Dana operasional dan gaji bulanan sejak 2020 tidak dianggarkan.

API MUNCUL, MPA SEI BAKAU TERANCAM BUBAR

PantauRiau.com-  Masyarakat Peduli Api (MPA) kepenghuluan Sei Bakau kecewa dengan Datuk penghulu Supianto karena tidak mengalokasi biaya operasional dan honorarium sejak tahun 2020. Buntut kekecewaan ini sebanyak 9 orang yang tergabung didalamnya meminta kepastian kepada pihak kepenghuluan Sei Bakau Kecamatan Sinaboy kabupaten Rokan Hilir. Rabu (24/02/2021).

Polemik ini seharusnya tak terjadi jika Datuk Penghulu (kepala Desa) Supiyanto memposisikan MPA sebagai komponen penting dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan. Sikap pihak kepenghuluan tersebut bertolak belakang pula dengan harapan Publik Indonesia Khususnya Riau menginginkan terbebas dari bencana Asap yang disebabkan oleh Karhutla. 

Menurut Suardi ketua MPA Sei Bakau. Pihaknya berkali-kali menyampaikan keluhan tentang biaya operasional patroli pencegahan dan gaji bulanan kepada Penghulu Supiyanto. Dan hal serupa juga pernah di utarakan kepada pihak Kecamatan Sinaboy. Namun belum  pernah ada kejelasan sampai masuk tahun 2021. Jangankan gaji 1 tahun didapat, justru mereka di beri tawaran masih bekerja atau mundur.

"Kami sudah sering menyampaikan prihal ini. Tanggapan penghulu sabar saja dulu. Dana belum keluar. Tapi hingga masuk tahun 2021 belum jua dana tersebut dikeluarkan. Kemaren pagi saya bertemu lagi dengan beliau dan meminta penjelasan. Bukannya solusi yang didapat, malah beliau menyampaikan  dana MPA sampai tahun 2021 tak dianggarkan dan hal yang tak enak didengar, beliau memberikan pilihan kalau tak sanggup mundur saja biar bisa digantikan dengan orang lain." Beber Suardi.

Sejatinya bencana alam yang terjadi perlu ada upaya khusus dan penuh keseriusan dalam penanganannya. Apalagi terkait karhutla yang sejak lama menghantui masyarakat tiap tahun di kabupaten Rokan Hilir Riau. Asap tebal yang berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat dan menyebabkan berbagai penyakit pernafasan menjadi momok tiap memasuki musim kemarau.  Untuk itu, pemerintah beserta para ahli berpikir keras hingga melahirkan gagasan-gagasan konkrit. Maka muncul satu pandangan bahwa sangat diperlukan partisipasi masyarakat. 

Berangkat dari hal tersebut lahirlah Masyarakat Peduli Api (MPA) disetiap daerah yang rawan terjadi Karhutla. Namun perjalanan MPA disetiap daerah berbeda-beda dalam dukungan pemerintah setempat. Hal ini disebabkan pembiayaan yang belum sepenuhnya mendapat alokasi khusus. Seperti kondisi yang menimpa MPA Sei Bakau. Sejak tahun 2020 belum pernah menerima bentuk bantuan pendanaan apapun.

Sementara itu upaya patroli pencegahan sering dilaksanakan baik secara berombongan maupun secara sendiri-sendiri. Dikala penanggulangan dan pemadaman api, mereka para personil berkorban waktu, tenaga dan materi serta berhadapan dengan maut yang kapan saja bisa merenggut nyawa. Ironisnya  gaji yang hanya sebesar 200 ribu Rupiah tak bisa ditanggulangi pihak desa maupun Pemda Rohil.

Selanjutnya Awak Media Pantau Riau berhasil menghubungi Datuk penghulu Supianto. 
"Mau gimana lagi. Dana MPA yang pernah dianggarkan untuk tahun Anggaran 2020 dialihkan pada penanggulangan pandemi covid19. Sedangkan biaya operasional pemadaman api selama ini beberapa hari ini saja pakai uang pribadi saya. Sementara, Untuk tahun 2021 ini saya belum bisa pastikan entah cukup entah tidak." Pungkas Supianto. 

Selanjutnya, informasi sementara kebakaran Hutan dan Lahan di kepenghuluan Sei Bakau ada satu titik di RT 12  yang sedang ditangani oleh tim gabungan TNI-Polri beserta perangkat kepenghuluan RT dan RW tanpa MPA.  Kemudian jika persoalan ini berujung pada pembubaran MPA, kelompok masyarakat peduli api yang selama ini dibekali pelatihan dan pendidikan serta pernah berdedikasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, maka  murni penanggulangan Karhutla dibebankan kepada aparat keamanan (Polri) dan aparat pertahanan (TNI) Republik Indonesia serta personil UPT KPH Rohil. (✍AlieSN)
 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan