Daerah

PAD ROKAN HILIR 2017-2020 DIDUGA ADA KEBOCORAN

Lustrasi photo net PAD

Pantau riau. com - PAJAK merupakan sumber utama pendapatan negara yang berasal dari wajib pajak dan kemudian diperuntukkan pembiayaan pemerintah dan kepentingan umum. Pembayaran pajak ini diatur dalam undang-undang. Namun, bicara soal pajak saat ini pemerintah selain harus berhadapan dengan wajib pajak yang bandel, juga dihadapkan pada oknum-oknum penggelap setoran pajak. (kamis 1April 2021)

Dikonfirmasi melalui sumber sebut pengiat anti korupsi kabupaten Rokan Hilir Sugeng  di dex cafe ujung tanjung menyampaikan " Minimnya penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Rokan Hilir dalam tiga tahun belakangan ini, patut diduga ada sesuatu yang kurang tepat dalam pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah tersebut.jelasnya 

Dari target kinerja Bapenda Rohil dalam penerimaan pendapatan asli daerah dari tahun 2017-2019 diperoleh besaran pendapatan asli daerah sebesar 99,088,337,123 ( 2017), 106,024,520,722( 2018), 113,446,237,172 (2019), 121,387,473,774 (2020) dan untuk target kinerja 2021 sebesar 129,884,596,938. Dari target tersebut per 31 Desember 2019 Bapenda Rohil hanya mampu mencapai target kinerja sebesar 10,838,496,500.00 atau sebesar 89.72%.

Dengan perkiraan realisasi penerimaan diantaranya pajak hotel 1.294.457.328, pajak restoran 443.291.872, pajak hiburan 295.192.625, pajak reklame 1.665.022.410,pajak parker 6.243.600, pajak air tanah 1.075.026.901, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan 85.467.500, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan 4.472.125.982.
Sementara untuk perkiraan realisasi tahun anggaran 2020 diantaranya pajak hotel 898.916.245, pajak restoran 3.527.306.137, pajak hiburan 234.415.522, pajak reklame 1.070.856.703, pajak parker 89.017.200, pajak air tanah 784.098.830, sedangkan untuk Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan sebesar 4.237.592.652.

Data perkiraan uraian yang ada, jika dilihat lebih rincian terkait beberapa item penerimaan misalnya terkait pajak hotel di 2020 diduga ada beberapa pencatatan yang tidak konsisten atau diduga sengaja dibuat kabur atau tanpa identitas jelas dari hotel yang melakukan pembayaran diantaranya transaksi penerimaan tanggal 03 Juni 2020 dengan nomor sts No. STS :  1063/STS/3.00.03.02/A01/2020 dengan uraian transaksi Pelimpahan Set Pajak Hotel Periode 03 Juni 2020 dengan besar penerimaan 66.110.000,-.

Hal ini berbeda dengan pencatatan sebelumnya diantaranya transaksi penerimaan tanggal 28 Februari 2020 dengan nomor sts No. STS :  0442/STS/3.00.03.02/A01/2020 dengan jumlah setoran 2.529.000,- dengan uraian transaksi Pembayaran Pajak Hotel Rasa Sayang Bln Feb 2020 Kecamatan  Bangko, tentunya ini lebih terbuka dan lebih transparan jika dibandingkan dengan pola pencatatan diatas.

Keterbukaan dan konsistensi dalam setiap tahapan pengelolaan pajak daerah ini akan dapat menghindari terjadinya kebocoran dalam PAD sehingga peningkatan PAD dari tahun ketahun dapat tercapai menuju kemandirian daerah terlebih dimasa pandemi covid-19 ini.
 
Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada nya pihak dinas BAPENDA kabupatem Rokan Hilir untuk dimintai konfirmasinya terkait kebocoran PAD tersebut . (sy*)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan