Eksbis

Dampak Naiknya Harga Sawit Terhadap Minyak Goreng

Sumber : Gambar PT Perkebunan Nusantara XIV Unit Keera-Maroangin akan memperluas kebun kelapa sawit

PANTAU BISNIS - Indonesia merupakan negara terbesar penghasil minyak kelapa sawit di dunia, mengutip laman idntimes.com, hasil produksi minyak kelapa sawit mencapai 43 metric ton pada tahun 2019 yang lalu dengan total luas lahan sekitar 11,75 juta hektar pemilik lahan ini berasal dari BUMN, Perusahaan swasta, perorangan, dll.

Angka ini tidaklah kecil melihat perbandingannya dengan negara lain yang merupakan sesama penghasil komoditas perkebunan kelapa sawit. Sekitar 75% hasil minyak kelapa sawit di Indonesia diekspor ke berbagai negara seperti India, China, Amerika Serikat, Pakistan, Singapura, dsb. hal menjadikan indonesia sebagai produsen sekaligus eksportir terbesar penyumbang hasil minyak kelapa sawit di dunia. minyak kelapa sawit dimanfaatkan menjadi minyak goreng, minyak industri, maupun minyak bahan bakar.

Seharusnya pemerintah dapat langsung menjadikan komoditas kelapa sawit diolah dalam negeri dari bahan mentah hingga menjadi barang jadi dan siap di pasarkan, tetapi kenyataannya sumber daya yang dimiliki Indonesia langsung diekspor padahal masih berbentuk barang mentah maupun barang setengah jadi.

Apabila Indonesia mampu memanfaat barang mentah tadi contohnya buah kelapa sawit dari mentah nya kemudian diolah dan menjadi minyak goreng, minyak industri dan lain sebagainya dapat mengurangi angka pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan kemudian memperkecil presentase kemiskinan di indonesia.

Tentu barang yang sudah jadi kemudian di ekspor tentu lebih mahal dari pada barang mentah yang langsung diekspor ini dapat memaksimalkan laba dan juga meningkatkan pendapatan nasional indonesia. Barang yang tadi nya diolah di dalam negeri kemudian dijual di dalam negeri juga tentu lebih murah dan terjangkau dari pada menjual barang mentah dijual keluar negeri kemudian dibeli kembali ketika sudah menjadi barang jadi. 

Mengutip dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Riau Surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Dimana harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 12.517,19/Kg dan harga Kernel (inti sawit)  Rp 6.612,98/Kg dengan indeks K 90,78%.

Meroketnya harga buah sawit bagaikan hujan uang bagi para pengusaha dilain sisi ini merupakan mimpi buruk bagi para pengusaha dibidang rumah makan, restoran, UMKM, dan usaha kuliner dengan meningkatnya harga minyak goreng mereka harus memilih antara menaikan harga jual atau memperkecil porsi yang mereka jual hal ini berimbas pada angka penjualan mereka yang terus menurun.

Selain itu banyak ibu rumah tangga yang mengeluh akan tingginya harga minyak goreng kemasan. Hari ini pertanggal 27 Desember 2021 harga minyak goreng kemasan berada dikisaran Rp 38.000 s/d Rp 45.ooo hal ini membuat banyak dari ibu rumah tangga beralih ke minyak goreng curah yang tentu kehigenisannya tidak terjamin dan dapat menjadi sumber penyakit bagi mereka nantinya. Faktor-faktor yang menyebabkan meroketnya harga minyak goreng.

Harga internasional naik cukup tajam
Kenaikan harga minyak goreng dikarenakan harga internasional yang meroket. Indonesia adalah produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar didunia.
Turunnya panen buah kelapa sawit pada semester kedua

Turunnya panen sawit pada semester kedua menyebabkan suplai CPO menjadi terbatas sehingga terjadi gangguan pada rantai distribusi (supply chain) pada industri minyak goreng.

Kenaikan permintaan CPO dan merosotnya pasokan minyak sawit dunia
Selain faktor diatas, permintaan yang terus meningkat akan CPO dan terbatasnya minyak sawit dunia menjadikan harga sawit meroket. Selain dijadikan sebagai minyak goreng tetapi juga untuk pemenuhan industri biodiesel seiring dengan kenijakan B30.

Rendahnya stok minyak nabati lainnya
Adanya krisis energi di uni eropa China, dan India menyebabkan negara-negara tersebut beralih menggunakan minyak dari kelapa sawit (CPO) 
Gangguan logistik diakibatkan pandemi Covid-19
Ganguan logistik karena pandemi Covid-19, seperti berkurangnya jumlah kontainer yang bekerja dan kurangnya kapal yang berlayar.

Oleh karena itu pemerintah harus turun tangan dan mendengar jeritan rakyat banyak dari masyarakat indonesia yang kebutuhan primernya tidak tercukupi. Pemerintah dapat menyalurkan bantuan sembako kepada mereka yang membutuhkan yang mana masa sekarang semakin mencekik ditengah pandemi Covid-19.

Pemerintah pusat harus saling bekerja sama dengan pemerintah daerah agar dapat melihat kondisi masyarakat kecil sekarang apalagi disituasi pandemi ini harga minyak goreng meroket menambah beban dan jeritan rakyat kecil.

Pemerintah dapat melakukan operasi pasar murah agar dapat menekan harga minyak goreng kemasan agar dapat menjadi normal kembali. Selain itu pemerintah dapat juga membuat program minyak goreng subsidi agar sila ke-5 benar-benar nyata adanya setiap orang mendapatkan keadilan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. 

Oleh:
Satria Adrian Juhri Tanjung (2102111762)
Prodi S1 Manajemen FEB Universitas Riau




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan