Daerah

Dugaan Korupsi KONI 2019, Asep Ruhiat Minta Penyidik Kejari Bengkalis Dapat Hentikan Proses

Ketua Koni Bengkalis bersama Asep Ruhiat.

BENGKALIS (PRC) – Penyidik dari Pidana Khusus di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkalis terus mendalami dugaan korupsi Dana Hibah yang berada di Komite Olahraga Nasional (KONI) pada Tahun 2019 .

Kali ini penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten memanggil Sekretaris Umum Koni Kabupaten Bengkalis yaitu Saroni untuk melengkapi keterangan atas dugaan korupsi Dana Hibah Tahun 2019 yang bersumber dari Dana APBD.

Dalam memenuhi panggilan dari penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri bengkalis, Saroni yang hadir di kejasaan Negeri Bengkalis sekitar pukul 17.00 wib dengan di dampingi oleh kuasa hukum Mahatir prasetya dan Widia syafitri dari kantor hukum Asep ruhiyat dan pantner.

Ketika di wawancarai kuasa hukum KONI Kabupaten Bengkalis, Asep Ruhiat iya menjelaskan bahwa semalam kita sudah mendampingi klien kita dalam agenda pemeriksaan dana hibah koni 2019.

"Jadi pemeriksaan dalam kasus Koni Bengkalis merupakan yang kedua kali yang di lakukan oleh dua institusi penegak hukum, yang pertama sudah di periksa oleh Diskrimsus Polda Riau dan yang kedua oleh kejaksaan Negeri Bengkalis," kata Asep Ruhiat.

Ditambahkan Asep, Dalam pemeriksaan pertama disitu sudah jelas perkara tersebut sudah dihentikan dari penyidikan, dikarenakan perkara tersebut terbukti tidak menyebabkan kerugian Negara dengan artian tidak memenuhi unsur dikatakan sebagai tindak pidana korupsi.

"Nah, sekarang adalagi proses kedua di Kejaksaan Negeri Bengkalis, namun apakah kejaksaan Negeri Bengkalis sudah berkomunikasi dengan pihak Polda Riau dalam permasalahaan ini," terangnya.

Kepada semua atlit,disebutkan Asep, agar tetap fokus dalam memepersiapkan diri untuk mengejar prestasi, apalagi di tahun ini banyak para atlit Koni Kabupaten Bengkalis yang ikut berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. 

"Kami juga tentunya berharap agar pihak penyidik Kejaksaan Negeri Bengkalis dapat menghentikan proses Kasus ini, apalagi dengan adanya surat keterangan dari BPK dan Inspektorat yang menerangkan bahwa tidak ada temuan kerugian Negara dalam hibah koni Tahun 2019," pungkasnya.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan