Politik

Analisis Ramli Rahim: Tunda Pemilu demi Jegal Anies Baswedan

f sindonews

         "Seminggu yang lalu, sebelum wacana penundaan pemilu 2024 mengemuka, saya bertemu seorang legislator dari partai G, beliau mengatakan 'elektabilitas Pak Anies luar biasa Pak Ramli, bahkan ada survei yang hasilnya 45% untuk Pak Anies. Hanya donaturnya melarangnya memublikasikan angka tersebut'," beber Ramli, melansir fajar.co.id, Senin (28/2).
           Dia mengungkapkan, pergerakan relawan Anies di berbagai daerah memang seperti tak terbendung, terus bergerak dari satu provinsi ke provinsi lain, dari satu kabupaten ke kabupaten lain hingga ke pelosok desa. Apalagi, survei terakhir Indonesia Political Opinion (IPO) menemukan fakta bahwa Anies memang teratas dalam survei mereka.
        "Jika dikerucutkan 5 nama, Anies Baswedan berada di posisi teratas dengan persentase 24,6 persen," ucap Dedi dalam diskusi MNC Trijaya Network, Sabtu (26/2).
          Di posisi kedua, sosok Prabowo Subianto mendapatkan elektabilitas sebesar 23,9 persen. Kemudian, disusul Ganjar Pranowo sebesar 19,2 persen. Pada posisi keempat, ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 7,3 persen, dan posisi kelima ada Ridwan Kamil sebesar 5,1 persen.
         Ramli yakin, pergerakan relawan Anies makin menaikkan popularitas dan elektabilitas Anies Baswedan. Apalagi, pergerakan itu terjadi secara organik, tanpa dibiayai bahkan mereka yang aktif mencari simpul-simpul relawan Anies itu pun belum tentu tersambung dengan Anies Baswedan apalagi direstui dan didanai.
        "Tampaknya, elektabilitas yang makin tinggi inilah yang membuat parpol kehabisan akal dalam upaya bersaing dengan tokoh nonparpol seperti Anies Baswedan," ujarnya. "Rasa frustasi melingkupi mereka dan pilihannya adalah mencari cara untuk tidak berhadapan dengan Anies," lanjut Ramli.
    Dikutip dari laman wartakota.com, untuk itu, Ramli mengganggap, salah satu cara untuk tidak berhadapan dengan Anies adalah menunda pemilu dan memperpanjang masa jabatan presiden.
         "Tentu saja ini banyak keuntungannya, selain tak berhadapan dengan Anies Baswedan yang tampaknya makin sulit dikalahkan, perpanjangan masa jabatan presiden juga ikut memperpanjang masa jabatan legislator parpol di semua jenjang, memperpanjang masa jabatan menteri bahkan bisa jadi memperpanjang masa jabatan kepala daerah," jelasnya.
         Keputusan itu tentu saja menguntungkan parpol apalagi parpol penguasa sehingga mendorong isu itu makin kencang pasti akan mereka lakukan dengan semangat 45.
        "Para cukong juga pasti senang dengan wacana itu karena mereka tidak akan berhadapan dengan Anies Baswedan yang jelas menunjukkan keberpihakannya pada rakyat kecil," bebernya.
           Dirinya menilai, memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi ikut pilpres ketiga kalinya akan membuat keserakahan parpol tersamarkan. Namun, itu tentu saja tidak menguntungkan mereka apalagi mereka juga khawatir Presiden Jokowi tidak akan sanggup mengalahkan Anies Baswedan di Pilpres 2024. (*/*)
         




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan