya 34 tahun 10 bulan, secara syarat sudah mencapai batas akhir seleksi CPNS. Namun tak menyurutkan semangatnya. Berbekal keyakinan dan di topang usaha keras dengan belajar dan belajar akhirnya Dokter Rio Herison berhasil lulus seleksi CPNS yang diselenggarakan pada Tahun 2019 lampau. Terhitung seleksi kali ini adalah yang ketiga kalinya ia ikuti.

"Alhamdulillah, selalu berprasangka baik saja atas Qadarullah. Sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin olehNya. Padahal umur saya sudah hampir 35 tahun saat itu. Dua hal yang perlu saya syukuri, pertama bisa mengabdi dikampung tercinta. Kedua bisa menjaga orang tua tercinta di usia senja mereka." Ulas Rio.

Selain ingin mengabdikan diri kepada masyarakat di Kampung halaman, alasan lainnya adalah dekat dan bisa menjaga orang tua merupakan sesuatu yang sangat ia idam-idamkan selama di perantauan. Dengan alasan tersebut bukan berarti di UPT Puskesmas Pulau Merbau ia tinggalkan tanpa kesan. Lama disana tentu menimbulkan rasa sayang untuk ditinggalkan. Mengenang kebaikan masyarakat yang sudah dianggap keluarga, mengingat senyum dan giat remaja hingga celotehan para lansia. Kesemuanya bergejolak dalam hati yang sukar diungkapkan dengan kata-kata.

Wajar saja, selama lebih kurang 8 tahun menjadi dokter PTT di UPT Puskesmas Pulau Merbau Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Meranti. Dokter Rio Herison lulusan Kedokteran UNRI tahun 2011 di Pekanbaru ini berbaur dengan masyarakat, berkegiatan hampir 24 jam dengan persoalan kesehatan orang-orang disana. Dan ia pun menganggap Pulau Merbau adalah kampung kedua baginya selain Bagansiapiapi ibu kota Kabupaten Rokan Hilir. 

Pulau Merbau berbatasan langsung dengan negeri Jiran Malaysia tempat ia tumpahkan pengabdiannya adalah pulau terluar yang masih minim dengan sentuhan pembangunan infrastruktur. Mulai dari akses jalan yang membutuhkan kesabaran karena perjalanan dari ibu kota Selat Panjang memakan waktu 1 jam dengan kendaraan roda dua. Rintangan lainnya harus menyeberang Selat Rengit dengan menggunakan Sampan Kempang (sampan penyeberangan). Penerangan Listrik masih minim. Jaringan Seluler masih terbatas dan fasilitas penting lainnya yang kurang tersedia. Hal ini pasti tak semua dokter bersedia melakukannya.

Tercatat, menjadi Dokter pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Merbau. Dokter Rio anak kedua dari empat bersaudara ini harus ekstra mendatangi pasien rumah kerumah karena banyak masyarakat yang tak biasa ke Puskesmas. Panggilan jiwa dan ideologi profesi Dokter tertanam disanubarinya membuat dr. Rio lebih banyak menghabiskan waktu kepada masyarakat ketimbang waktu untuk pribadinya. Baginya pula kesehatan bukan sekedar bicara obat-obatan tapi lebih dari pada itu adalah pelayanan. Kemudian pencegahan dini terhadap penyakit merupakan hal yang harus menjadi skala prioritas.

Tak lama disana dan beradaptasi baik dengan warga Pulau Merbau. Dokter humoris dan ramah senyum ini akhirnya memahami lingkungan wilayah kerjanya. Ide brilian muncul, melalui rancangan-rancangan yang ia kukuhkan bersama warga. Lahirlah gagasan program kesehatan yang berorientasi pada kreatifitas warga dan inovasi-inovasi kegiatan yang tak pernah ada sebelumnya. Baik di Kabupaten Meranti maupun di Provinsi Riau. Program kesehatan ini terkait dengan kesehatan remaja, anak sekolah dan lansia.

Melalui program-program ini dokter Rio meraih dua kali penghargaan Dokter Teladan. Pertama pada tahun 2015 Dokter Teladan Tingkat Kabupaten Meranti dan yang kedua pada Tahun 2017 tingkat Provinsi Riau. Selanjutnya Pada tahun 2017 Dokter Rio bersama 8 Tenaga Kesehatan seperti Bidan, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya di utus mewakili Provinsi Riau dalam acara yang sama namun ditingkat lebih tinggi yakni Penganugerahan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional. Di  Jakarta dalam acara tersebut dari 33 orang Dokter se Indonesia, Dokter Rio Herison berhasil di Nobatkan menjadi Dokter Teladan Tingkat Nasional.

Sungguh prestasi yg luar biasa diperoleh oleh seorang Dokter yang mencurahkan pengabdian di Pulau Terluar. Sejatinya jika hanya sekedar program, banyak dokter bisa lebih baik dari seorang Rio Herison. Tapi penilaian ini juga tak lepas dari integritas dan dedikasi serta pengorbanan besar Dokter Rio lah sebenarnya penobatan Dokter Teladan tersebut pantas untuknya.

Adapun program-program kesehatan yang mengantarkannya terpilih sebagai Dokter Teladan diantaranya.

PROGRAM KESEHATAN REMAJA
Dokter Rio Herison memandang perlu melakukan pembinaan-pembinaan terhadap remaja. Menurutnya remaja rentan dengan berbagai sumber yang mengganggu kesehatan. Seperti kebiasaan merokok anak usia sekolah, hamil pada saat usia sekolah dan lebih jauhnya penyalahgunaan Narkotika.

Harapan dr. Rio melalui program kesehatan remaja ini bisa menekan tingkat kematian ibu dan bayi, memberikan edukasi dini tentang gizi dan dampak pernikahan dini. Sehingga remaja yang akan menjadi cikal bakal bapak dan ibu muda disana sudah dibekali dengan pencegahan awal.

Pada tahun 2014 dr. Rio menggagas terbentuknya Posyandu pertama di Kabupaten Meranti. Dengan dukungan lintas Sektoral terkait, program tersebut menjadi fokus Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan remaja. 

Selain itu melalui program ini juga dia menggagas terbentuknya Kader-kader Kesehatan Remaja Anti Rokok. Giat mereka secara aktif mengkampanyekan bahaya rokok pada anak usia sekolah. Program tersebut berhasil dinilai pada turunnya angka merokok siswa dari 45% tahun 2013 menjadi 2% pada tahun 2014.

Kemudian gagasannya makin cemerlang. Tidak hanya berfokus pada Posyandu Remaja. Dokter Rio mulai menanamkan program kesehatannya dalam dunia Pendidikan. Ia berusaha mengembangkan Pendidikan remaja yang berkelanjutan pada sekolah-sekolah. Program yang ia canangkan berhasil diterima menjadi mata pelajaran muatan lokal Ilmu Kesehatan di dua sekolah tingkat Menengah. Berkat dukungan Kepala Sekolah dan UPTD Pendidikan Kecamatan Pulau Merbau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Meranti dr. Rio di amanatkan menjadi dokter sekaligus Guru yang mengajarkan ilmu kesehatan.

Terbukti, berselang 2 tahun di jadikan mata pelajaran muatan lokal ILmu Kesehatan berhasil mengiliminasi kenakalan siswa. Tak ada lagi ditemukan kasus siswa hamil di usia sekolah.


PROGRAM KESEHATAN ANAK SEKOLAH.
Program kesehatan anak sekolah berfokus pada anak untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Ia mulai mengkampanyekan PHBS di sekolah melalui UKS (upaya kesehatan sekolah). Berkat dukungan Sektoral terkait, ia berhasil membentuk Tim Pembina tingkat Kecamatan Pulau Merbau. Tim ini adalah Tim pertama di tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti. Tim Pembina UKS terdiri dari Pemerintah Kecamatan, Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas. Berperan melakukan pembinaan kesehatan anak sekolah.

Adapun kegiatan yang pernah terealisasi diantaranya, Pelatihan Dokter Kecil, pelatihan kader kesehatan, pelatihan konselor anti rokok, kampanye bahaya rokok, kompetisi remaja sehat, kompetisi pembuatan Video Promosi Kesehatan, kampanye PHBS Dokter Kecil, penetapan kawasan Bebas Asap Rokok serta program sarapan pagi bersama disekolah bagi murid SD di Kecamatan Pulau Merbau.

PROGRAM KESEHATAN LANSIA
Lansia merupakan kelompok individu rentan dengan berbagai macam penyakit. Hal ini dipicu karena lansia mulai kurang nafsu makan, melemahnya faktor fisik hingga faktor psikologis yang sering di alami Lansia. Perasaan kesepian jauh dari anak-anak membuat Lansia mudah depresi. Faktor-faktor ini mendorong dr. Rio menggagas program kesehatan Lansia.

Dokter Rio secara masif membentuk kelompok Lansia sadar sehat. Dimulai dengan memodifikasi Posyandu untuk Lansia. Jadwal Posyandu sangat di nanti-nanti oleh Lansia dalam setiap bulannya. Pada kegiatan Posyandu tersebut Lansia tak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan tapi di berdayakan dengan berkreasi. Seperti membawa mereka pada kegiatan memasak, berolahraga serta bersilaturrahmi dan bersenda gurau sesama Lansia.

Dokter Rio Herison tak hanya seorang Dokter. Tapi bagi warga Kecamatan Pulau Merbau dan Kabupaten Kepulauan Meranti ia juga seorang Guru. Yang memberikan sumbangsih pemikiran serta berdedikasi tinggi kepada daerah tempat pengabdiannya. Guru yang di jadikan oleh banyak remaja sebagai sumber inspirasi menuju kreatifitas yang bermuara pada produktifitas.

Kini ia dipanggil untuk membangun tanah kelahirannya Bagansiapiapi. Dalam kesibukannya kepada Awak Media Pantau Riau ia bertutur. 

"Alam bisa menempa seorang Dokter untuk dapat bertahan atau tidak. Apabila seorang Dokter bisa bertahan dari tempaan alam, ia yakin Dokter tersebut menjadi Dokter Hebat. Jalan saya masih panjang, Bagansiapiapi adalah tanah Tumpah darah saya. Ujian ini tentu semakin berat, namun Siapa lagi kalau bukan kita, ini rumah kita, ini tanah kelahiran kita." Tutup Dokter Rio Herison. ✍AlieSN
 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan