Daerah

Edi Zulfan Minta Walikota Dumai Batalkan Penyalahgunaan Dana CSR, Lihat Tanggapan Ketika Dikonfirmasi 

PANTAU DUMAI - Terkait beredarnya surat undangan Walikota Dumai H. Paisal, SKM, MARS ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Dumai menarik banyak pihak berkomentar. Salah satunya Edi Zulfan, kepada awak media ini Minggu (18/07/2020) ia tidak sependapat dan minta agar persoalan itu diundurkan karena sudah salah peruntukkan, seperti diutarakannya.

"Corvorate Social Responsibility (CSR) atau Kepedulian Sosial dan Lingkungan diatur didalam Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) yaitu pada pasal 74. Diperkuat lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)". ungkap Edi.

"Dana CSR lebih lebih mengutamakan pemberdayaan Ekonomi masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan bukan malah membangun gedung yang di nilai Prestisius dengan dana puluhan Milyar. Selain itu Dana CSR seharusnya peruntukan lebih memprioritaskan warga sekitar yang terdampak langsung dengan aktivitas perusahaan, ini jelas sangat merugikan masyarakat Kota Dumai". tegas Edi Zulfan yang sering di panggil Edi Projo.

Menurut Edi Projo juga aktivis buruh SPKD Kota Dumai "Pembangunan Gedung lslamic Centre bukanlah hal yang mendesak, apalagi dengan kondisi Pandemi Covid-19 ini masyarakat sudah sulit mencari pekerjaan. Pedagang-pedagang semakin sulit menjual dagangannya di karenakan daya beli masyarakat semakin berkurang, kalau memang bersikeras ingin membangun Gedung lslamic Centre pakai aja Dana APBD atau Dana lainnya, jangan di ganggu CSR kasihan Masyarakat sekitar Lingkungan Pabrik hanya dapat Polusi". kesal Edi.

Edi Projo sering di panggil Datuk Timbalan Panglima Muda Laskar Melayu Bersatu (LMB) mengusulkan "Lebih baik Dana CSR tersebut di salurkan ke rumah-rumah lbadah untuk peningkatan kualitas SDM pengurus-pengurus Masjid atau anak-anak di Lingkungan Masjid atau ke Sekolah yang Bangunannya sudah tak layak pakai di pelosok-pelosok Kota Dumai atau salurkan ke Panti-Panti". tutupnya.

Seperti diketahui beredar Undangan Rapat oleh Walikota Dumai kepada 37 Pimpinan/Perwakilan Perusahaan yang di agendakan pada Senin (19/07/2021) Pukul 14'00 WIB di Ruang Rapat Media Centre. Untuk menandatangani Naskah Perjanjian antara Pemerintah (Pemko) Dumai dengan pihak ketiga tentang Pembangunan lslamic Centre dan Revitalisasi Taman Bukit Gelangang Kota Dumai.

Sebelum berita rilis awak media menghubungi Walikota Dumai H. Paisal, SKM, MARS melalui pesan singkat WhatsAap, terjadilah dialog  sebagaimana awak media tulis dibawah ini.

- Walikota "No comment Saudaro. Tergantung Nawaitunya. Kok sebelumnya ngak pernah comment CSR". 

+ Awak media "Sblum sdh kok pak Wali. Kepada hendri sandra"

- Walikota "Edi projonya maksud saye.. Kok baru skrg komentar, sebelum2nya kemana.

+ Awak media "Nah itu dio pak wali.. Edi projo merasa kritis soal dana CSR yang diperuntukkan.

- Walikota "Saya serahkan kemasyarakat saja yg menilai. Saya mau membangun Dumai. Kalau bicara dampak ekonomi. Nanti lihat saja sendiri. Orang Dumai tidak bodoh Saudaro

+ Awak media "Asssiaap pak wali laksanakan.

Itulah tanggapan Walikota Dumai H. Paisal, SKM, MARS ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsAap tetkait adanya penolakan Edi Zulfan terkait rencana pembangunan lslamic Centre dan Revitalisasi Bukit Gelanggang dengan mengunakan Dana CSR perusahaan yang bercokol di Dumai***(HD/ZA)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan