20 Tahun Dumai Sebagai Bagian dari kegiatan usaha Hulu migas #Dumai dapat apa.?

Teriak Anak Bangsa Jelang Detik Kembali nya Blok Rolan Kepangkuan Ibu Pertiwi.

PANTAU DUMAI - Mimbar bebas yang diprakasai oleh sejumlah tokoh pemerhati Lingkungan, tokoh seni budaya Dumai Riau,Agung Marsudi,Agus Budianto, Tias AG, Darwis, serta Ketua Perkumpulan Pengusaha Lokal Dumai (PPLD) Candra Abdul Gani.sabtu Malam jln Dok yard (30/07)

Agung Marsudi salah satu mentor tenaga Ahli perumus Blok rokan,dumai sebagai kota minyak ,kalau dumai mau maju jangan jadi konsumen blok rokan.

"Persoalan blok rokan yang disampaikan Bung marsudi melalui mimbar bebas dihadiri sejumlah tokoh, serta mahasiswa /I Pekan Baru - Dumai. habisnya masa kontrak PT Caltex transisi ke PT Chevron PT Pertamina sudah melirik blok rokan.

Urusan hilir migas itu dulu milik Chevron, sekarang harus anak Dumai menjadi motor perjuangan PAD Kota Dumai, yang selama ini pembodohan dilakukan oleh mereka.

"Material-material tersebut di antaranya pipa, conductor, casing, tubing, wellhead, valve, kabel, maupun pompa angguk. Saat ini, sejumlah material PHR telah tiba di gudang penyimpanan PT CPI.

Kontrak bagi hasil produksi minyak dan gas bumi (Production Sharing Contract/ PSC) PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Blok Rokan, Riau bakal segera habis sekitar sepekan lagi, tepatnya 8 Agustus 2021.

 

Setelah kontrak CPI berakhir, mulai 9 Agustus 2021 pengelolaan Blok Rokan akan diambil alih oleh PT Pertamina (Persero) melalui unit usaha PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk itu perjuangan ini harus kita raih, agar dua puluh tahun kedepan, anak cucu kita bisa menikmati hasil migas blok rokan. "ungkap Agung.


Alwis pemerhati lingkungan,hadir dalam pembicaraan perjuangan blok rokan," Dumai dapat Apa? kata kata itu bukan lagi sebagai slogan hari ini.

"Perjuangan ini, bukan untuk pribadi atau perorangan, ini semua kita perjuangankan mutlak untuk masyarakat Dumai itu sendiri.

Untuk itu mari kita maju penuh semangat merebut hak hak kita yang selama ini dizholimi serta pembodohan dilakukan oleh mereka "ujar penuh semangat.

Yang lebih menyetuh hati kita yaitu, Leluhur kita pesangrahan putri tujuh diareal kilang PT Pertamina tak bisa kita kunjungi, " Seniman Tias AG dalam mimbar bebas tersebut, semua yang hadir terdiam dan terpaku,dalam benak mereka hanya blok rokan, namun tak terbayangkan leluhur putri tujuh ada diarea kilang PT Pertamina.

"Kita selama ini tak mendapatkan hasil apapun dari blok Rokan,hanya pemilik
wellhead lah yang mendapatkan pembagian hasil, sementara kita hanya dinina bobokan oleh pembodohan ditambah lagi pesangrahan lelulur kita pun tak bisa kita kunjungi, sungguh menyayat hati kita.

Kami selaku seniman Riau meminta kepada pemerintah, agar pesangrahan leluhur kita bisa dikujungi."harapan tias AG kepada pemerintah.




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan