Daerah

Massa GMD Desak Polres Dumai Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Hibah/Bansos TA 2013 

Dumai.(Pantauriau.com)-Sejumlah massa mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Dumai (GMD) Jumat pagi (26/11) terlihat melakukan orasi di halaman pagar Polres Dumai. Aksi tersebut sepertinya dipicu pengusutan dugaan Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) dan Hibah Kota Dumai tahun 2013 sebagaimana pantauan awak media.

Hal itu sebagaimana dikemukakan salah satu koordinator lapangan Faisal di dampingi M Arif  sesaat berakhirnya aksi tersebut. Massa GMD meminta Polres Dumai usut tuntas penyidikan dugaan perkara Korupsi Bansos dan menyeret pelaku intelektual dalam perkara tersebut. Selain itu, mereka juga meminta pihak Polres menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai Agus Purwanto sebagai tersangka.

"Kita dari GMD meminta pihak Polres usur tuntas perkara tersebut dan menyetet nama-nama lain yang diduga menjadi aktor intelektual, dan salah satu nama yang santer disebut-sebut saat awal penyelidikan adalah Agus Purwanto, saat itu menjadi Anggota DPRD periode 2009-2014". ungkap Paisal kepada awak media.

Lanjutnya "Kami juga menduga, dikarenakan ada nama Agus Purwanto membuat proses penegakan hukum serta perkembangan dugaan Korupsi Dana Hibah ini menjadi lamban proses pengusutannya dan terkesan "Mangkrak" karena itu kita desak kasus tersebut segera tuntas". sampainya.

Massa GMD dalam aksi tersebut juga menyampaikan jika Polres Dumai tidak mengusut tuntas dugaan ini, maka mereka akan melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Apabila pengusutan ini tidak juga tuntas, maka kami dari GMD akan melaporkan ke pihak KPK". tutupnya seraya di Amini rekan-rekan Mahasiswa peserta aksi.

Sebagaimana diketahui pengusutan duhaan korupsi dana Hibah/Bansos Kota Dumai dimulai sejak tahun 2017, dan dalam pemberitaan kasus tersebut sudah P-19. Bahkan pihak Polres telah menetapakan 4 orang menjadi tersangka, dan seiring berjalannya waktu 1 darinya telah meninggal dunia.

Awal penyelidikan pihak Polres sesuai pers release yang pernah dilakukan saat itu Kapolresnya AKBP Restika Nainggolan dan Kasatreskim saat itu AKP Awaluddin Syam menyebut ada 6 nama yang berpotensi menjadi tersangka. Bahkan dugaan Korupsi Dana Hibah/Bansos tersebut menjadi satu tunggakan kasus yang penyelesaianya menjadi prioritas. Namun sampai detik ini kasus tersebut sepertinya "Mangkrak" dan bukan rahasia lagi berkas perkara tersebut sudah berapa kali bolak-balik antar 2 institusi Penegak Hukum tersebut.***(Red)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan