Daerah

Securiti DPRD Dumai Diperiksa Kejaksaan Secara Maraton

Gambar ilustrasi net

PANTAU DUMAI - Buntut laporan warga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai bebetapa waktu lalu yang menduga terjadi korupsi di Sekretariat DPRD Dumai dalam beberapa kegiatan. Salah satunya anggaran jasa tenaga pengamanan atau Security sepertinya direspon dengan sangat cepat. Hal itu sebagaimana pantauan awak media, Selasa (05/10) pada kantor Kejaksaan sementara yaitu di Gedung Deskranada yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman atau berdekatan Mall Ramayana. 

 

Berdasarkan pantauan, siang itu terlihat beberapa orang mendatangi kantor Kejari Dumai dan orang-orang itu sepertinya tenaga pengamanan atau Security Gedung DPRD, karena sehari sebelumnya awak media telah pula di informasikan. Bahwa akan ada pemanggilan tenaga Security yang bekerja pada Gedung DPRD Dumai, dan diduga pemanggilan itu berkaitan erat dengan laporan yang dibuat warga beberapa waktu sebelumnya. 

 

Dugaan itu diperkuat keterangan salah seorang pegawai Kejaksaan yang sempat di tanyakan saat itu, kepada awak media ia membenarkan pemangilan itu bahkan disebutnya jumlah oknum Security yang dipanggil. Sekalian menyebutkan pemanggilan itu memang ada kaitannya dengan laporan dugaan korupsi di Sekretariat DPRD yang sebelumnya pernah diberitakan media ini. 

 

"Sepengetahuan saya memang ada pemanggilan terhadap Security yang bekerja di Gedung DPRD Dumai, kalau tidak salah sebanyak 22 orang, untuk jelasnya tanyakan langsung kepada penyidik atau yang berhak memberikan informasi dan keterangan ke awak media". ujar sumber dalam tersebut, seraya berpesan namanya tidak di ekspos. 

 

Esoknya (Rabu 06/10) awak media kembali mendapat informasi dari sumber yang sama, bahwa institusi tempatnya bekerja kembali memanggil beberapa orang, kali ini giliran yang dipanggil adalah tenaga Security yang katanya bertugas di kediaman unsur pimpinan DPRD Dumai periode sebelumnya, yaitu tahun 2014-2019. 

 

Ada 4 (empat) orang terpanggil yaitu 2 (dua) tenaga Security rumah Ketua DPRD dan masing-masing 1 (satu) orang pada rumah Wakil Ketua. Kabarnya akan dilanjutkan dengan pemanggilan Security yang bertugas di kediaman pimpinan DPRD kota Dumai periode sekarang.

 

"Kelanjutan dari pemanggilan Selasa kemarin, hari ini sepertinya kembali dipanggil 4 (empat) orang, jika semalam Security yang bertugas di Gedung DPRD kali ini yang bertugas di rumah unsur pimpinan DPRD, yaitu 2 (dua) orang Security yang bertugas pada rumah ketua DPRD kala itu, dan masing-masing seorang pada rumah wakil ketua, totalnya ada 4 (empat) orang". sebut sumber dalam tersebut.

 

Dari 4 (empat) orang yang katanya di panggil namun yang datang menemui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Ekky hanya dua saja, duanya lagi tidak terlihat datang dan apa penyebab ketidakhadirannya sumber sendiri tidak tahu persis. 

 

"Sepertinya cuma berdua yang datang memenuhi panggilan duanya lagi tidak terlihat dan saya tidak tahu apa alasan ketidakhadiran mereka memenuhi panggilan penyidik, tanyakan langsung ke penyidiknya atau yang berkompeten". jelasnya seraya memberi saran ke awak media. 

 

Selain melakukan pemanggilan tenaga Security yang bertugas di Gedung DPRD dan tenaga Security yang bertugas di rumah pimpinan DPRD periode terdahulu. Kabarnya pihak Kejaksaan memanggil pula Security yang katanya menjaga kediaman pimpinan DPRD yang sekarang menjabat, Memastikan kebenaran informasi diatas awak media menghubungi Kasipidsus Kejari Dumai Ekky melalui pesan WhatsAap, namun sampai berita ini dimuat, ia masih belum menjawab.  

 

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah warga Dumai yang berprofesi sebagai Jurnalis melaporkan ke pihak Kejari Dumai dugaan korupsi beberapa kegiatan di Sekretariat DPRD Dumai. Para pelapor menduga salah satunya terjadi mark-up atau pengelembungan anggaran jasa pengamanan/Security. Karena anggaran yang terealisasi sepertinya tidak sebanding dengan jumlah tenaga Security dan honor yang dibayarkan berdasarkan indikator realisasi kegiatan mengutip data yang pelapor miliki. 

 

Menariknya ketika isu pemanggilan tenaga Security oleh pihak Kejaksaan merebak beritanya, pada hari yang sama ada seorang warga yang minta identitasnya dirahasiakan bertanya ke awak media tentang adanya tenaga Security di rumah pimpinan DPRD. Karena sepengetahuan warga tadi ia tidak pernah mendengar atau melihat jika selama ini rumah pimpinan DPRD dijaga tenaga Security, apalagi level ketua yang katanya dijaga lebih dari 1 (satu) Security.

 

"Saya belum pernah mendengar atau melihat langsung kalau rumah pimpinan DPRD ada Securitynya terlebih untuk jabatan ketua katanya 2 (dua), tentu kalau ada Security pasti mereka terlihat sebab memakai baju seragam Safari seperti yang dikenakan Security yang bertugas di Gedung DPRD". ucap warga tersebut sambil tersenyum . 

 

"Apalagi saban hari saya melewati Jalan depan rumahnya, kok aneh ya tidak pernah terlihat, tapi apakah jika pertanyaan ini ditujukan kepada warga yang lain jawaban mereka sama dengan jawaban saya ini, karena jangankan siang malam-pun saya tak pernah melihat ada Security disitu (rumah mantan ketua DPRD-red)". beber warga yang mengaku domisilinya tidak begitu jauh dari kediaman ketua DPRD terdahulu.

 

Ujarnya lagi "Kita hanya berharap penyidik Kejaksaan cermat dan jeli dalam menyikapi serta mengusut perkara ini, percayakan saja kepada pihak Kejari Dumai untuk mengungkap dugaan korupsi tersebut, secara pribadi saya apresiasi gerak cepat penyidik Kejaksaan untuk mengusut". tutupnya mengajak bersikap bijak. 

 

Keraguan warga sebagaimana disampaikannya ke awak media terhadap ada atau tidaknya penempatan tenaga Security selama ini di rumah unsur pimpinan DPRD menjadi hak mereka. Apalagi penilaian itu didasarkan oleh pengetahuan mereka dengan melihat kondisi yang ada sejauh ini. Itu tidak bisa disalahkan malahan seharusnya dipersiapkan alibi untuk menjawab keraguan yang warga rasakan tadi. 

 

Tempat terpisah salah satu pelapor angkat bicara kepada awak media terkait adanya warga yang baru tahu jika rumah pimpinan DPRD Kota Dumai ada Securitynya. Hanya menangapi dengan singkat, namun sepertinya menarik sebagaimana dikatakannya dibawah. 

 

"Jika ada warga yang ragu bahwa selama ini rumah pimpinan DPRD ada Securitynya mau bilang apa, tidak ada salahnya kok pasti mereka menilai dari sudut pandangnya sendiri dan ada alibinya, lebih bagus lagi jika pengamatan warga tadi bisa menjadi perhatian bagi penyidik dalam melakukan pengusutan. Malahan menjadi sebuah "catatan" dalam tanda kutip bagi siapa saja untuk menganalisa dengan akal pikiran yang sehat dan jernih, toh pada akhirnya segala sesuatu pasti terungkap sesuai fakta tidak bisa ditutup-tutupi". ujarnya singkat.*




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan