Daerah

Dua Kejari di Riau Termasuk Dumai Mengusut Kasus Dugaan Korupsi Anggaran DPRD

PANTAU DUMAI - Sepertinya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai mempunyai gawean yang boleh dikatakan mirip. Lembaga Penegak Hukum yang sama tersebut, satunya sedang mengusut Dugaan Korupsi sedangkan satunya baru sebatas menerima Laporan. Namun objeknya sama, yaitu seputaran Lembaga Legislatif atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di masing-masing Wilayah Hukumnya. 

Dikutip dari BualBual.com yang rilis pada Rabu (25/08/2021) bahwa Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing sedang menyelidiki dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kuansing periode 2014-2019. Dengan judul berita, Kejari Kuansing Riau Usut Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan Pimpinan dan Anggota DPRD.

Rilisan itu menyebut Kepala Kejari Kuansing, Hadiman SH MH penyidiknya telah melakukan pengumpulan data dan keterangan dari pihak-pihak terkait. Beberapa orang telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Hadiman juga menegaskan, penanganan kasus ini jadi prioritas Kejari Kuansing untuk dituntaskan, dan dalam pengungkapan kasus, penyidik bersikap profesional.

Sedangkan Kejari Dumai baru sebatas menerima Laporan Dugaan Korupsi di Sekretariat Dewan, sebagaimana diberitakan media online Lineperistiwa.com hari yang sama dengan pemberitaan diatas. Berjudul, Kejari Telah Mendisposisikan Laporan Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Dumai. Sebagaimana disampaikan pelapor ke awak media, bahwa Laporan telah didisposisi Kejari ke Bagian Pidsus.

Kesamaan kasus adalah terjadinya dugaan korupsi di Lembaga yang sama yaitu DPRD, bahkan materinya juga dapat dikatakan tidak ada petbedaan yaitu berkaitan dengan anggaran. Laporan dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Dumai menarik perhatian Edy Zulfan, kepada media ini Kamis (26/08) pria ceking tersebut angkat bicara.

Sangat mengapresiasi Laporan yang dibuat oleh beberapa rekan media, dan berharap laporan tersebut ditindaklanjuti, dan minta agar proses penyelidikan dipantau terus. Jika perlu buat tembusan ke Kejati dan Kejagung Rl, apalagi katanya Kejari telah mendisposisikan ke Bagian Pidsus itu satu permulaan yang bagus, berarti ada atensi oleh pihak Kejaksaan Negeri Dumai.

"Bangga dan salut dengan teman-teman media yang telah membuat Laporan, apalagi kasus yang dilaporkan hampir sama dengan yang terjadi di Kuansing, jika menilik ucapan Kejari Kuansing Hadiman SH MH bahwa penanganan kasus tersebut menjadi prioritas untuk dituntaskan dan dalam pengungkapan kasus, penyidik bersikap profesional, hendaknya Kejari Dumai mempunyai sikap dan pandangan yang sama seperti Kejari Kuansing". ungkap Ketua Projo Kota Dumai tersebut.

Lanjutnya "Kasus Kuansing bisa dijadikan acuan dan barometer dalam proses penanganan dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Dumai, supaya kasus ini mendapat atensi buat tembusan ke Kejati dan Kejagung apalagi pihak Kejari Dumai sudah lama tidak menuntaskan kasus korupsi yang berujung ke Peradilan, semoga kasus ini bisa tuntas". tegas Edy.

Sedangkan pelapor yaitu beberapa Jurnalis yang ditemui awak media saat bersamaan mengatakan "Laporan tersebut terus dipantau progresnya dan tembusan Laporan pasti akan kita kirim, sepertinya dalam waktu dekat, untuk Kejagung akan kita kirim Via Pos, sedangkan Kejati rencananya akan diantar langsung, sekalian berharap bisa ketemu dengan Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto karena ada beberapa hal yang perlu disampaikan secara langsung". ungkap para pelapor.




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan