Kesehatan

Ini Dia 6 Penyebab Sakit Perut Pada Bayi, Apa Saja ? Simak Yuk!

Ilustrasi (Dok:Net)

PANTAU JAKARTA - Sakit perut adalah masalah yang sering dialami si kecil dan tak jarang membuat para orangtua khawatir. Sakit perut sering membuat bayi kita menangis kencang dan susah ditenangkan.

Dilansir dari BabyCenter, sakit perut umumnya disebabkan karena penumpukan gas, kolik, intoleransi laktosa, hingga alergi makanan.

Dikutip dari laman kompas.com, untuk menambah informasi, yuk simak beberapa penyebab sakit perut pada bayi berikut.

1. Sembelit

Gejala sembelit atau konstipasi umumnya terlihat ketika frekuensi buang air besar (BAB) bayi lebih sedikit dari biasanya.

Pada beberapa kasus, ada bayi yang tidak buang air besar dalam tiga hari atau lebih. Mereka bahkan tampak tidak nyaman atau kesakitan saat BAB karena tinja keras dan kering.

Berikut kondisi yang bisa menyebabkan sembelit pada bayi, antara lain:

perubahan pola makan: misalnya dari full ASI ke MPASI, kemudian ada pula yang dari MPASI encer ke makanan yang lebih padat.

kekurangan serat

dehidrasi

makanan tertentu.

Hal yang perlu dilakukan saat bayi Anda mengalami sembelit yaitu mencukupi cairannya, olahraga ringan, hingga tawarkan makanan berserat (oatmeal, kacang polong).

Selain itu, orangtua sebaiknya jangan memberi makanan seperti pisang, apel, wortel, keju, yang dapat menyebabkan feses mengeras.

Jika si kecil masih kesulitan BAB, bicarakan dengan dokter spesialis anak untuk pilihan pengobatan. Jangan berikan obat pencahar tanpa resep dokter.

2. Kembung

Bayi bisa menelan udara seperti saat menyusu dan menangis.

Perut kembung sering terjadi ketika bayi mulai makanan padat dan mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya.

Ketika udara terjebak di perut bayi, maka akan menyebabkan perut kembung, sendawa, kentut, perut keras, hingga menangis karena merasa tak nyaman.

Hal yang dapat bapak ibu lakukan untuk mengatasi kembung pada bayi ialah:

Periksa posisi menyusui: usahakan bayi Anda tetap tegak saat minum susu.

Jangan lupa sendawakan bayi sehabis menyusu, baik ASI atau susu formula dari botol.

Pijat lembut bayi Anda, gerakkan kakinya ke depan dan ke belakang (seperti mengendarai sepeda) saat mereka telentang, atau berikan waktu tengkurap.

Mandikan bayi Anda dengan air hangat juga dapat membantu mereka menghilangkan gas ekstra.

3. Asam lambung atau GERD

Sebagian besar bayi mengeluarkan air liur atau bahkan muntah setelah menyusu. Kondisi ini disebut gastroesophageal reflux (GERD) atau asam lambung.

Refluks terjadi ketika katup antara kerongkongan dan perut anak Anda tidak berfungsi dengan baik. Hal ini membuat makanan serta asam lambung naik dari perut ke tenggorokan.

Asam lambung dapat menyebabkan sakit perut dan sensasi terbakar di tenggorokan dada.

Bayi yang yang mengalami GERD parah dapat alami gagal tumbuh, kesulitan bernapas, hingga masalah nafsu makan.

4. Kolik

Kolik pada bayi adalah kondisi ketika bayi menangis hingga berjam-jam dan sulit untuk ditenangkan.

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolik pada bayi biasanya terjadi pada bayi berusia 2 minggu sampai 4 bulan, disebut juga sindrom 4 bulan.

5. Intolerasi laktosa

Laktosa terdapat pada ASI atau susu formula. Dalam usus bayi, laktosa akan dicerna oleh enzim laktase yang terdapat pada usus bayi.

Nantinya, laktosa akan menjadi glukosa dan galaktosa, yang diserap usus ke dalam sirkulasi darah untuk keperluan metabolisme tubuh.

Pada bayi yang mengalami intoleransi laktosa, tubuh mereka tidak dapat memproduksi enzim tersebut.

Gejala intoleransi laktosa antara lain, diare, kembung, sakit perut, hingga tidak ada pertambahan berat badan.

Segera konsultasi ke dokter, jika anak Anda mengalami intoleransi laktosa. Hindari juga makanan tertentu yang bisa sebabkan intoleransi laktosa.

6. Diare

Diare merupakan gejala gangguan saluran pencernaan yang paling sering terjadi dan bisa menyebabkan bayi mengalami sakit perut.

Diare pada bayi kurang 2 tahun biasanya disebabkan infeksi virus dan akan membaik sendiri kurang dari seminggu.

Bayi yang mengalami diare diare biasanya disertai demam dan didahului dengan muntah.

Pertolongan pertama untuk bayi diare adalah pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) yang sudah berupa kemasan dalam botol atau cairan rumah tangga seperti air tajin, kuah sup, minuman yang tidak manis, yogurt, atau air putih.

Kapan harus ke dokter?

Perlu diketahui, ada beberapa kondisi sakit perut pada bayi yang harus dikonsultasikan ke dokter, yaitu:

Nyeri perut lebih dari satu kali dalam sehari selama lebih dari 3 hari berturut-turut

Alami sakit perut yang parah

Muntah, diare, atau demam

Berat badan menurun drastis.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan