Apa kriteria BLT DD Tahun 2021 Kepenghuluan Bagan Jawa

MENYEDIHKAN, JANDA TIGA ANAK TAK MASUK DAFTAR PENERIMA BLT BAGAN JAWA

Datuk penghulu Markasim saat menyerahkan pembagian BLT DD kepada warga penerima di Kantor Penghulu Bahan Jawa

Pantauriau.com- Pembagian BLT DD tahun 2021 di kepenghuluan Bagan Jawa kecamatan Bangko kabupaten Rohil terjadi polemik di masyarakat. Jumat (23/7/2021).

Persoalan ini muncul ketika ada pengurangan jumlah penerima KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang semula pada tahun 2020 lalu total sebanyak 145 KK. Sedangkan untuk tahun 2021 hanya sebanyak 102 KK. 

Pengurangan tersebut juga diduga tidak berazaskan keadilan dan mementingkan keinginan Datuk Penghulu. Sebagaimana dijelaskan oleh Supiyanto mantan Ketua RT 15.

"Saat musyawarah desa sekitar bulan Februari lalu, Datuk penghulu Markasim sempat berujar. Kalau sebanyak 145 penerima, maka tidak bisa lagi pembangunan fisik. Itu katanya, jadi Kita dulukan mana, fisikkah atau pembagian berkeadilan?" Ujarnya.

Masih menurut Supiyanto. "Kebijakan ini semena-mena. Sebanyak 43 (empat puluh tiga) KK yang keluar dari daftar penerima secara umum adalah masyarakat tidak mampu." 

Sebagai contoh, ada namanya Liza seorang janda tinggal dirumah tidak layak huni, memiliki 3 (tiga) orang anak beralamat dijalan Tangko dan tidak mempunyai penghasilan tetap.

foto : Liza seorang Janda memiliki 3 orang anak tinggal dijalan Tangko Bagansiapiapi.

Lain lagi Julisa, istri dari seorang pemulung, Nurbaiti istri pemulung dan Susilawati Istri seorang Tukang Tebas Rumput memiliki anak 7 (tujuh) orang. "Mereka ini adalah orang-orang yang layak menerima BLT DD, kenapa di coret dari daftar!" Tutup Supiyanto.

foto : Julisa Istri Pemulung jalan makmur Bagansiapiapi.

Selanjutnya Awak Media Pantau Riau melakukan konfirmasi kepada Datuk penghulu Markasim. Dalam klarifikasinya beliau mengatakan.

"saya melakukannya berdasarkan musyawarah bersama perangkat desa dan termasuk juga dengan unsur tokoh-tokoh masyarakat. Waktu itu diputuskan untuk memilih dua kriteria saja." Ulasnya.

Dua kriteria yang di maksud penghulu Markasim adalah Lansia (lanjut Usia) dan warga dengan penyakit menahun.

"Saya siap bertanggung jawab, karena semua sesuai aturan dan mekanisme. Saya tidak sendiri, Untuk pendataan kita serahkan kepada Tim 10 (sepuluh). Tim ini pula yang membawa nama-nama untuk diputuskan kehadapan musyawarah." Pungkasnya. (AlieSN)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan