Artikel

CERITA MISTIS: Berbulan-bulan Bekerja Perempuan Ini Baru Nyadar Kerja di Pabrik Gaib di Pulau Kalimantan, Bikin Merinding

(Dok: WikiImages/Pixabay)

PANTAU JAKARTA - Seorang perempuan, sebut saja namanya Dewi, pada tahun 1990-an silam mengalami kisah mistis secara langsung di Pulau Kalimantan.

Dilansir dari kanal YouTube dengan nama RJL 5, pada Ahad (6/3), Dewi menceritakan saat ia bekerja selama berbulan-bulan di sebuah pabrik yang ternyata gaib, di Pulau Kalimantan.

Saat itu Dewi baru lulus kuliah dan sedang mencari kerja. Kemudian, ia menerima panggilan wawancara kerja di salah satu pabrik yang berada di Pulau Kalimantan.

Meskipun Dewi berasal dari Pulau Jawa, ia tak menyia-nyiakan kesempatan kerja itu. Singkat cerita, Dewi pun berangkat dan mengontrak sebuah kamar sendirian di Kalimantan.

Saat hari wawancara, Dewi menaiki angkutan umum untuk menuju pabrik itu dari kontrakannya. Ketika turun dari angkutan umum, sang supir sempat heran dan bertanya, apakah Dewi yakin turun di kawasan tersebut.

Saat itu, Dewi menjawab dengan yakin, dan ia pun tak menghiraukan sang supir yang keheranan itu.

Ketika sampai di pabrik itu, Dewi melihat sebuah pabrik yang megah, ia pun bertanya dimana letak ruangan HRD kepada salah seorang pegawai yang ditemuinya.

Namun, ditulis cianjurmedia.com, anehnya pegawai tersebut terlihat bermuka pucat dan sama sekali tidak bicara, dan hanya menunjukkan lokasi ruangan yang Dewi cari.

Di hari pertama Dewi berada di pabrik tersebut, sebenarnya ia merasa pabrik itu sangat dingin dan sunyi, meskipun ada kegiatan pabrik seperti pada umumnya.

Sesampainya di ruang HRD, ternyata hanya Dewi yang diwawancara. Anehnya lagi, kedua orang tersebut pun mukanya nampak terlihat pucat juga, sama seperti pegawai lain yang sempat Dewi lihat ketika menuju ruangan HRD.

Namun, Dewi lagi-lagi menghiraukan hal tersebut dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Hingga akhirnya Dewi diterima bekerja di tempat itu.

Ketika diterima bekerja, salah satu staf HRD memberi Dewi sebuah syarat jika ingin bekerja di tempat itu.

Syarat tersebut adalah, jika Dewi melihat suatu kejanggalan di tempat itu Dewi harus menghiraukannya, dan Dewi harus sudah pulang sebelum jam delapan malam, tidak boleh lebih.

Di hari pertama Dewi bekerja, dia menempati sebuah ruangan yang banyak meja kerjanya, namun yang bekerja di ruangan tersebut hanya ada tiga orang saja.

Di hari itu Dewi merasa diabaikan, karena sebagai karyawan baru tak seorang pun yang menyapa atau mengajaknya berbicara.

Dewi pun berusaha bekerja sebaik dan seprofesional mungkin. Meskipun beberapa kali Dewi pernah melihat barang-barangnya selalu bergerak sendiri.

Karena ingat pesan dari staf HRD kala itu, Dewi pun berusaha tidak memikirkannya, dan Dewi melanjutkan pekerjaannya.

Hari-hari pun berlalu, dan tak terasa ternyata Dewi sudah bekerja selama empat bulan lebih di pabrik itu.

Dewi menerima gaji yang lumayan besar, hingga akhirnya ia bisa memulai usaha sampingan dengan menyisihkan sebagian uang gaji bulanannya.

Hingga suatu hari, Dewi sedang banyak pekerjaan dan membuatnya pulang hampir mendekati jam delapan malam.

Ketika akan pulang dan sudah hampir sampai di gerbang keluar, Dewi baru ingat ada barangnya yang tertinggal di ruangannya.

Betapa terkejutnya Dewi, sesampainya di ruangan itu, ia melihat sosok yang benar-benar seram sekali.

Dewi melihat sebuah kepala manusia tanpa badan dan berambut panjang yang melayang-layang dari satu meja ke meja yang lainnya.

Sontak Dewi kaget, setelah mengambil barang yang tertinggal dia buru-buru berlari untuk keluar dan segera pulang.

Ketika hampir sampai gerbang, Dewi bertemu dengan seorang petugas keamanan.

Kemudian petugas keamanan itu tiba-tiba bertanya kepadanya "Sudah lihat ya, bu?".

Dewi merasa heran, dan ia pun semakin bergegas untuk pulang.

Keesokan harinya, Dewi sempat ragu untuk berangkat kerja, ia masih merasa takut dan belum bisa melupakan kejadian seram yang sudah dialaminya.

Hingga akhirnya Dewi pun memberanikan diri untuk berangkat kerja. Dan begitu sampai di depan pabrik tempat ia bekerja, pabrik itu berubah menjadi sebuah pabrik kosong yang terbengkalai.

Dewi kebingungan dan semakin ketakutan, ia pun segera pulang. Akhirnya, Dewi tahu ternyata pabrik tempatnya bekerja beberapa bulan terakhir itu merupakan pabrik yang sudah lama kosong dan sudah lama tidak beroperasi lagi.

Namun anehnya gaji yang ia terima tidak berubah menjadi daun, dan dari gajinya itulah Dewi bisa membuka usaha sampingan dan semakin maju hingga akhirnya dapat membantu perekonomian keluarganya.***

 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan